Peningkatan Kualitas Ephipia Melalui Pengganturan Nisbah Jantan Betina dalam Perkawinan Moina macrocopa

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi by Geograpik

Indonesia memiliki banyak spesies zooplankton yang  dapat  menjadikan Indonesia  sebagai  negara  yang berdikari  dalam  produksi akuakultur.  Pakan  alami  adalah  salah satu  kunci  sukses  dalam penyediaan benih  untuk   usaha   akuakultur.   Moina  macrocopa  adalah  zooplankton yang berukuran ±400-2000um  dengan nilai gizi yang tinggi  (protein 50-60%),  sebanding dengan gizi  Artemia. Harga kista Artemia  yang semakin meningkat menjadikan Moina sebagai  salah satu pilihan pakan alami bagi larva ikan dan udang, Produksi ephipia M. macrocopa   masih terkendala   baik secara kuantitas dan  kualitas,  ephipia, yang dihasilkan saat ini   memiki nilai daya tetas yang rendah.

M. macrocopa  tidak dapat melakukan transisi   dari reproduksi aseksual menjadi reproduksi seksual  secara langsung, tetapi  betina partenogenesis M. macrocopa  dapat menghasilkan  anak betina seksual dan jantan  dari perkembangan  telur partenogenesis  (Dodson  et al. 2010).  Hasil penelitian kami sebelumnya menunjukkan bahwa  anak jantan dan betina seksual M. macrocopa   dapat  dihasilkan  dari budidaya dengan  mengkondisikan beberapa  faktor induksi secara bersamaan meliputi  kepadatan, konsentrasi  suspensi dedak dan  kairomon  feses ikan (Mubarak et.al 2017).

Betina seksual  M. macrocopa  teriidentifikasi  menghasilkan telur seksual yang ditandai dengan  perubahan ovary  menjadi  berwarna gelap    pada umur  ke 75-80 jam (Gambar 1.). Dalam perkawinan  M macrocopa, apabila telur tidak dibuahi oleh jantan akan dikeluarkan sebagai ephipia tanpa telur atau rusak.  Kuantitas dan kualitas  jantan mempengaruhi banyaknya ephipium dalam ephipia atau banyaknya  ephipia   berisi dua telur.  Hasil  penelitian  kami  menunjukkan bahwa, nisbah   jantan dan betina dalam perkawinan M macrcopa   mempengaruhi banyaknya ephipia berisi dua telur dan   derajat penetasan ephipia yang dihasilkan secara nyata.Perkawinan M. macrocopa  dengan nisbah sex   jantan dan betina lebih dari   9:30,  menghasilkan ephipia berisi dua telur  sebesar 100%   dengan  derajat penetasan 38- 40%. Hasil   yang  didapat  ini  memberikan  optimisme potensi  produksi  ephippia  M  macrocopa

Penulis: A. S Mubarak

Sumber Jurnal: https://jcoagri.uobaghdad.edu.iq/index.php/intro/article/view/1311

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp