Peran Dukungan Sosial Bagi Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Rantau

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Hipwe

Melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi merupakan suatu tujuan bagi sebagian besar orang di Indonesia. Hal ini seringkali membuat individu terpaksa untuk merantau dan meninggalkan  kampung halamannya. Adaptasi dan perubahan pola interaksi, gaya hidup, peran dan tanggung jawab seringkali diperlukan untuk bisa bertahan di perantauan. Hal ini juga dialami oleh mahasiswa yang melanjutkan studi diluar daerah asalnya. Perbedaan bahasa, budaya, dan adat istiadat antara darah asal dengan tempat mahasiswa menempuh studi menyebabkan munculnya berbagai persoalan psikososial seperti culture shock, homesick, dan kurangnya komunikasi dengan kerabat dekat. Mahasiswa yang tidak dapat melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan yang baru akan rentan mengalami stress yang akan mempengaruhi kesejahteraan psikologisnya. Beberapa penelitian mengenai mahasiswa rantau menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa rantau memiliki kesejahteraan psikologis yang rendah. 

Beberapa penelitian menemukan bahwa individu akan dapat mencapai fully functioning dengan adanya dukungan sosial. Menurut Cohen dan Syme 1985 dalam Zimet (1988) dukungan sosial merupakan salah satu faktor positif yang dapat membantu sebagai sarana dalam memelihara kesehatan mental. Dukungan sosial merupakan salah satu media untuk meningkatkan harga diri dan juga perasaan positif sehingga individu dapat mengatasi tekanan yang ia alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa rantau di Universitas Airlangga Surabaya. 

Penelitian ini melibatkan 226 mahasiswa Universitas Airlangga yang berasal dari luar daerah Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS 25 for Mac. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari 187 (80.12%) mahasiswa berjenis kelamin wanita dan 39 (17%) orang mahasiswa berjenis kelamin pria. Berdasarkan usia, partisipan dalam penelitian ini berusia antara 18-24 tahun. Kelompok usia terbanyak adalah subyek dengan usia 21 tahun yanitu sebesar 51 mahasiswa atau 22,2% dari total populasi. Kelompok usia terbanyak kedua yaitu subyek berusia 20 tahun sebanyak 47 mahasiswa atau 20,4% dan urutan terakhir adalah kelompok yang berusia 19 tahun sebanyak 44 mahasiswa atau 2,2%.

Berdasarkan hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa dukungan sosial berhubungan dengan kesejahteraan psikologis mahasiswa rantau Universitas Airlangga dengan nilai korelasi sebesar 0,018. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa rantau Unversitas Airlangga bersifat positif. Dengan demikian, dukungan sosial akan berbanding lurus dengan kesejahteraan psikologis mahasiswa Universitas Airlangga yang berasal dari luar daerah Surabaya. Dengan kata lain, mahasiswa yang menerima dukungan sosial yang besar akan memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi. Hubungan positif antara dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis juga ditemukan pada mahasiswa rantau yang menempuh studi di Fakultas Psikologi Universitas Soegijapranata. 

Walaupun hasil analisa data menunjukkan hubungan yang positif antara dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis namun hubungan tersebut cenderung lemah. Hal ini terjadi disebabkan oleh beberapa variabel lain yang mempengaruhi hubungan antara dukungan sosial dengan kesejahteraan psikologis seperti usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, religuisita, kepribadian, pengeaman hidup, latar belakang budaya, dan kemampuan untuk mengendalikan diri. Hasil riset ini menunjukan bahwa dukungan sosial terbukti merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis mahasiswa rantau maka lingkungan keluarga dan institusi pendidikan hendaknya memberikan dukungan sosial khusunya pada mahasiswa rantau sehingga mereka memiliki ksejahteraan pikologis yang baik. Dukungan sosial yang dapat diberikan oleh keluarga contohnya pemenuhan kebutuhan hidup maupun dukungan emosional. Sedangkan institusi pendidikan dapat memberikan dukungan sosial  baik dalam bentuk pemberian layanan atau pun fasilitas yang dapat membantu mahasiwa rantau utuk mengatasi persoalan psikologisnya dan membantu mahasiswa rantau menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. 

Penulis: Listyati Setyo Palupi, S.Psi. M. DevPract 

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: 

https://www.e3s-conferences.org/component/makeref/?task=show&type=html&doi=10.1051/e3sconf/202020212026

Mahda Pramesti Rachmadhani, S. Psi & Listyati Setyo Palupi, S.Psi., M. DevPract (2020). The Relationship Between Social Support and Psychological Well Being of Indonesian Rural to Urban Migrant University Students in Universitas Airlangga. E3S Web Conf. 202 12026 (2020)

DOI: 10.1051/e3sconf/202020212026

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu