Fisika UNAIR Ajak Guru dan MGMP se-Kabupaten Gresik Dayagunakan Laboratorium dengan Manfaatkan Laser dan Teknologi 4.0

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Pengabdian masyarakat menjadi salah satu poin dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam implementasi pengmas, masyarakat menjadi unsur utama. Salah satunya adalah kelompok belajar, baik dalam sekolah maupun luar sekolah.

Sama halnya dengan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Departemen Fisika Universitas Airlangga (UNAIR) yang mengundang Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika se-Kabupaten Gresik dan guru serta siswa SMA, MA, dan SMK se-Kabupaten Gresik. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (25/09/21) tersebut berlangsung secara virtual melalui Zoom dan streaming YouTube.

Dalam sambutannya, Prof. Dr Retna Apsari M.Si, selaku koordinator pengabdian masyarakat menjelaskan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk menghilirisasi produk-produk kampus ke seluruh masyarakat. Selain itu, pengmas juga menjadi ajang silaturahim dan saling berbagi informasi antara perguruan tinggi dan SMA.

“Selama ini Departemen Fisika UNAIR rutin menyelenggarakan Pengmas. Sebelumnya kami selenggarakan di Jember. Tahun ini kami ke Gresik karena Gresik merupakan salah satu kabupaten binaan Universitas Airlangga,” terangnya.

Kegiatan yang dikoordinir oleh Bidang Keahlian Fotonika tersebut mengusung topik ‘Workshop Pemanfaatan Laser dan Teknologi 4.0 untuk Mendayagunakan Fungsi Laboratorium Fisika bagi Guru SMA, MA dan SMK di Kabupaten Gresik’.

Terdapat empat materi yang disampaikan, antara lain prinsip dasar laser dan aplikasinya di berbagai bidang, peran teknologi 4.0 untuk mendayagunakan fungsi laboratorium fisika, difraksi laser, dan penggunaan 3D printing untuk pembentukan scaffold material medis.

Herri Trilaksana S.Si., M.Si., Ph.D, selaku dosen Fisika memaparkan bahwa terdapat banyak teknologi yang berkembang baik di era 4.0, mulai dari fotonika, semikonduktor, hingga internet. Di era 4.0, sambungnya, termasuk dalam era cepat dengan semua serba cepat.

“Tantangannya adalah banyak-banyak pekerjaan yang terdestruktif.  Pertanyaannya adalah siapkah kita untuk ikut bersaing? Caranya adalah isilah celah yang ada. Saat ini era 4.0 berbarengan dengan pandemi sehingga menyebabkan semua seperti pensiun dini. Telah banyak pekerjaan yang dioperasikan jarak jauh hanya melalui handphone dan jaringan,” terangnya.

Perlu diketahui, kegiatan yang diadakan oleh Departemen Fisika itu mendukung ketercapaian SDGs ke 4 Quality Education dan SDGs ke 9 Industry Innovation and Infra structure. (*)

Penulis : Asthesia Dhea Cantika

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp