Green Supply Chain Management dan Inovasi Perusahaan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi by JournalsofIndia

Isu lingkungan muncul seiring dengan peningkatan kinerja perusahaan dan tantangan bagi dunia usaha. Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan menyumbang pangsa tertinggi PDB (Produk Domestik Bruto),  perusahaan manufaktur memiliki peran utama dalam industri di Indonesia, yaitu 46,5% dari total PDB  (Supply Chain Indonesia, 2010; Trading Economics, 2020), menyebabkan peningkatan pencemaran lingkungan yang tidak dikelola dengan  baik. Hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia dalam menangani dampak lingkungan, yang disajikan kedalam instrumen ekonomi lingkungan (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2017). Adanya tekanan dari pemerintah, persaingan usaha, masyarakat, dan investor, perusahaan memiliki keharusan dalam memperhatikan supply chain dan proses pengembangan bisnis terhadap lingkungan untuk memberikan manfaat bagi perusahaan kinerja dengan menerapkan innovation, sehingga chain management dan green innovation dinilai mampu meningkatkan kinerja perusahaan.

Penelitian ini menguji pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari green supply chain management, green innovation, dan kinerja perusahaan. Penelitian ini memberikan pengetahuan dan informasi terbatas tentang green supply chain management,  green innovation, dan kinerja perusahaan, yang masih adanya kesenjangan dalam hasil studi sebelumnya, khususnya pada perusahaan go-public di Indonesia. Implementasi dari green supply chain management adalah bagaimana perusahaan mendapatkan bahan dari pemasok, memprosesnya  menjadi barang jadi, dan mendistribusikannya kepada pelanggan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. Kemudian implementasi dari green innovation pada proses bisnis perusahaan dalam memproduksi produk memberikan perhatian besar terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Green innovation di perusahaan dapat memberikan penilaian komprehensif tentang green supply chain management untuk meningkatkan kinerja perusahaan (misalnya, internal environmental management, green purchasing, dan customer environmental cooperation). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kesadaran perusahaan untuk memenuhi tuntutan yang berasal dari faktor internal dan eksternal dalam menanggapi isu lingkungan.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam program PROPER di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2018. Kriteria pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dimana pada perusahaan memiliki laporan tahunan dan laporan keuangan untuk tahun 2010-2018. Dengan demikian, jumlah sampel yang digunakan adalah 488 perusahaan. Untuk menguji variabel, ia menggunakan STATA 16  untuk memeriksa hubungan langsung dan kalkulator Sobel (www.quantspsy.org) untuk memeriksa hubungantidak langsung.

Dalam penelitian ini, pada hipotesis pertama menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan green supply chain management melalui pemilihan pemasok yang khawatir tentang lingkungan akan dapat meningkatkan green innovation. Keputusan perusahaan untuk membeli bahan baku dari pemasok ramah lingkungan akan sangat mendukung keberhasilan green innovation. Hipotesis kedua menunjukkan bahwa ada hubungan antara green innovation dan kinerja perusahaan. Perusahaan yang mengimplementasikan green innovation, perusahaan dapat mengelola tekanan dari pesaing dan dapat meningkatkan penjualan yang akan berdampak pada kinerja perusahaan. Hipotesis ketiga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara green supply chain management dan kinerja perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan pengaruh secara tidak langsung antara green supply chain management dan kinerja perusahaan melalui mediasi green innovation. Dalam hal ini, green innovation dapat menengahi hubungan antara green supply chain management dan kinerja perusahaan. Permasalahan lingkungan dapat membuat perusahaan lebih memperhatikan green supply chain management pada saat proses pembelian bahan baku dari pemasok, dengan karakteristik yang ramah lingkungan dan mengadopsi green innovation untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang baik.

Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada perusahaan yang terdaftar pada program PROPER di Indonesia serta praktisi dalam meningkatkan kinerja perusahaan melalui pengelolaan green supply chain management dan green innovation. Terkait permasalahan dari dampak lingkungan, perusahaan di Indonesia dapat menerapkan green innovation dan pengelolaan green supply chain management untuk meningkatkan kinerja perusahaannya.

Penulis: Prof. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Novitasari, M., & Agustia, D. (2021). Green supply chain management and firm performance: The mediating effect of green innovation. Journal of Industrial Engineering and Management, 14(2), 391-403.http://dx.doi.org/10.3926/jiem.3384 http://www.jiem.org/index.php/jiem/article/view/3384

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp