Waspadai Infark Miokard Akut pada Wrapped Lad

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: SehatQ

Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI) adalah penyebab utama kematian jantung mendadak, dalam banyak kasus karena oklusi trombotik arteri koroner. Patofisiologi inflamasi dan aterosklerosis menyebabkan ketidakstabilan plak yang terdapat pada MI akut. [1] Registri STEMI Eropa yang paling komprehensif ditemukan di Swedia, di mana tingkat kejadian STEMI adalah 58 per 100.000 per tahun pada tahun 2015. [2]

Tidak ada dua pola anatomi koroner yang serupa dan anomali arteri koroner memiliki kejadian kurang dari 1,5% pada kelompok ras yang berbeda. [3] Biasanya, MI inferior  muncul dari pembuluh darah penyebab yaitu RCA (arteri koroner kanan) atau LCx (arteri koroner sirkumfleksa kiri). [4] Bagian posteroinferior dari septum interventrikular muskular biasanya disuplai oleh arteri descending posterior (PDA) yang timbul dari arteri koroner kanan (dalam pola kanan dominan atau kodominan) atau oleh LCx.

Aliran darah dari septum posteroinferior yang berasal dari arteri anterior desendens kiri (LAD)yang berlanjut sebagai PDA sangat jarang dan hanya 21 kasus yang dilaporkan sejauh ini dalam 19 laporan kasus dalam literatur (dari 1967-2020). [3,7,10,11] Kami melaporkan tiga kasus infark miokard akut yang disebabkan oleh oklusi arteri anterior desendens kiri yang muncul sebagai elevasi segmen ST di inferior. Oleh karena itu, melalui beberapa laporan kasus yang ketiganya ditemukan dalam kurun waktu 3 bulan, membuat penulis tertarik untuk membuat studi khusus tentang wrapped LAD.

Interpretasi EKG adalah studi diagnostik dasar yang penting untuk menyingkirkan penyakit jantung dalam kondisi darurat. Namun, diagnosis banding penyakit arteri koroner tidak semudah yang diperkirakan sebelumnya. [7] STEMI dengan elevasi segmen ST yang terdapat pada II, III, dan aVF, dapat sebagai petunjuk untuk identifikasi arteri yang tersumbat (RCA atau LCx) atau bahkan lokasi oklusi dan karakteristik anatominya.[8]

STEMI terjadi pada pasien yang mengalami oklusi koroner total dengan perfusi segmen ventrikel sangat terganggu. Setelah oklusi total, iskemia terjadi pertama kali di subendokardium menghasilkan gelombang T yang lebih tinggi, kemudian iskemia menjadi transmural dan homogen (elevasi ST). Dengan oklusi arteri koroner epikardial yang persisten, elevasi ST berkembang dari pola awal cekung ke atas menjadi pola cembung ke atas. Akhirnya, ini biasanya diikuti oleh gelombang Q nekrosis dan gelombang T.

Kebanyakan kelainan koroner tidak menimbulkan tanda, gejala atau komplikasi, dan biasanya ditemukan sebagai temuan insidental pada saat kateterisasi, otopsi atau pemeriksaan radiologi lainnya. Menurut literatur, kejadian anomali arteri koroner kurang dari 1,5% [3] Tidak mudah memberikan informasi, penjelasan atau perbedaan tentang wrapped LAD. Selain angka yang tidak diketahui, hasil dan prognosis pasien juga masih diketahui, termasuk bila dibandingkan dengan STEMI inferior klasik di RCA.

Dominasi kanan (pada 85% pasien) berarti bahwa PDA, arteri nodal atrioventrikular (AV) dan cabang posterolateral, berasal dari RCA. Dominasi kiri (dalam 8% kasus) berarti bahwa ketiga pembuluh darah (PDA, AV nodal dan cabang posterolateral) berasal dari LCx. Sangat jarang PDA muncul dari LAD, sejauh ini hanya ada 21 kasus yang dilaporkan dalam 19 laporan kasus dalam literatur (dari 1967 – 2020). [7,10,11] [3] “Wrapped LAD” didefinisikan sebagai LAD dari angiogram koroner postreperfusi yang mengalirkan sekurang-kurangnya seperempat dari dinding inferior ventrikel kiri dalam proyeksi anterior kanan oblique. [9] Pengenalan berbagai jenis anomali ini pada angiografi mungkin sulit dan gagal untuk dikenali yang dapat menyebabkan perpanjangan prosedur angiografi atau mengakibatkan kateterisasi berulang. [11]

Kasus pertama kami menunjukkan elevasi ST inferior murni yang merupakan variasi wrapped LAD yang tidak biasa dimana seluruh arteri descending posterior dibentuk oleh kelanjutan dari LAD distal. Oklusi distal ke semua cabang diagonal dan mengakibatkan MI dinding inferior tanpa perubahan dinding anterior. Kasus kedua menunjukkan elevasi ST di anteroseptal dan inferior yang ternyata berhubungan dengan oklusi di proksimal LAD, dan kasus ketiga memiliki lokasi oklusi di distal D1, segmen ST di lead anterior dan inferior secara bersamaan (kasus ketiga).

Penulis: Novia Kusumawardhani

Informasi detail dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33431456/

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu