Pakar Ekonomi Islam UNAIR: Pemuda Harus Manfaatkan Potensi yang Dimiliki

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Drs. Ec. Suherman Rosyidi., M.Com. (kiri) saat mengisi talkshow pada acara Sharia Fair, 15 Oktober 2019, bertempat di di Atrium Tunjungan Plaza 1. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HIMA EKIS) Universitas Airlangga (UNAIR) pada Selasa (15/10/2019) menggelar talkshow dalam acara Sharia Fair. Acara yang diselenggarakan di Atrium Tunjungan Plaza 1 itu bertajuk Islamic Youth Empowerment.

Talkshow diisi langsung oleh pakar ekonomi Islam sekaligus dosen Ekonomi Islam UNAIR Drs. Ec. Suherman Rosyidi., M.Com. Talkshow dimoderatori oleh Eko Kurniawan, mahasiswa semester lima Ekonomi Islam UNAIR.

Dalam talkshow bertema pemberdayaan pemuda Islam itu, Suherman menyampaikan dengan mengutip dari sebuah hadist, bahwa kehidupan seorang pemuda itu harus mempunyai dua kriteria, yaitu memiliki ilmu dan taqwa. Sehingga, tidak sia-sia masa mudanya.

“Jika ilmu dan taqwa ini tidak terdapat dalam diri seorang pemuda, maka bertakbirlah untuknya empat kali, artinya selenggarakan sholat jenazah untuknya,”  ucap Suherman.

Dalam kesempatan itu Suherman juga menjelaskan tentang keistimewaan seorang pemuda. Menurutnya, dalam sebuah hadist disebutkan terdapat tujuh orang yang merupakan ahli surga, salah satunya adalah pemuda yang ta’at.

“Pemuda yang dimaksud di sini adalah anak muda yang menggunakan masa mudanya untuk menghambakan diri kepada agamanya dengan menjadi tentara Allah. Salah satu caranya dengan belajar dengan baik, apalagi belajar tentang Islam. Contoh nyatanya tidak ada mahasiswa yang berbuat curang pada saat ujian,” jelasnya.

Suherman juga menjelaskan tentang peran pemuda untuk ikut serta dalam mendakwahkan Ekonomi Islam. Menurutnya, masalah ekonomi merupakan masalah yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jika masalah ekonomi tidak dapat diatasi, maka semuanya akan rusak. Sehingga, setiap pemuda, terutama mahasiswa Ekonomi Islam, mempunyai peran masing-masing untuk mendakwahkan ekonomi Islam.

“Setiap pemuda mempunyai potensi masing-masing yang saya tidak tahu. Di antara kalian ada yang pandai bercerita, berceritalah! Ada yang pandai gambar, gambarlah! Sehingga dakwahkan ekonomi Islam dengan potensi yang kalian miliki,” terangnya.

Terdapat tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh pemuda muslim pada zaman seperti sekarang. Menurutnya, tantangan terbesar yang harus dihadapi pemuda zaman sekarang adalah godaan setan. Hal tersebut yang dinamakan sebuah cobaan dan halangan, sehingga membuat para pemuda menjadi seorang yang lupa diri dan menjadi makanan sehari-hari bagi setan dan akan terus dihadapi sampai kapanpun.

“Setiap masa memiliki masalah yang berbeda. Tetapi secara keseluruhan ada yang sama, dan hari demi hari akan menampakkan buktinya, yaitu cobaan materialisme, hukum serba benda, dan dunia dipuja-puja,” sambungnya.

Adapun ciri-ciri materialisme menurut Suherman yang dikutip dari sabda Rasulullah SAW yakni, pertama, kikir yang ditaati. Kedua, hawa nafsu yang dijadikan sebagai rujukan. Ketiga, dunia didahulukan. Dan yang terakhir adalah setiap orang kagum dengan buah pikirannya sendiri.

Di akhir talkshow, Eko sebagai moderator menutup dengan merangkum materi yang disampaikan Suherman.

“Bahwasanya sebagai pemuda harus menjadi kemudi dan menjadi orang yang mengarahkan sesuatu yang kita pimpin menjadi sesuatu yang mengarah kepada Islam,” tutup Eko.

Penulis: Febrian Tito Zakaria Muchtar

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).