UNAIR Ambil Sumpah 17 Apoteker Baru Periode 107

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
WAKIL Rektor III UNAIR Prof. Ir. Mochamad Amin Alamsyah, M.Si., Ph.D, menyalami salah seorang apoteker yang dikukuhkan dalam Upacara Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Periode 107 di Ruang Serbaguna, Fakultas Farmasi, Kampus C UNAIR, pada Selasa (26/3/2019). (Foto: Nindiya)
WAKIL Rektor III UNAIR Prof. Ir. Mochamad Amin Alamsyah, M.Si., Ph.D, menyalami salah seorang apoteker yang dikukuhkan dalam Upacara Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Periode 107 di Ruang Serbaguna, Fakultas Farmasi, Kampus C UNAIR, pada Selasa (26/3/2019). (Foto: Nindiya)

UNAIR NEWS – Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga sukses mengadakan Upacara Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Periode 107 pada Selasa (26/3/2019). Pengambilan sumpah apoteker itu diadakan di Ruang Serbaguna, Fakultas Farmasi, Kampus C UNAIR, Mulyorejo, Surabaya.

Dalam acara pengambilan sumpah apoteker tersebut, dilantik sebanyak 17 apoteker baru. Sejumlah jajaran pimpinan UNAIR turut hadir dalam acara itu. Turut hadir, antara lain, Dekan Fakultas Farmasi UNAIR Dr. Umi Athiyah MS.; Wakil Rektor III UNAIR Prof. Ir. Mochamad Amin Alamsyah, M.Si., Ph.D, dan Yusuf Dettie Yuliati sebagai perwakilan dari Pusat Pengurus (PP) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Dalam sambutannya, Dr. Umi menyampaikan saat ini apoteker tengah dihadapkan pada era disrupsi. Perkembangan IT (informasi dan teknologi) sangatlah pesat. Di sisi lain, pengetahuan masyarakat mengenai apoteker masih sangat kurang.

”Inilah yang menjadi tugas apoteker untuk terus menyampaikan pengetahuannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Dr. Umi menambahkan apoteker berperan sangat penting, mulai tahap pembuatan obat, penyiapan obat, hingga obat sampai di tangan pasien serta memberikan efek terapi. Apoteker harus bisa menyampaikan pengetahuan obat kepada masyarakat.

”Informasi mengenai obat bahwa obat bisa menjadi drugs dan medicine bergantung tujuan dan cara penggunaannya. Apoteker harus memantau penggunaan obat di masyarakat agar tidak terjadi misuse dan abuse,” tegasnya.

Selain itu, tutur Dr. Umi, apoteker harus terus berusaha untuk bisa mengisi seluruh wilayah Indonesia. Mengamalkan seluruh pengetahuan keilmuannya untuk mengabdi kepada masyarakat Indonesia. Tujuannya, seluruh masyarakat bisa merasakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata.

”Tidak membeda-bedakan dan harus merata serta menyeluruh,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Prof. Ir. Mochamad Amin Alamsyah, M.Si., Ph.D., yang mewakili rektor menyampaikan sejumlah hal penting kepada ke-17 apoteker. Di antaranya, para apoteker diimbau untuk memegang teguh nilai-nilai UNAIR dan kesehatan.

”Para Apoteker baru diharapkan bisa tetap memegang teguh isi sumpah. Apoteker harus bisa menjelaskan tentang obat, cara pemakaian, juga peresepan yang rasional,” katanya.

WAKIL Rektor III UNAIR Prof. Ir. Mochamad Amin Alamsyah, M.Si., Ph.D, tengah saat sesi foto bersama 17 apoteker yang diambil sumpah pada Selasa (26/3/2019) di Ruang Serbaguna, Fakultas Farmasi, Kampus C UNAIR, pada Selasa (26/3/2019). (Foto: Nindiya)
WAKIL Rektor III UNAIR Prof. Ir. Mochamad Amin Alamsyah, M.Si., Ph.D, tengah saat sesi foto bersama 17 apoteker yang diambil sumpah pada Selasa (26/3/2019) di Ruang Serbaguna, Fakultas Farmasi, Kampus C UNAIR, pada Selasa (26/3/2019). (Foto: Nindiya)

Apoteker lulusan UNAIR, sebut Prof. Amin, harus bisa berkontribusi secara meyakinkan di tengah masyarakat. Khususnya di tengah-tengah problem masyarakat perihal bidang obat.

”Apoteker diminta untuk terus berkarya sesuai dengan semua pegetahuan yang diperoleh dari Universitas Airlangga. Dengan tetap berlandas pada nilai yang dikembangkan UNAIR, yaitu excellence with morality,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Sukma Cindra P.

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).