LPPM UNAIR dan UPTD Dinsos Babat Surabaya Sosialisasikan PHBS ke Penderita Kusta

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) LPPM UNAIR dihadapan sekitar 53 penderita kusta UPTD Dinsos Babat Surabaya (Foto: Fariz Ilham Rosyidi)

UNAIR NEWS – Dengan berlinang air mata, Moordiati S.S., M.Hum., Dosen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga berbicara tersedu di hadapan sekitar 53 penderita kusta di Babat Jerawat, Benowo, Surabaya pada Kamis pagi, 9 September 2021.

Tangisan Moordiati tak terbendung, lantaran mengingat kembali bagaimana dia menyaksikan perjuangan penderita kusta yang hidup ditengah keterbatasan, namun tetap semangat untuk melanjutkan hidup.

“Saya sebenarnya sudah lama berkunjung kesini, namun baru berkesempatan bertemu bapak ibu hari ini. Saya terharu kalau melihat perjuangan bapak ibu yang selalu bersemangat meski ditengah keterbatasan,” ujarnya.

Acara yang bertajuk “Kegiatan Bersama Program Bersih Diri Dan Bersih Lingkungan oleh LPPM UNAIR dan UPTD Babat Dinas Sosial Jerawat” itu memang penuh haru ketika pembukaan acara.

Karena sebagaimana yang kita ketahui, Kusta atau Lepra adalah penyakit kronis yang menginfeksi kulit sehingga menimbulkan lesi atau kerusakan kulit pada tangan dan kaki penderita. Bahkan tak jarang, menyebabkan kerusakan saraf.

Namun, suasana yang tadinya hening berubah mencair menjadi canda tawa ketika Iswahyudi, S.KM., M.Kes., perwakilan dari ITD UNAIR, membawakan materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan riang gembira.

Tampak audiens yang mayoritas bekerja sebagai pemulung itu mulai pecah tawa dengan menyimak materi dari dosen yang kerap disapa Yudi tersebut.

Mereka begitu bersemangat menyimak materi, karena materi PHBS yang dibawakan Yudi bertujuan untuk  meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan mereka.

Yudi membagikan “7 Tips Personal Hygiene” kepada warga, 7 tips tersebut antara lain; Menyikat gigi, menjaga kebersihan rambut, mandi dua kali sehari, mencuci tangan dengan sabun, membersihkan kuku, mencuci kaki, dan menggunakan pakaian bersih.

“Kalau bapak-ibu dapat menjalankan 7 tips tadi, Insyaallah keluarga kita tidak mudah sakit, anak-anak kita tumbuh sehat, produktivitas kerja meningkat, dan pengeluaran kebutuhan sehari-hari juga dapat kita dialihkan ke pemenuhan gizi keluarga,” katanya. 

Diakhir acara, panitia membagikan doorprize dan peralatan untuk bersih diri seperti sabun mandi, sikat gigi, dan odol.

Tidak lupa, Yudi juga berpesan kepada warga, “Dimanapun, kapanpun, dan apapun aktivitas ibu-bapak, Selalu Budayakan Hidup Bersih dan Sehat Nggih,” Pesan Yudi yang dijawab warga, “Nggih,” secara serempak.

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi, Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Airlangga

Berita Terkait

newsunair

newsunair

https://t.me/pump_upp