Webinar Manajemen FEB Bahas Tantangan BUMN Tahun 2022

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan webinar Management Outlook 2022 pada Kamis (20/1/22) melalui Zoom Meeting. Webinar dengan tema The Challenges itu menghadirkan pembicara dari Anggota III BPK RI, Dr. Achsanul Qosasi, CSFA., CFrA.

Pada awal, Achsanul menyampaikan tantangan ekonomi yang akan dihadapi Indonesia tahun 2022. Achsanul menyebut ada beberapa tantangan ekonomi Indonesia dalam berbagai aspek, antara lain normalisasi kebijakan di negara maju dan ketidakpastian pasar keuangan global, meluasnya sistem pembayaran digital antarnegara dan risiko aset kripto, tuntutan ekonomi hijau, dan kesenjangan untuk perlunya inklusi ekonomi.

“Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2022 terdapat dalam berbagai aspek. Seperti biasa sejumlah aspek dipertimbangakan dalam APBN 2022, bahwa nanti di 2022 Indonesia akan menjadi tuan rumah G20, dan ini terhadap pelibatan UMKM menjadi penting peran kita semua,” jelasnya.

Selanjutnya Achsanul menyebut BUMN mengalami beban dan tantangan luar biasa untuk tiga tahun ke dapan. Tantangan BUMN yang disebut Achsanul ada empat aspek sebagai berikut,

1. Aspek strategi meliputi belum sinerginya strategi pengembangan hulu-hilir dan lintas sektor, serta masih ada kompetisi dan duplikasi bisnis BUMN di sektor yang sama.

2. Aspek regulasi meliputi komplesitas dan tumpang tindih peraturan lintas sektor, banyak pemangku kepentingan baik eksternal maupun internal, dan pengambilan keputusan kurang efektif.

3. Aspek keuangan meliputi kapasitas investasi terbatas, cost of founds yang kurang kompetitif, dan fundraising yang masih terbatas pada instrument tradisional.

4. Aspek SDM meliputi pengembangan SDM strategi belum berorientasi hasil, sistem SDM dan budaya kerja masih mengikuti pola birokrasi, terjadinya kesenjangan pada sistem pengelolaan dan kualitas SDM di antara BUMN, dan masih terjadi talent shortage.

“BUMN saat ini mengalami beban di luar kemampuannya. Sejumlah BUMN di tahun 2021 tantangannya luar biasa bahkan di dalam Renstra Kementrian BUMN pun strateginya juga masih dibutuhkan untuk kerja keras yang luar biasa untuk tiga tahun ke depan dengan sejumlah alasan yang mereka miliki saat ini,” jelasnya.

Pada akhir, Achsanul menyampaikan digital transformation yang diminta oleh negara salah satunya adalah employement skills. Pemerintah memberikan anggaran cukup besar untuk Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas yang dibangun di seluruh Indonesia dengan tujuan mencetak tenaga potensial.

“Pemerintah memberikan anggaran yang cukup besar untuk BLK komunitas yang dibangun lewat Kemnaker. Diharapkan BLK komunitas yang dibangun di seluruh Indonesia dapat meningkatkan skill tenaga kerja kita agar betul-betul bisa dimanfaatkan oleh industri,” tuturnya. (*)

Penulis: Wiji Astutik

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp