Dorong Mahasiswa Mengikuti Kompetisi, AUBMO SIKIA UNAIR Gelar Pelatihan CREASY

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sesi Foto Pemberian Ucapan Terimakasih Kepada Pemateri Muhammad Anang Jazuli (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga (AUBMO), Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Banyuwangi dorong mahasiswa untuk berkompetisi di bidang akademik melalui pelatihan CREASY (Create Great Youth Through Essay). Kegiatan tersebut mengusung tema “Pembelajaran Kreatif dan Kolaboratif dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045” yang dilaksanakan pada Sabtu, (2/4/2022) melalui platform Zoom Meeting.

Kepada UNAIR NEWS, Dhea Hera selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu cara untuk memfasilitasi mahasiswa di bidang kepenulisan.

“Banyak mahasiswa yang memiliki keinginan untuk ikut lomba tapi masih merasa belum percaya diri karena merasa belum punya wawasan di bidang kepenulisan salah satunya esai. Maka dari itu kami berusaha memfasilitasi teman teman Bidikmisi dan KIPK,” ujarnya.

Selain mengadakan pelatihan penulisan esai, imbuh Dhea, kegiatan tersebut juga memiliki program lanjutan berupa lomba esai tingkat nasional yang dapat diikuti oleh mahasiswa bidikmisi dan KIPK dari seluruh perguruan tinggi. 

Nah saat pelaksanaan lomba tersebut, teman teman yang sudah mengikuti pelatihan ini bisa langsung menguji wawasan dan skill nya melalui perlombaan esai,” tuturnya.

Menghadirkan pembicara dari Mahasiswa Program Studi Kimia UNAIR, Muhammad Anang Jazuli selaku peraih penghargaan medali emas dalam ajang PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), pada kesempatan tersebut ia mengulas mengenai teknik penulisan esai. Dirinya menjelaskan bahwa dalam menulis esai hal yang paling penting berada pada opini penulis.

“Ketika kita berbicara mengenai esai itu berisi tujuh puluh persen opini dan tiga puluh persen fakta yang lebih banyak di dalam pendahuluan atau rumusan masalah. Di bagian pembahasan dan penutup berisi dari opini penulis,” jelasnya. 

Tak hanya itu, Anang juga membagikan karakteristik yang membedakan antara esai dengan karya tulis ilmiah.  “Dalam menulis esai bahasa yang digunakan harus menarik dan menyenangkan, lebih banyak opini dari penulis, gagasan futuristik, dan solusi yang diberikan lebih simple,” tuturnya. 

Sementara itu, Nanda Eka Putri selaku panitia pada kegiatan tersebut berharap agar kedepannya kegiatan pelatihan esai dapat terus berjalan dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi. “Semoga kedepannya bisa lebih lancar lagi dan lebih banyak lagi teman-teman yang ikut pelatihan esai. Satu lagi harapannya semoga materi yang disampaikan bisa langsung bermanfaat ke para peserta dan diimplementasikan dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Indah Ayu Afsari

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS