Dekan FK UNAIR: Etika Jadi Nomor Satu di Dunia Kedokteran

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof.Budi Santoso dr., Sp.OG(K), Dekan FK UNAIR saat menjadi narasumber pada program Sudut Pandang TVRI pada Selasa (30/11). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

UNAIR NEWS – Menjalani profesi sebagai dokter artinya mengemban kewajiban sebagai pengabdi masyarakat. Tentunya profesi ini tidak dapat dipandang sebelah mata, butuh keilmuan serta kegigihan yang kuat untuk menjalani profesi dokter.

Tak cukup ilmu dan ketekunan, menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga(FK UNAIR), Prof.Budi Santoso dr., Sp.OG(K), melaksanakan peran sebagai dokter juga harus menomorsatukan etika. “Etika dan moral jadi nomor satu yang harus dipegang, baik saat menempuh pendidikan dokter, lulus, menjadi dokter, bahkan sampai ajal,” sebutnya.

Untuk itu, FK UNAIR sebagai salah satu kampus kedokteran terbaik di Indonesia, berkomitmen untuk meluluskan wisudawan yang tidak hanya unggul dalam bidang keterampilan dan keilmuan namun juga dalam moral. Hal ini terwujud dalam keikutsertaan FK UNAIR dalam Program Dasar Bersama (PDB), yakni mewajibkan mahasiswa semester satu untuk mengikuti mata kuliah Etika dan Humaniora.

“Tentu tagline Universitas Airlangga juga tidak hanya menjadi slogan, namun juga harus tergambarkan dalam satu proses pembelajaran, juga harus masuk dalam kurikulum. Salah satunya FK UNAIR dan fakultas rumpun saintek lainnya yang mengikuti Program Dasar Bersama,” tuturnya.

Fakultas kedokteran yang telah berdiri sejak 1954 tersebut juga memiliki tiga unit kerja yaitu unit komite etika penelitian, unit dewan etik dan unit etika dan humaniora kesehatan. “Jadi dalam meneliti tidak sembarang mengambil darah, jaringan atau bahkan wawancara, harus dikaji sehingga yang bersangkutan benar-benar dinyatakan layak dalam ethical clearance,” jelasnya dalam program televisi Sudut Pandang TVRI pada Selasa (30/11).

Bersama-sama mengawal tujuan mulia, ketiga unit tersebut tidak hanya mengkaji ethical clearance kepada mahasiswa ataupun mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis(PPDS), namun juga kepada dosen dan juga tenaga pendidikan di kampus. “Sehingga dosen dan tenaga pendidik dapat dijadikan role model, jadi guru digugu dan ditiru,” tambahnya.

Turut mendukung tagline Excellent with Morality, Dekan FK UNAIR berharap ke depannya warga atau alumni UNAIR mampu mengamalkan tagline tersebut untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Stefanny Elly

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp