Asah Kemampuan Kewirausahaan

UNAIR NEWS – Ada banyak peran UKM Kerohanian Katholik bagi para anggotanya. Selain untuk menguatkan hubungan pada Tuhan dan alam semesta, terdapat banyak aspek yang juga diasah. Anggota UKM Katholik juga digembleng untuk berkontribusi kongkret pada masyarakat, berpikir kreatif dan juga berinisiatif positif.

UKM ini memberi ruang pada anggota untuk melakukan olahraga bersama, juga mengokohkan pengetahuan di bidang ekonomi maupun politik. Ada sejumlah aktifitas kewirausahaan, diskusi soal politik, serta partisipasi dalam perlombaan atau pertandingan yang diadakan kampus UNAIR maupun penyelenggara lain.

“Kami ingin kuat iman, sekaligus hebat di lapangan,” ujar Ketua UKM Katholik Cristoforus Candra Bima Pangestu seraya terkekeh.

Tahun ini, UKM Katholik memiliki sejumlah proram. Misalnya, Welcome Party (Penyambutan Maba 2017), Paskah, Upgrading, merayakan ulang tahun ke 25, untuk perayaan tersebut mengadakan program seperti seminar bertema “Kerukunan antar Umat beragama”, Goalz, dan Ziarah. Ada juga agenda seperti latihan rutin Olahraga, paduan suara dan Ibadah setiap bulan.

Dilaksanakan pula ACA Algonz Charity and Anniversary Algonz Charity pada tahun ini. Yakni, kegiatan sosial dengan tema laskar pemimpi. Sasaran dalam acara ini adalah anak-anak SD kelas 1-6 di kampung nelayan kKenjeran.

Sasaran tersebut diambil karena anak-anak di wilayah tersebut masih kurang kesadaran terkait pembangunan diri dengan memiliki cita cita. Kegiatan ini akan dilakukan dengan 4 pertemuan di SD Bahari Muhammadiah 6 Kenjeran pada tanggal 28 Oktober, 5 November, 12 November, 18 November 2017.

Mereka yang akan didatangi tidak hanya beragama Katholik. Siapapun boleh ikut serta dalam acara ini. Hal ini menunjukan bahwa perbedaan bukanlah halangan bagi kita untuk saling berbagi dengan sesama di tengah krisis toleransi yang sedang dialami di Indonesia. Seminar dalam HUT 25 tahun UKM Katholik dan ACA adalah program terbaru dan belum pernah dibuat sebelumnya.

“Pelajaran dalam UKM kami komprehensif. Semoga, tempat ini bisa jadi tempat calon pemimpin bangsa menjalani prosesnya,” ungkap mahasiswa Ilmu dan Teknologi Lingkungan angkatan 2014. (*)




Turut Sosialisasikan UNAIR ke Bali

UNAIR NEWS – Peran UKM kerohanian di UNAIR bersifat penting. Yakni, untuk mengasah kepekaan religi (vertikal) maupun sosial (horisontal) mahasiswa. Hal itu disampaikan oleh I Putu Gede Andi Semara Putra, ketua UKM Kerohanian Hindu saat diwawancara Senin (23/10).

Secara khusus, UKM Kerohanian Hindu berada pada posisi strategis dalam pemantapan karakter mahasiswa beragama Hindu. Mereka mendapat pengetahuan tentang religiositas. Yang bisa pula diwujudkan dalam bentuk persembahyangan bersama rutin. Bisa berupa datang ke pura bersama. Sedangkan secara horizontal, peran UKM ini adalah mengembangkan toleransi dan kepedulian pada sesama agama Hindu maupun sesama masyarakat Indonesia.

“Kami punya banyak program yang diadakan secara berkelanjutan,” kata mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.

Antara lain, “Edufair dan Supermen Bali”, kegiatan UKM ini bersama teman-teman non Hindu dari Bali. Para putra daerah ini terjun untuk sosialisasi mengenai UNAIR di tiap libur semester ganjil dengan mengunjungi tiap SMA yang ada di pulau dewata. Di sisi lain, mereka juga berpartisipasi dalam Edufair. Yaitu, pameran pendidikan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Ada pula, “Bakti Sosial” rutin, berupa pemberian bantuan oleh UKM Hindu UNAIR kepada masyarakat Hindu yang membutuhkan. Tak selalu di Surabaya, karena bisa jadi di luar kota. Bakti sosial bisa berupa pengobatan gratis dan pemberian bantuan dana untuk pengembangan pura.

Selain itu, terdapat pula “Tirta Yatra”, program untuk mengelilingi beberapa pura di daerah-daerah, sekaligus memberikan dana pengembangan pura. Terdapat juga, “Upgrading” yang merupakan selingan dalam acara ini. Umumnya, dilaksanakan di villa dengan tujuan untuk mendekatkan dan merekatkan hubungan sesama anggota UKM.

“Kami juga punya program Mahabarata,” ungkap dia. Acara ini merupakan penyambutan dan pengangkatan mahasiswa baru menjadi anggota UKM. Ada pula, “Nirwana”, lomba bidang seni, olahraga maupun kajian agama dari skala regional hingga nasional.

Dengan tujuan, memererat hubungan antara universitas dalam wujud lomba dan mengasah serta memberikan wadah minat bakat dalam bidang-bidang tadi. Juga, menumbuhkan toleransi. Sebab, beberapa cabang perlombaan tak hanya terbuka untuk mereka yang beragama hindu. UKM ini punya pula program “Suksesi” atau prosesi pergantian kepengurusan.  merupakan acara pergantian kepengurusan. (*)




Moralitas Terbesar Berasal dari Ajaran Tuhan

UNAIR NEWS – Ketua UKM Kerohanian Kristen Winson Chuanardi menuturkan, keberadaan divisi kerohanian bersifat penting. Bahkan, motto UNAIR sendiri mengakomodasinya dalam slogan Excellent with Morality.

“Moralitas terbesar jelas dari ajaran Tuhan,” ungkap dia.

Sementara itu, UKM yang dipimpin mahasiswa pendidikan dokter ini berupaya menjangkau setiap mahasiswa seiman. Untuk memberikan pembinaan, mendekatkan yang bersangkutan kepada Tuhan, dan menyediakan wadah bagi mereka untuk bertumbuh dalam keyakinan.

“Kami ingin menyiapkan mahasiswa yang selalu peduli pada sesama. Apapun profesi mereka kelak,” ungkap mahasiswa angkatan 2013 tersebut.

Maka itu, salah satu program yang dilakukan adalah “memburu” mahasiswa-mahasiswa yang membutuhkan uluran tangan. Untuk kemudian dibantu dan diringankan bebannya.

Selain itu, ada banyak program rutin lain. Misalnya, penerimaan mahasiswa baru yang ingin masuk UKM ini, persekutuan doa rutin, pelatihan-pelatihan, kajian keagamaan, bakti sosial, dan lain sebagainya.

Manusia, kata Winson, harus mencintai dan mengasihi Tuhan. Juga, wajib mencintai dan mengasihi sesama. Hal-hal tadi termaktub dalam kitab suci. Yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)




Mencerdaskan yang Saleh, Mensalehkan yang Cerdas

UNAIR NEWS – UKM Kerohanian, selain berupaya melayani dan memfasilitasi peribadatan yang dilakukan oleh masyarakat kampus, juga berada di garda terdepan mengejawantahkan nilai-nilai Excellence with Morality yang digelorakan UNAIR. Moralitas yang berdasarkan agama itu diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan UKM kerohanian yang mengajak umat beragama di kampus menjalankan perintah agamanya dalam kapasitas masing-masing.

UKM Kerohanian Islam sendiri senantiasa mencoba menghadirkan program-program yang dapat “mencerdaskan yang saleh dan mensalehkan yang cerdas”. Sehingga, ada keseimbangan antara keunggulan dan moralitas yang menjadi slogan kampus ini. Selain didorong untuk giat beribadah (vertikal), mahasiswa juga diharuskan memiliki akhlak (budi pekerti) dan prestasi yang baik (horizontal).

Secara prinsip, seluruh UKM di UNAIR memiliki tujuan baik. Semua tergabung dalam Forum Komunikasi UKM (Forkom UKM), yang di dalamnya terdapat divisi-divisi termasuk divisi kerohanian.

“Melalui wadah ini, kami saling menjalin komunikasi untuk menjaga kerukunan umat beragama di lingkungan UNAIR. Sebagai contoh, dalam waktu dekat salah satu UKM Kerohanian menginisiasi dialog lintas agama yang bertemakan toleransi dengan dihadiri tokoh pemuka agama serta mahasiswa dan masyarakat secara umum,” kata Muhammad Affan Andalan, ketua UKM Kerohanian Islam. Harapannya, dengan makin banyak dialog yang dilakukan, dapat menimbulkan rasa persaudaraan yang tulus sebagai sesama manusia khususnya umat beragama.

UKM Kerohanian Islam sendiri memiliki banyak program konsttuktif dalam kepengurusan tahun 2017.  Di antaranya, Kajian Rutin, Ksatria Subuh Airlangga, Exmo Club, Hijab Muslimah Week, Pembinaan Baca Alquran, penyediaan hidangan berbuka puasa sunnah dan pelayanan sosial. Dalam rangka peringatan hari besar Islam juga diadakan Ramadhan Mubarak Airlangga dan Airlangga Berkurban.

“Kajian rutin diadakan untuk mempelajari ilmu-ilmu keislaman. Sedangkan Ksatria Subuh Airlangga adalah gerakan salat subuh berjamaah yang dilaksanakan untuk meningkatkan semangat ibadah bersama-sama,” urai Affan.

Sementara itu, Exmo Club (Exmo adalah akronim dari Excellence with Morality) adalah wadah pembinaan yang dapat menyegarkan kembali kondisi spiritual dengan pertemuan secara rutin dengan difasilitasi seorang mentor. Bahkan, tidak hanya membahas hal-hal terkait keislaman. Namun, dapat menjadi sarana saling tolong-menolong dalam keperluan selama di kampus (seperti halnya program kakak-adik asuh di sekolah kedinasan).

Pembinaan Baca Alquran adalah program untuk mengentaskan buta huruf Alquran di kalangan mahasiswa. Dengan pertemuan-pertemuan dalam kelompok kecil, sehingga dapat fokus dalam belajar membaca Alquran.

Hijab Muslimah Week merupakan sebuah rangkaian acara yang pada intinya mengajak muslimah untuk menyempurnakan diri dalam menutup aurat dengan berhijab. Penyediaan hidangan gratis di masjid untuk berbuka puasa sunnah diadakan sebagai fungsi pelayanan jamaah di masjid dan syiar agar semangat membiasakan diri dengan ibadah sunnah.

Sedangkan pelayanan sosial dilakukan dengan mengajar anak-anak yang tergolong kurang mampu di sejumlah daerah di Surabaya, sebagai fungsi pengabdian masyarakat dalam Tridarma Perguruan Tinggi. Juga, secara khusus untuk menanamkan nilai-nilai Islam sedari masa anak-anak.

Ramadhan Mubarak Airlangga dan Airlangga Berkurban diadakan untuk menyemarakkan suasana hari besar Islam. Ramadhan, Syawal, Zulhijjah serta hari raya Idul Fitri dan Idul Adha di kampus dengan memfasilitasi peribadatan seperti hidangan sahur dan berbuka, kajian keislaman, iktikaf, kurban dan salat Id. (*)




Asah Kepekaan Religi dan Sosial

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang kerohanian menjadi sebuah wadah dan fasilitator bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan religi maupun sosial. Ruang ekspresi ini melibatkan mahasiswa dalam suatu perkumpulan yang berisi berbagai kegiatan untuk mengasah nilai-nilai kerohanian, baik mempertajam hubungan vertikal pada Tuhan, maupun hubungan horizontal pada sesama.

Dengan adanya teman seiman yang berkumpul bersama, dapat memotivasi mahasiswa untuk rajin mengikuti kegiatan-kegiatan di rumah ibadah. Selain itu, kegiatan bakti sosial dilakukan rutin. Sehingga, para anggota belajar dua hal sekaligus. Yakni, berlatih mengkaji problem di masyarakat untuk mencetuskan solusi, dan berlatih berorganisasi sebagai panitia penyelenggara.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Unit Kegiatan Kerohanian Budha (UKKB) Irene Sugiarto saat diwawancara Jum’at (20/10) lalu. Dia mengatakan, di UKM yang dipimpinnya, semua kegiatan didasarkan pada semangat saling mengasihi dan tolong-menolong.

Dia menambahkan, UKKB selalu berkoordinasi dengan UKM kerohanian lain di UNAIR. Ada grup line khusus untuk berkomunikasi. Jadi, kapan pun jua, mereka bisa mendiskusikan ide-ide bersama. Karena selama ini, selalu diadakan pula kegiatan rutin bersama pada momen-momen tertentu.

“Program kerja UKKB yang selama ini telah dilaksanakan adalah acara Welcome Party, Latihan Dasar Kepemimpinan, Bakti Sosial Pengobatan Gratis, Display UKM, Ulang Tahun UKKB, dan UKKB Mengajar,” kata Irene menjelaskan detail program rutin internal.

Tujuan Welcome Party adalah memperkenalkan dan menyatukan visi dan misi UKKB pada mahasiswa baru Buddhis dari berbagai fakultas. Sehingga, setiap anggota mempunyai visi dan misi yang sama, menjalin keakraban antara anggota baru (sebagai peserta) dengan anggota lama (sebagai panitia kegiatan) UKKB. Juga, memperkenalkan kepada para alumni UKKB, yang kebetulan masih aktif kuliah, untuk meningkatkan kekeluargaan dan dapat menjadi teladan bagi mahasiswa baru.

Sedangkan latihan dasar kepemimpinan bertujuan memberikan pelatihan kepemimpinan dan berorganisasi kepada semua anggota UKKB. Sehingga, diharapkan dapat menjadi regenerasi yang unggul dalam mengembangkan UKKB.

Adapun Bakti Sosial dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan kepedulian antarsesama manusia tanpa memandang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Berbagi kebahagiaan dengan orang di sekitar. Khususnya, ditujukan untuk masyarakat yang tergolong ekonomi lemah, dengan cara memberi pelayanan kesehatan, serta mengamalkan ajaran Buddha Dharma dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu melalui berdarma.

Display UKM adalah kegiatan tahunan untuk menarik mahasiswa baru masuk ke UKKB. Terutama, mahasiswa baru yang beragama Buddha. Juga, memerkenalkan UKKB kepada semua mahasiswa baru yang hadir saat display tanpa kecuali, dan memberikan informasi kepada mahasiswa yang beragama Buddha seperti waktu, tempat, serta tata cara perkuliahan agama.

UKKB pun selalu memeringati Hari Ulang Tahun. Momen ini bisa digunakan untuk menjaga kalyanamitta dan hubungan baik dengan para senior dan alumni-alumni yang telah mengurus dan mengembangkan UKKB dari periode ke periode.

“Kalau UKKB Mengajar jelas bertujuan untuk berbagi ilmu dan keterampilan seputar materk agama Buddha dan pengetahuan umum lainnya kepada anak-anak yang ada di sekolah minggu. Juga, melatih kemampuan bersosialisasi dan mengajar sehingga diharapkan dapat meningkatkan softskill para mahasiswa-mahasiswi UKKB,” terang Irene. (*)




UKM Kerohanian Bergerak dengan Slogan “Excellence with Morality”

UNAIR NEWS – Kampus Airlangga memiliki 39 Unit Kegiatan Mahasiswa. Ada lima di antaranya, yang masuk divisi kerohanian. Yakni, UKM Kerohanian Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Hindu. Melalui UKM divisi kerohanian ini, mahasiswa digembleng untuk tetap teguh dalam sisi religi.

Yang di dalamnya pula, diajarkan untuk serius saat menuntut ilmu. Sebab, menuntut ilmu itu merupakan perintah Tuhan Yang Mahaesa. Dengan ilmu, manusia bisa lebih bermanfaat bagi semesta alam. Prinsipnya, pemahaman tentang agama bersifat mutlak.

“Pemahaman agama sangat penting untuk dimiliki mahasiswa. Di fase menjadi mahasiswa inilah seseorang memiliki posisi yang sangat strategis dalam masyarakat dengan kekuatan intelektual dan moralnya,” urai Ketua UKM Kerohanian Islam Muhammad Affan Andalan. “Di usia mahasiswa pula seseorang berada dalam puncak performanya secara fisik dan mental di usia muda,” imbuh mahasiswa Fakultas Hukum tersebut. “Terhadap hal tersebut,  diperlukan wawasan agama untuk menuntun segala potensi yang dimiliki mahasiswa itu menjadi sebuah kebaikan, dengan harapan mahasiswa senantiasa dapat mendatangkan kemanfaatan bagi sekitarnya,” ungkap dia.

“Wawasan agama adalah dasar atau bekal mahasiswa untuk melakukan semua kegiatan,” ungkap Ketua UKM Katholik Cristoforus Candra Bima Pangestu. “Bukan hanya itu, pengetahuan agama juga dasar iman kita sebagai umat beragama yang mempercayai Tuhan sebagai pengatur anugerah hidup kita” imbuh mahasiswa Ilmu dan Teknologi Lingkungan angkatan 2014 tersebut.

“Agama berperan  sebagai pegangan, panutan dan pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari hari. Sebagai mahasiswa, agama dapat menjadi kitab dan acuan untuk menjadi manusia yang lebih baik, dan bermanfaat bagi lingkungan,” papar pengurus UKM Budha Irene Sugiarto. “Bukan hanya sekedar menjadi mahasiswa yang cerdas, namun perlu menjadi mahasiswa yang bermoral, sama seperti slogan UNAIR yaitu Excelent with Morality,” tambah mahasiswi jurusan Akuntansi tersebut.

Untuk menjadi bermoral, seseorang harus mendalami ilmu agama. Namun, agama bukan hanya sekedar wawasan, tetapi pengamalan dalam pikiran perkataan dan perbuatan. Belum tentu orang yang paham tentang agama, tindak tanduknya baik. “Jadikan agama sebagai acuan dan bukan sebagai hafalan saja,” ungkap mahasiswi semester lima tersebut. (*)

 

 




“Product Oriented” Biar Penyuluhan Lebih Greget

UNAIR NEWS – Selain melakukan penelitian dan publikasi, Airlangga Disease Prevention and Research Center (ADPRC) juga bakal aktif menghasilkan produk. Misalnya, vaksin yang aplikatif untuk mencegah penyakit.

“Kami memang lebih product oriented,” kata Sekretaris ADPRC Prof. Dr. Suwarno drh, MSi. Langkah ini berbeda dengan One Health Colaboration Center lain du UGM dan Udayana yang lebih fokus pada penyuluhan ke masyarakat.

Meski demikian, bukan berarti ADPRC alpa dari kegiata  penyuluhan dan pelatihan. Justru, dengan adanya produk mutakhir, kegiatan penyuluhan akan lebih menarik minat masyarakat. Manfaat yang dihasilkan pun bakal lebih besar atau lebih greget.

Selama ini, pihak FKH sudah banyak mengeluarkan produk tepat guna. Demikian, pihak FK dan FKM. Tinggal melakukan pengembangannya saja. Termasuk, pelebaran sayap penelitian tepat guna ke titik-titik persoalan lain di masyarakat.

Lagipula, muara terbaik dari penelitian adalah produk yang sudah teruji dan terbukti. Lantas, diupayakan untuk dihilirisasi dengan baik dan optimal.

Sejauh ini, pihak Indohun atau Indonesia One Health University Network sudah berkomitmen bakal menggelontorkan bantuan. Khususnya, di bidang riset dan konferensi internasional.

Indohun juga bertekad untuk membangun jejaring yang baik antar kampus baik di dalam maupun di luar negeri. Tujuannya, menjaga hubungan baik agar bisa selalu bertukar pikiran. Dalam rangka, memecahkan masalah di masyarakat. Baik di level nasional, maupun di level global.

Rencananya, ADPRC akan secara rutin mengikuti forum-forum internasioan yang diselanggarakan Indohun. “Kabarnya, tiga atau empat kali setahun akan ada event-event internasional. Bentuknya, bisa simposium atau konferensi. Kami juga siap menjalankan riset bersama akademisi lain di luar UNAIR,” kata Suwarno, yang telah menciptakan vaksin buat flu burung dengan nama ANA dan AHA itu. (*)




Pasti Libatkan Mahasiswa

UNAIR NEWS – Airlangga Disease Prevention and Research Center (ADPRC) tidak hanya gawe para peneliti senior atau dosen. Para mahasiswa juga bakal dilibatkan. Bahkan, ini menjadi nilai plus sebagai pertimbangan bagi calon mahasiswa yang ingin memilih Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).

Mahasiswa dijadikan pihak yang mengawal program kerja. Mereka akan berada di laboratorium, juga di lapangan. Artinya, peran mahasiswa tidak kalah penting dengan dosen maupun peneliti senior.

Sebab, kalau mereka tidak dilibatkan, regenerasi akan mandeg di tengah jalan. Hal itu yang dipahami benar oleh para pengelola ADPRC saat ini.

Sekretaris ADPRC Prof. Dr. Suwarno mengutarakan, di FKH ada Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia atau Ikamaha. Para anggotanya, kerap bergerak di bidang sosialisasi tentang kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan. Jargonnya cocok dengan perspektif “One Health”. Mereka bisa langsung diajak bergabung untuk mengikuti semua kegiatan di ADPRC.

“Dasar pemikiran para mahasiswa kan berpijak pada mengentaskan persoalan di masyarakat, ide mereka banyak, sehingga pasti dibutuhkan dalam pelaksanaan program kami,” urai dia.

Di FKH ada Kelompok Minat dan Profesi Veteriner (KMPV). Yakni, peminatan terhadap Unggas/Burung, ternak kecil, ternak besar, dan satwa liar. Dalam waktu dekat, akan ditambahkan peminatan One Health.

FKH memiliki rumah sakit hewan. Tercatat sebagai rumah sakit hewan terbesar yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi Negeri. Di rumah sakit itu, para mahasiswa kerap melakukan latihan praktek didampingi para dosen. Sehingga, kapabilitas mereka tetap terasah.

Kemampuan yang sudah teruji dan terbukti itu pasti dapat memberi sumbangsih bagi ADPRC. Maka itu, mahasiswa pasti diberi ruang di sini.

Tidak hanya di FKH, mahasiswa dari FK dan FKM pun pasti bakal banyak dilibatkan. Sebab, sinergitas dari tiga fakultas yang menjadi motor utama ADPRC itu bersifat mutlak. Dari level bawah hingga atas. Termasuk, kekompakan di tingkat mahasiswa sampai guru besarnya. (*)




Perkokoh Jejaring Internasional

UNAIR NEWSPerluasan jejaring internasional adalah sebuah keniscayaan. Terlebih, bagi kampus seperti UNAIR yang memiliki mimpi menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Dengan masuk daftar 500 kampus terbaik sejagat.

Airlangga Disease Prevention and Research Center (ADPRC) menganggap ini sebagai tantangan yang mesti dijawab. Sebab, berkirah di ranah global merupakan tuntutan zaman yang mesti dijalankan.

ADPRC siap untuk itu. Bahkan, sejak awal dibentuk pada Selasa lalu (19/9), Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam dan kawan-kawan sudah mulai melakukan pendekatan kongkret dalam program kerja. Di hari yang sama saat pelantikan tersebut, dua peneliti asal Amerika Serikat melakukan kuliah umum di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).

“Kami juga melakukan diskusi intensif dengan mereka sehubungan dengan rencana-rencana yang sudah dan akan disusun,” kata Koordinator ADPRC Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam.

Selain dari Amerika, bulan ini peneliti dari Australia Barat juga akan datang ke UNAIR. Untuk mendiskusikan program ADPRC. Sejatinya, tidak hanya pihak UNAIR yang butuh menambah wawasan dari pemikiran mereka. Mereka pun butuh pandangan dari para peneliti ADPRC untuk penelitian mereka di masa datang.

Salah satu kajian yang dilakukan oleh ADPRC adalah tentang food chain. Termasuk, menerapkan biosecurity dan biosafety. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi manusia, harus terjamin. Mesti aman dan tidak mengganggu keselamatan nyawa atau kesehatan.

Sebagai contoh, daging ayam dari tempat pemotongan hewan. Harus higienis dan sehat sejak di peternakan. Lantas, di tahap distribusi pun mesti tetap terjaga kualitasnya. Sampai dengan masuk ke tubuh konsumen.

“Kami membuat kajian yang muaranya adalah rekomendasi tentang bagaimana agar food chain itu terjaga dengan baik,” ungkap Prof. Fedik.

Kualitas makanan yang baik akan berimbas pada mutu hidup manusia. Yang ujung-ujungnya, berkaitan pula dengan ketahanan generasi penerus bangsa. (*)




Fokus Kaji Enam Penyakit “Strategis”

UNAIR NEWS – Sekretaris ADPRC Prof. Dr. Suwarno optimistis kalau pusat kajian ini akan sukses bersumbangsih kongkret di masyarakat. Sebab, secara prinsip, riset yang dilakukan pihaknya telah dilakukan bertahun-tahun yang lalu.

Ide ADPRC sudah ada sejak lama. Penelitian di ruang lingkup pencegahan penyakit pada manusia, hewan, dan lingkungan pun sudah dilaksanakan sejak silam. Meski demikian, keberadaan ADPRC akan melebarkan sayap para peneliti yang sudah lama berkiprah itu.

Sejauh ini, kata Suwarno, pihaknya sudah giat melakukan kajian terhadap enam penyakit “strategis” yang meresahkan masyarakat di Indonesia bahkan dunia. Yakni, Antraks, Rabies, Avian Influenza, Leptospirosis, Pes, dan Brucellosis.

Antraks umumnya menyerang hewan seperti kambing atau domba dan babi. Brucellosis umumnya menyerang sapi. Rabies umumnya menyerang anjing, kucing dan kera. Avian Influenze menyerang unggas. Sedangkan leptospirosis dan Pes menyerang tikus. Namun, semua penyakit itu bisa pula menyerang dan memberi dampak buruk pada manusia.

Sejauh ini, kajian yang dilakukan fokus pada tiga item. Yakni, Rabies, Avian Influenza, dan Brucellosis. Meski bukan berarti, tiga item lain dikesampingkan sepenuhnya. Nah, dengan adanya ADPRC, dipastikan semua item akan ditelaah secara mendalam dan berkelanjutan.

“Basis pengetahuan, peralatan, dan pengalaman kami sudah memadai. Tinggal mengerahkannya sekuat tenaga demi menjaganya tetap berkelanjutan,” ujar Suwarno.

Selama ini, tim UNAIR memang sudah dikenal publik atas kepiawaiannya melakukan pencegahan avian influenza atau flu burung. Bahkan, tak sedikit pakar kampus ini yang sudah memiliki pengalaman dan diakui di level internasional.

Tak hanya itu, persoalan brucellosis yang biasanya terjadi pada sapi dan bisa memberi efek negatf pada manusia pun ditangani oleh UNAIR. Khususnya, di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Sebab, provinsi ini merupakan salah satu produsen daging sapi terbaik di Indonesia.

Penyakit yang satu ini bisa memberi dampak sistemik. Karena, berhubungan dengan proses kehamilan yang gagal atau keguguran. Masyarakat atau peternak sapi adalah pihak yang biasanya menjadi korban dari kerugian finansial semacam ini. (*)