Perbandingan Ukuran Lengkungan Gigi Rahang Atas dan Rahang Bawah pada Pria dan Perempuan Papua di Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: SehatQ

Dimensi lengkung gigi, termasuk lebar, panjang, dan bentuk lengkung gigi, merupakan nilai penting untuk diagnosis, perencanaan perawatan, dan hasil perawatan tentang pasien yang mencari perawatan ortodontik di semua kelompok umur. Kelompok etnis dan populasi yang berbeda menunjukkan pengukuran dan karakteristik lengkung gigi yang bervariasi. Dengan demikian, diketahui bahwa dimensi lengkung gigi terus berubah selama tumbuh dan berkembang; Namun, saat dewasa, perubahannya menurun. Hal tersebut menjelaskan mengapa banyak peneliti tertarik untuk menyelidiki perubahan dimensi lengkung gigi selama setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan. Dalam perawatan ortodontik, lengkung gigi merupakan faktor utama untuk mencapai oklusi yang baik di lingkungan dan lebar yang berbeda yang berhubungan dengan prosesus alveolaris.

            Pada dasarnya ukuran dan bentuk gigi ditentukan oleh tulang rawan rahang atas dan tulang rawan rahang bawah pada masa janin kemudian berkembang. Bibit gigi dan tulang rahang kemudian tumbuh. Sangat penting untuk mengklasifikasikan dan menentukan hubungan antara struktur kraniofasial dan dimensi lengkung gigi. Ukuran lengkung gigi memiliki implikasi yang luas dalam ortodontik, terutama dalam diagnosis dan rencana perawatan dalam mempengaruhi ruang yang tersedia, estetika, dan stabilitas gigi.

            Ukuran lengkung gigi transversal dan sagital pada satu individu berbeda dari yang lain; Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, genetik, ras, dan jenis kelamin. Perubahan lengkung gigi selama pertumbuhan dan perkembangan sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan prosesus alveolaris. Secara umum, lengkung gigi berkembang pada tahap gigi bercampur dan kemudian cenderung stabil sampai gigi permanen. Lengkungan gigi rahang bawah berkembang dari usia 4–8 tahun, sedangkan pada rahang atas terjadi pada usia 4–13 tahun dan cenderung lebih stabil di masa dewasa. Beberapa penelitian telah menjelaskan dan mengklasifikasikan ukuran dan bentuk lengkung gigi manusia. Perbedaan ukuran lengkung gigi berhubungan dengan perawatan klinis. Setiap suku bangsa cenderung memiliki pola kerangka yang berbeda, sehingga ukuran dan bentuk rahang pada suatu suku berbeda dengan suku bangsa lainnya.

            Perbedaan etnis dan gender mempengaruhi ukuran dan bentuk lengkung gigi. Hal ini sangat penting diketahui oleh dokter gigi untuk memberikannya pengobatan terbaik. Pertumbuhan lebar lengkung gigi pada pria lebih cepat dibandingkan wanita. Pada pria, hubungan intermolar dari lebar rahang atas dan rahang bawah meningkat secara spontan pada usia 7 dan 18 tahun. Sinclair juga menegaskan bahwa pertumbuhan lebar gigi molar setelah 12 tahun secara fisik berbeda antara laki-laku dan perempuan

            Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penduduk Papua yang tinggal di kota Surabaya. Penduduk Papua merupakan suku yang hidup di pulau Papua. Orang Papua adalah bagian dari suku Aborigin Australia. Penduduk Papua termasuk ras Melanesia yang memiliki ciri-ciri rambut keriting, kulit hitam, dan hidung mancung. Kelompok suku asli di Papua terdiri dari 255 suku, dengan bahasa yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ukuran lengkung rahang atas dan rahang bawah pada penduduk Papua laki-laki dan perempuan dengan menggunakan metode pengukuran Raberin yaitu pengukuran transversal dan sagital.

            Pada penelitian ini dijumpai bahwa terdapat perbedaan signifikan antara lengkung gigi rahang atas laki-laki dan perempuan dalam pengukuran sagital dan transversal. Perbedaan yang signifikan diamati antara lengkung gigi rahang bawah pria dan wanita pada pengukuran transversal L77, L66, dan L33 tetapi hanya pada pengukuran sagital L71. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada penduduk Papua, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan ukuran lengkung gigi rahang atas dan rahang bawah yang signifikan antara penduduk Papua laki-laki dan perempuan. Laki-laki Papua memiliki lebar lengkung gigi rahang atas dan rahang bawah yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan Papua. Evaluasi lengkung gigi orang Papua dapat membantu dokter gigi untuk menentukan diagnosis dan rencana perawatan pada populasi Papua. Masih diperlukan studi lebih lanjut dengan desain yang lebih baik dan ukuran sampel yang lebih besar

Ditulis oleh: Gusti Aju Wahju Ardani

Artikel secara lengkap dapat diunduh pada:

https://www.jioh.org/article.asp?issn=0976-7428;year=2021;volume=13;issue=1;spage=24;epage=28;aulast=Ardani

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu