Kombinasi Produk Metabolit Stem Cells dan Vitamin C untuk Peremajaan Kulit

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi: Femina

Proses penuaan merupakan suatu proses dimana fungsi dan kemampuan organ untuk meregenerasi dirinya sendiri menjadi menurun termasuk pada kulit. Proses penuaan yang terjadi pada kulit misalnya perubahan pigmen kulit, penurunan elastisitas, dan degradasi pada jaringan kulit. Faktor yang dapat mempengaruhi proses penuaan pada kulit yaitu faktor instrinsik dan ekstrinsik. Salah satu faktor ekstrinsik yang mempengaruhi penuaan kulit adalah penurunan faktor pertumbuhan yang mengakibatkan degradasi jaringan kulit sehingga kulit terlihat lebih tua dari yang seharusnya. Sebenarnya penuaan dapat dicegah melalui beberapa cara misalnya perubahan gaya hidup, nutrisi, terapi hormon, perubahan lingkungan, dan penggunaan stem cells. Selain berguna untuk mencegah penuaan, cara tadi juga dapat berguna untuk mempertahankan fungsi tubuh tetap optimal.

Salah satu kandidat yang dapat mengatasi penuaan adalah stem cell terutama yang berasal dari plasenta atau yang biasa disebut amniotic membrane stem cells (AMSCs). Stem cells yang berasal dari plasenta banyak digunakan karena mempunyai kemampuan untuk berdiferensiasi dan mempunyai imunogenisitas yang rendah. Ketika AMSCs dikultur maka akan mengeluarkan beberapa produk metabolit seperti sitokin dan faktor pertumbuhan. Faktor pertumbuhan yang disekresi ini sangat berguna untuk penyembuhan luka dan sedang diteliti lebih lanjut kegunaannya untuk peremajaan kulit. Vitamin C juga banyak digunakan untuk kesehatan kulit. Vitamin yang larut dalam air ini berguna sebagai antioksidan yang dapat menetralkan reactive oxygen species (ROS) dan memicu depigmentasi dan sintesis kolagen.

Sebuah penelitian dilakukan untuk membandingkan efektivitas terapi topikal AMSC-metabolite products (AMSC-MPs) dan vitamin C dengan pemakaian AMSC-MPs saja tanpa vitamin C setelah dilakukan microneedling. Microneedling sendiri merupakan terapi perkutan yang memicu proliferasi kolagen. Kerusakan mikro yang diakibatkan microneedling menstimulasi remodeling kolagen, memicu sintesis kolagen baru, dan pembentukan pembuluh darah baru yang dapat menghilangkan kerut. Pemakaian microneedling dapat penelitian ini bertujuan supaya faktor pertumbuhan dan sitokin dari AMSC-MPs lebih mudah masuk ke dalam kulit karena ada lubang yang tidak terlihat dari microneedling.

Subjek didapat melalui teknik consecutive akan diberikan 3 mL AMSC-MPs dan 0,09 gram vitamin C yang telah dicampur menjadi satu. Subjek yang dipilih merupakan subjek wanita dengan photoaging II-II yang mau atau telah menggunakan krim tretinoin 0,25% sebelum prosedur penelitian. Subjek merupakan pasien Poli Kulit dan Kelamin di RSUD Dr. Soetomo. Subjek wanita dipilih karena wanita menaruh perhatian lebih pada masalah kulit daripada laki-laki. Hal ini dapat dilihat pada angka kunjungan pasien wanita lebih banyak (200:9) di Divisi Kosmetik Poli Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo. Namun pasien yang memiliki keloid, eksim yang aktif, hemofilia, infeksi herpes, dan diabetes melitus akan dikeluarkan dari penelitian.

Sebelum penelitian berlangsung, subjek akan diberikan krim 0,025% tretinoin untuk memperbaiki kulit, meminimalkan efek samping, dan mempercepat penyembuhan luka. Subjek juga akan dinilai menggunakan facial analysis system (Janus) 3D. Penilaian meliputi kerutan, bercak, bintik ultraviolet (UV), pori-pori, dan warna kulit. Setelah kulit wajah subjek dilakukan microneedling lalu akan diaplikasikan AMSC-MPs dan vitamin C atau AMSC-MPs saja sesuai dengan hasil randomisasi yang telah dilakukan. Terapi ini akan dilakukan tiga kali dalam interval 4 minggu dan penilaian menggunakan Janus dilakukan pada minggu ke-4 dan 8.

Sebanyak 60 wanita dengan photoaging menjadi subjek dalam penelitian ini. Hasilnya baik pada kelompok control (AMSC-MPs saja) dan kelompok perlakuaan (AMSC-MPs dan vitamin C) terdapat perbaikan pada kerutan, bintik UV, dan pori. Perbaikan ini lebih terlihat kelompok perlakuan. Sedangkan bercak dan warna kulit mengalami perbaikan namun tidak berarti secara statistik. Bintik UV membaik secara signifikan pada minggu ke-8 dan kerutan serta pori terus memberikan perbaikan dari minggu ke-4 hingga minggu ke-8.

Penelitian lain juga menyatakan terdapat bukti peningkatan jumlah kolagen secara histopatologi pada pemakaian AMSC-MPs setelah dilakukan microneedling. Selain itu pada kelompok ini juga menunjukkan perbaikan kerutan daripada kelompok yang tidak dilakukan microneedling. Pada kelompok perlakuan yang diberi tambahan vitamin C menunjukkan perbaikan kerutan dan bitnik UV yang lebih cepat daripada kelompok control. Hal ini disebabkan karena vitamin C topical berperan dalam sintesis kolagen sebagi kofaktor untuk lysyl dan prolyl hydroxylase sehingga dapat memperbaiki kerutan. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa penambahan vitamin C pada terapi AMSC-MPs untuk photoaging membawa pada perbaikan klinis yang lebih baik daripada hanya AMSC-MPs saja.

Penulis: Cita Rosita Sigit Prakoeswa

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://www.jpad.com.pk/index.php/jpad/article/view/1493

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu