FKM UNAIR Punya Konsep Kampus Merdeka Sejak Lama

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Pelatihan instalasi PLTS oleh Mahasiswa FKM di PT SEI Bandung. (Dok. FKM UNAIR)

UNAIR NEWS – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) sebagai bagian dari Universitas Airlangga turut menerapkan salah satu inovasi dari program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI) berupa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Melalui program ini kreativitas dan kemampuan mahasiswa dapat terfasilitasi lewat kesempatan belajar secara merdeka sesuai bakat dan minatnya.

Dekan FKM, Dr. Santi Martini, dr., M.Kes mengatakan bahwa sebelum program Kampus Merdeka diluncurkan oleh Kemendikbud Ristek RI, FKM telah menggunakan konsep serupa. 

“Sebelumnya konsep MBKM sudah lama dilakukan, sejak awal struktur kurikulum sudah ada PKL, magang yang bersifat wajib, dan penelitian untuk skripsi,” ujar Santi, Kamis (20/10/21) melalui Zoom. 

Dari penuturan Dr. Santi, terdapat 29 mahasiswa yang mengikuti program Kampus Merdeka yang disediakan Kemendikbud Ristek melalui seleksi dan dilaksanakan di dalam negeri seperti Studi Independen Bersertifikat, Kampus Mengajar, Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri, Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI), Riset berupa lolos pendanaan PKM, dan magang mandiri. Selain itu juga satu mahasiswa yang mengikuti IISMA di University of Glasgow, UK.

Mahasiswa FKM Pauline mengikuti program IISMA bersama mahasiswa Indonesia di UK. (Dok. Pribadi)

“Sekitar 10 tahun terakhir ini, FKM juga sudah masif menerapkan student exchange ke luar negeri dan mahasiswa mengikuti conference untuk presentasi paper ilmiahnya,” kata ahli epidemi tersebut. 

Selain itu di FKM sendiri juga terdapat proyek kemanusiaan terutama saat pandemi. “Dengan program ini banyak mahasiswa merespon dan terlibat langsung sehingga  kami sebagai pengelola turut mendukung mahasiswa untuk belajar dari stakeholder luar kampus,” terang Dr. Santi. 

Selaku Dekan, Dr. Santi mendukung penuh program yang diikuti mahasiswa, menurutnya dengan mengikuti program-program tersebut mahasiswa dapat menambah pengetahuan dan mengasah skill. Selain itu juga menambah jejaring dari mahasiswa tersebut. 

Dekan FKM, Dr. Santi Martini, dr., M.Kes

Meski dukungan dari fakultas untuk mahasiswa yang mengikuti Program Kampus Merdeka ini diberikan penuh, Dr. Santi mengatakan juga mengakomodir mahasiswa yang memilih untuk tetap belajar di kampus. 

“Kami sediakan kurikulum yang sudah exist di FKM, namun dengan adanya MBKM kami sepakat bahwa ini dapat mengakomodasi mahasiswa yang ingin tahu lebih banyak di luar kampus,” tuturnya. 

Menutup sesi wawancara Dr. Santi mengatakan agar program yang rencanakan berjalan dengan baik. “Selain kesiapan kurikulum juga terkait teknis pendanaan dari pemerintah, jika itu didapatkan mahasiswa akan mendapat support penuh untuk mengikuti pendanaan tersebut,” pungkasnya. (*)

Penulis : Tata Ferliana W. 

Editor : Binti Q. Masruroh 

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp