Perjuangan Sheila Sabika Sabet Predikat Ning Surabaya 2021

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sheila Sabika (kanan), saat menerima penghargaan sebagai Ning Surabaya 2021. (Foto: dokumen pribadi)

UNAIR NEWS – ‘Seperti mimpi’ itulah yang dirasakan oleh Sheila Sabika Amani Naura, salah satu dari Ksatria Airlangga angkatan 2020. Pasalnya, mahasiswi Departemen Bahasa dan Sastra Inggris di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) ini berhasil menyabet predikat sebagai Juara Pertama untuk Duta Wisata Ning Surabaya Tahun 2021.

Gadis kelahiran tahun 2000 tersebut mengaku sempat tidak percaya atas pencapaiannya itu. “Sempat terlintas di pikiran Sheila seperti tidak percaya atas capaian ini. Tapi Alhamdulillah Sheila bahagia dan bersyukur karena mengingat Sheila sudah mengusahakan yang maksimal untuk seleksi Pemilihan Cak Ning Surabaya 2021,” ungkapnya.

Terus berlatih menjadi kunci kesuksesannya. Sheila bercerita, bahwa dirinya tidak kenal lelah untuk mengasah kemampuannya dan menambah wawasan. 

“Karena komunikasi merupakan salah satu aspek penting di kompetisi ini, jadi Sheila latihan bicara di depan kaca. Tujuannya agar Sheila dapat melihat penampilan diri dan mengoreksi kekurangan. Selain itu Sheila juga memperdalam wawasan tentang Kota Surabaya dan menyiapkan pakaian-pakaian terbaik untuk kompetisi ini, sesuai yang telah ditetapkan,” paparnya.

Sheila mengatakan, perjuangannya tidak dapat dibilang singkat. Terhitung sejak 2 November 2021 sampai 27 November 2021, Sheila harus menjaga semangatnya untuk kompetisi tersebut. 

Beruntung, banyak pihak yang mendukungnya. Tidak hanya keluarga, namun juga para kerabat. “Mereka adalah Ayah, Ibu, kakak dan adikku, Kak Fahmi, Kak Oksy, Adik Ayman, Monty Iis, Pak Yudi, Pak Yono, Tante Hera, Lili, Fadil, Ilgen, Arya, Adeev, Irzan, serta Zhafira, Elfina, Adel, yang tidak pernah putus memotivasi, mendukung, bahkan membantu Sheila di segala persiapan dalam babak demi babak. Tidak lupa juga pasangan Sheila di semi final yakni Cak Ahmad dan Cak Ardhi di final raya (grand final, Red),” tutur Sheila.

Pada akhirnya semangat dan perjuangannya tersebut terbayar dengan air mata. Hal itu lantaran ia masih tidak menyangka dapat mengemban amanah sebagai Ning Surabaya 2021. “Terima kasih untuk orang-orang yang selama ini telah membantu Sheila,” sambungnya.  

Terakhir, Sheila juga tidak lupa memberi tips untuk sejawat lain yang ingin mengikuti kompetisi serupa. Ia menekankan, bahwa keberanian merupakan hal yang utama.

Bagi Sheila, keberanian adalah modal yang membawa kita terus maju. Lebih dari itu, keberanian juga akan mendorong kita melakukan usaha terbaik.

“Awalnya, harus berani daftar. Kemudian, berani juga untuk mengikuti setiap tahapan seleksinya. Selain itu, beranilah menunjukkan bahwa kamu itu langka dan merupakan orang yang terpilih,” pungkasnya. 

Penulis: Fauzia Gadis Widyanti

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp