Kewirausahaan Sosial Perempuan pada Usaha Mikro dan Kecil

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh heta news

Usaha Mikro dan Kecil (UMK) adalah salah satu aktor kunci dari proses pembangunan ekonomi, yang terbukti dapat bertahan di masa krisis ekonomi yang melanda dunia dan termasuk Indonesia. Dampak krisis yang masih terasa, bisa dilihat dari ketinggian kemiskinan dan pengangguran. Berdasarkan pengalaman nyata tersebut, pemberdayaan dan pengembangan UMK dapat dijadikan sebagai salah satu prioritas dalam penanganan masalah ekonomi, karena pemberdayaan UMK adalah salah satu dari beberapa alternatif penting yang dapat mengurangi beban berat yang dihadapi ekonomi negara. Kartasasmita (1996), menyatakan bahwa UMK menjadi elemen penting dalam konsep pengembangan dan perencanaan industrialisasi di negara-negara berkembang, dan juga merupakan usaha yang padat karya yang menjadi faktor penting dalam pekerjaan untuk menghasilkan produk yang bernilai bagi para penggunanya.


Gerakan ‘Aisyiyah sebagai organisasi dari Muhammadiyah telah berusia lebih dari satu abad,   sedang mengembangkan gerakan pembaruan yang diperlukan untuk menanggapi masalah ekonomi bangsa, yakni dengan mengembangkan pengetahuan ekonomi, seperti merancang ulang beberapa aspek manajemen organisasi UMK, sehingga mampu menggerakkan roda usaha secara optimal. Oleh karena itu memberdayakan masyarakat kelas bawah terutama perempuan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat dengan memberikan modal manusia yang diperkuat, sehingga kewirausahaan sosial perempuan merupakan daya tahan ekonomi.

Charantimath (2005; Nieva, 2015) menegaskan bahwa partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi diperlukan tidak hanya dari sudut pandang sumber daya manusia, akan tetapi juga penting untuk upaya meningkatkan status perempuan dalam masyarakat. Status ekonomi perempuan sekarang diterima sebagai salah satu indikator dari tahap perkembangan masyarakat. Oleh karena itu, menjadi penting bagi pemerintah untuk membingkai kebijakan untuk pengembangan kewirausahaan di kalangan perempuan.


Gerakan ‘Aisyiyah melalui Program Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah (BUEKA) adalah kegiatan yang tidak hanya meningkatkan kesadaran dan kepedulian, tetapi juga untuk mencapai komunitas sosial ekonomi yang layak, dan itu dilakukan untuk mengubah dan menuju kehidupan yang lebih baik. Gerakan ‘Aisyiyah sedang mengembangkan berbagai program melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) dengan turunan program BUEKA.

Gerakan ‘Aisyiyah dengan motif untuk membawa realisasi agama dan sosial, mengundang dan mengajak warganya untuk menciptakan masyarakat “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur”, kehidupan yang bahagia dan sejahtera yang penuh dengan berkah dan nikmat dari Allah SWT. Dalam hal ini ‘Aisyiyah memiliki pendirian bahwa martabat perempuan Indonesia tidak akan bisa meningkat tanpa meningkatkan kemampuan ekonomi. Sebagai mahluk yang paling baik, manusia diberi mandat sebagai khalifah di Bumi. Dan karenanya bertanggung jawab atas keberlangsungan hidupnya dengan menjadi ummat yang layak (khairul ummah). Kondisi khairul ummah akan terwujud jika mampu mengembangkan potensi diri terkait dengan pendidikan, kekayaan, kesehatan jasmani dan rohani, sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain.

Masalah ekonomi adalah masalah dasar dalam kehidupan manusia. Diperlukan adanya kemandirian dengan dukungan kemampuan ekonomi keluarga, melalui program-program yang diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan. ‘Aisyiyah sedang merancang program pemberdayaan perempuan melalui MEK, dengan program utama yang tertanam dalam BUEKA, dan program di setiap tempat yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan, atau sesuai dengan kearifan lokal. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Ikatan Pengusaha ‘Aisyiyah  (IPAS)   melalui program BUEKA, diperlukan untuk terus diperkuat dan ditingkatkan, sehingga realisasi dan keterampilan bisnisnya selalu diasah dan tujuan masyarakat yang sejahtera dengan Konsep kewirausahaan sosial dapat diwujudkan.  

Seorang wanita sangat mungkin untuk tidak bergantung, yakni bisa mandiri, memiliki semangat sosial yang tinggi, meskipun dia memiliki mengurus keluarga. Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan dengan BUEKA sebagai program utama, benar-benar berusaha melakukan pemberdayaan bagi wanita sebagai bentuk tanggung jawab moral agama, dengan memberikan solusi ekonomi.

Kewirausahaan sosial telah menjadi fenomena baru di berbagai negara, pelaksanaan berbagai program dan kegiatan sosial kewirausahaan sedang dilakukan untuk mengurangi masalah sosial dan memberantas kemiskinan di masyarakat. Oleh karena itu ‘Aisyiyah memberikan fasilitas untuk terhubung dengan pengusaha yang sudah mapan serta ke berbagai pengusaha pemula dan juga ke agen terkait, seperti entitas industri dan bisnis Muhammadiyah. ‘Aisyiyah juga membantu hubungan dengan pihak eksternal lain yang dibutuhkan, seperti Lembaga Keuangan serta Asosiasi Kerja atau kerja sama dengan pihak lain. Termasuk membantu lebih baik dalam teknik operasional dan manajemen pemasaran, baik secara manual maupun online.

Penulis Artikel Ilmiah Populer:   Muslich Anshori

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat di:

http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jibe/

Nurul Asfiah, Muslich Anshori, Imron Mawardi (2018).  Analysis of Women Social Entrepreneurship on Micro and Small  Enterprises

Journal of Innovation in Business and Economics

Vol. 02  No. 01 June 2018 Page 1-12

P-ISSN: 2580-9431 E-ISSN: 2581-2025

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).