Departemen Patologi Klinik Kembangkan Program Double Degree

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
KETERLIBATAN PPDS Departemen Patologi Klinik FK UNAIR dalam pelayanan Covid-19. (Foto: Departemen Patologi Klinik)
KETERLIBATAN PPDS Departemen Patologi Klinik FK UNAIR dalam pelayanan Covid-19. (Foto: Departemen Patologi Klinik)

UNAIR NEWS – Departemen Patologi Klinik merupakan departemen yang berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR). Departemen ini dibentuk pada Mei 1963 yang dipelopori Prof. Dr. Marsetio Donosepoetro.

Saat itu Prof. Marsetio dibantu Prof. Alexander dari University of California dengan dibantu beberapa staf mengembangkan departemen itu. Termasuk mengembangkan kegiatan pelayanan laboratorium di RSUD Dr. Soetomo.

Semenjak dibentuk hingga saat ini, Departemen Patologi Klinik banyak menghasilkan lulusan di seluruh penjuru negeri. Mantan direktur RSUD Dr.R. Koesma Tuban, yaitu dr. Zainul Arifin., Sp.PK.; direktur RSUD Srengat, Blitar yaitu dr. Pantjarara, Sp.PK.; wakil direktur RS Muhammadiyah Gresik yaitu dr. Farida Nur’Aini., Sp.PK.; wakil direktur medis RS Siti Khodijah yaitu dr. Sri Widyaningsih., Sp.PK.; Siloam Hospital Group Regional Executive Director Area 3 yaitu dr. Maria M. Padmidewi., Sp.PK.; tim TB nasional yaitu dr. Koespriyani., Sp.PK.; bahkan Prof. Dr. Ariyati, dr., MS, Sp.PK(K). yang merupakan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia merupakan alumni Departemen Patologi Klinik FK UNAIR.

Departemen tersebut membawahi dua program studi, yaitu Spesialis Patologi Klinik (Sp1) dan Subspesialis Patologi Klinik (Sp2). Saat ini Ketua Departemen Patologi Klinik diamanahkan kepada Dr. Yetti Hernaningsih, dr., Sp.PK(K).

Ketika dihubungi tim UNAIR NEWS, dr. Yetti mengatakan keunggulan departemen itu sangat beragam. Di antaranya, berbagai macam penelitian dan publikasi; kerja sama dalam pelaksanaan webinar dengan University Sains Malaysia; kerja sama dalam pengiriman staf dan peserta didik dalam pelayanan, penelitian, dan pendidikan Covid-19.

“Kami melibatkan staf dan peserta didik dalam pelayanan, penelitian, dan pendidikan Covid-19,” ucap dr.Yetti.

“Bahkan, kami sedang menyusun buku Panduan Pemeriksaan Laboratorium Covid-19 yang kontributornya adalah seluruh staf departemen,” imbuhnya.

Dengan keunggulan yang dimiliki, departemen tersebut tidak hanya berhasil menarik perhatian peserta didik dalam negeri, namun juga peserta didik asing. “Kami memiliki perserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) asing dari India,” ujarnya.

Pengabdian masyarakat menjadi program yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya. Salah satunya adalah edukasi dan skrinning Talasemia pranikah di Gedung PKK Tambaksari pada 14 Agustus 2019. Namun, akibat pandemi Covid-19 yang terjadi pengabdian masyarakat sempat tertunda pelaksanaannya.

Insya Allah akan kami ajukan untuk proposal pengabdian masyarakat yang baru,” kata dr Yetti.

Ia menambahkan bahwa ada berbagai tantangan yang harus dihadapi seperti meningkatkan kualitas serta kuantitas staf S3 dan guru besar, menyiapkan program yang lebih memberikan dampak kepada masyarakat, mencetak lulusan yang andal serta bermanfaat kepada masyarakat banyak. Karena itu, dr. Yetti tidak pernah lelah untuk senantiasa melakukan pengembangan untuk menjawab tantangan yang ada.

“Pengembangan departemen ke depan adalah menambah kolaborasi dengan universitas di luar negeri dan kami juga tengah menyiapkan program studi spesialis untuk double degree,” pungkasnya. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu