BEM FST UNAIR Fokus Pada Lima Ruang Kolaborasi Inovasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ketua dan Wakil Ketua BEM FST UNAIR 2022 Muhammad Anang Jazuli dan Firman Hidayat. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS –Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (BEM FST) UNAIR 2022 kini memiliki pemimpin baru. Muhammad Anang Jazuli dan Firman Hidayat resmi dilantik sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM FST UNAIR 2022 beberapa waktu lalu. Dengan mengusung semangat Kabinet Kolaborasi Inovasi, mereka ingin menjadikan BEM FST UNAIR sebagai ruang kolaborasi inovasi bagi mahasiswa FST.

Muhammad Anang Jazuli menyebutkan bahwa Kabinet Kolaborasi Inovasi sesuai dengan Visi besar BEM FST UNAIR. Mereka yakin semua orang punya potensi untuk bisa dikolaborasikan. Potensi tersebut harus diiringi dengan semangat berinovasi menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan yang terjadi.

Tagline yang kami bawa yaitu Kolaborasikan Potensi, Berani Berinovasi,” jelasnya.

Anang ingin mentrasnformasikan BEM FST UNAIR 2022 sebagai Ruang Kolaborasi Inovasi  bagi seluruh entitas yang ada di FST UNAIR. Kepengurusan BEM FST harus mentransformasikan inovasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dan tantangan.

“Sekaligus kami ingin mendobrak budaya pendahulu yang inefektif dan monoton,” ucapnya.

Langkah yang mereka ambil dalam mewujudkan Ruang Kolaborasi Inovasi yaitu dengan membangun lima ruang utama sebagai fokus utama organisasi. Ialah ruang internal, ruang jejaring, ruang pelayanan, ruang pengembangan potensi, dan ruang pergerakan mahasiswa.

“Harapannya dengan ruang tersebut akan menjadi kemudahan seluruh entitas yang ada di FST dalam berkarya dan berkontribusi,” imbuhnya.

Program kerja yang BEM FST UNAIR usung banyak yang berorientasi dalam mewujudkan organisasi yang berbasis data. Sebagai bagian dari FST yang identik dengan sains dan teknologi, BEM FST harus mampu menjadi pelopor organisasi yang berbasis data di lingkungan UNAIR.

“Kami juga akan membuat program kerja FST Mentorship Academy sebagai wujud menghadirkan ruang pengembangan potensi yang lebih konkrit, real, dan sesuai minat serta kebutuhan mahasiswa,” tuturnya.

Program kerja (proker) FST Mentorship Academy didesain dalam bentuk mentoring dan bootcamp. Proker akan berfokus pada beberapa pilihan pengembangan diri.

“Di antaranya adalah kepemimpinan, akademik dan prestasi, pasca kampus, serta digitalisasi dan komunikasi visual,” paparnya.

Dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), BEM FST UNAIR  berencana untuk mengawal implementasi Green Campus di UNAIR. Isu tersebut akan dikawal oleh Departemen Lingkungan Hidup dan Departemen Kajian dan Aksi Strategis.

Pada akhir, Anang berharap BEM FST UNAIR dapat mewujudkan visi misi dan segala rancangan yang telah disusun di awal kepengurusan. Semoga BEM FST UNAIR mampu menjadi ruang tumbuh yang harmonis, selaras, dan adaptif bagi seluruh mahasiswa FST UNAIR.

“Tentu tidak hanya bagi pengurusnya saja, BEM FST UNAIR harus mampu memberikan kontribusi nyata yang berdampak bagi FST, UNAIR, dan Indonesia,” terangnya. (*)

Penulis :  Sandi Prabowo

Editor  :  Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp