Tak Hanya Buku, Perpustakaan UNAIR Sediakan Sarana Belajar dan Diskusi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dokumentasi kegiatan Workshop Open Educational Resources yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UNAIR. (Foto: Istimewa)
Dokumentasi kegiatan Workshop Open Educational Resources yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Perpustakaan selalu diidentikkan hanya sebagai tempat baca buku, mencari referensi, dan sejenisnya, namun definisi itu berbeda dengan perpustakaan yang ada di Universitas Airlangga (UNAIR). Perpustakaan yang tersebar di setiap titik kampus A, B, dan C itu tidak hanya menyediakan koleksi buku, namun juga beragam fasilitas sarana untuk mahasiswa maupun masyarakat secara umum.

Suhernik, S.Sos., M.Si., sebagai kepala perpustakaan menyebutkan bahwa fasilitas di perpustakaan UNAIR terbagi menjadi dua, yaitu fasilitas untuk mendukung kegiatan pembelajaran mahasiswa dan fasilitas untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan.

“Kami tidak hanya memfasilitas mahasiswa untuk mempermudah proses pembelajaran, tetapi juga mendukung mahasiswa dalam rangka melaksanakan kegiatan yang tidak ada di kampus,” terangnya.

Fasilitas Pembelajaran

Untuk mendukung kegiatan belajar yang memadahi, Perpustakan UNAIR memiliki bahan pustaka lengkap yang bisa diakses secara online maupun cetak. Tercatat jumlah koleksi buku saat ini adalah sebanyak 145.148 judul buku dengan total 210.482 jumlah exemplar, 95.572 jumlah repository yang berisi karya ilmiah, dan 11.484 jumlah Ebooks.

“Perpustakaan juga menyediakan banyak ruang koleksi, seperti koleksi khusus yang isinya buku-buku terbitan 5 tahun terakhir, koleksi referensi, koleksi Ksatria Airlangga yang menyimpan buku-buku hasil tulisan civitas akademika, dan masih banyak lagi,” terang wanita yang kerap disapa Hernik.

Hernik menyebutkan bahwa perpustakaan juga menyediakan Ruang Belajar Individu (RUBELIN) bagi mahasiswa yang ingin belajar secara privat, ruang khusus diskusi, dan ruang Parlina yang bisa dimanfaatkan untuk menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan.

Foto Kepala Perpustakaan UNAIR, Suhernik, S.Sos., M.Si.,

Beragam Kegiatan Menarik 

Selain fasilitas pembelajaran, perpustakaan UNAIR juga sering menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum. Beberapa kegiatan itu, lanjut Hernik di antaranya adalah pengabdian masyarakat dengan membina 12 taman baca di lembaga pendidikan sekitar UNAIR dan Madura, bekerja sama dengan komunitas untuk menampilkan karya-karya mahasiswa, workshop, seminar, ngobrol bareng, dan beragam pelatihan lainnya.

“Paradigma perpustakaan dulu dengan sekarang sudah berbeda. Saat ini, orang datang ke perpus itu tidak hanya untuk diam lalu duduk membaca, jadi kami juga memiliki program akustik dimana mahasiswa yang memiliki skill bermusik bisa tampil selama satu jam di perpustakaan,” jelas wanita 54 tahun itu.

Selain itu, Hernik juga menjelaskan bahwa perpustakaan UNAIR memiliki American Corner dan Aussie Corner. Di tempat itu, pengunjung bisa belajar mengenai budaya, bahasa, politik, dan berbagai hal tetang dua negara tersebut.

Pelayanan Selama Pandemi

Tidak dapat dipungkiri Pandemi Covid-19 menyebabkan berbagai layanan di perpustakaan UNAIR harus mengalami perubahan. Saat ini perpustakaan melakukan pembatasan pengunjung dan segala akses buku maupun referensi lainnya bisa diakses secara online, namun meski sudah membuka kunjungan secara luring sejak 4 April lalu, Hernik menyebut jumlah pengunjung mengalami penurunan drastis. Sebelum pandemi terhitung pengunjung perpustakaan adalah 3000 orang per harinya, namun saat ini hanya sekitar 60 orang yang berkunjung.

“Kami akan terus melakukan pengembangan guna memenuhi kepuasaan pengunjung dengan memberikan pelayanan, fasilitas, dan program yang menarik,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nikmatus Sholikhah

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp