Calistung, Berantas Buta Baca dan Berhitung

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) 63 Kelompok 170 kali ini dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir, Kecamatan Wonokusumo, Kota Surabaya. Dimana Panti Asuhan tersebut mengasuh sekitar 17 anak dengan berbagai latar belakang, mulai dari terdampak bencana hingga permasalahan social. Sehingga, rata-rata dari mereka tidak mendapatkan akses pendidikan yang maksimal. Bahkan ada di antara mereka yang hanya sekolah kejar paket.

Atas dasar itulah, tim KKN 63 Universitas Airlangga Kelompok 170 mengadakan program kerja Calistung (baca, tulis, dan berhitung) untuk membantu mengajar adik-adik di panti asuhan. Proker Calistung saat situasi yang mengharuskan mereka tidak bisa bertatap muka langsung dengan guru di sekolah diadakan dengan harapan dapat sedikit mengobati rindu mereka akan pembelajaran secara langsung.

Melly Marista selaku penanggung jawab program kerja ini menjadwalkan pelaksanaan dilakukan beberapa hari agar dampaknya lebih terasa bagi anak-anak. Teknisnya dilakukan dengan menanyakan kepada adik-adik apakah mereka mempunyai tugas sekolah yang perlu diselesaikan, kemudian adik-adik akan diarahkan dan didampingi oleh satu tim mahasiswa KKN.

Dalam prosesnya, banyak hal seru yang ditemukan. Salah satunya yakni anak-anak sangat kesulitan belajar bahasa Jawa yang notabenenya bukan bahasa daerah mereka karena kebanyakan berasal dari Sulawesi.

Antusias adik-adik sangat luar biasa, dari alokasi waktu dua jam bisa bertambah hingga tiga bahkan empat jam. “Adik-adik sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. Mereka banyak bertanya mengenai hal-hal yang mereka tidak tahu. Sebagai pengajar, ini merupakan suntikan semangat bagi kami untuk terus berbagi ilmu dengan adik-adik,” kata Melly Marista selaku penanggungjawab program kerja Calistung.

Ketika ditanya mengenai apakah ada program lanjutan dari program kerja Calistung, Melly mengatakan belum tahu kedepannya apakah program diteruskan melalui Calistung Daring atau hanya berhenti sampai di sini saja. “Memang dampaknya sangat dirasakan adik-adik. Namun masih belum bisa memutuskan apakah program ini bisa dilanjutkan secara daring atau berhenti sampai di sini. Mengingat adik-adik sudah mendapatkan pembelajaran daring dari sekolah masing-masing, jadi kemungkinan kecil program ini dilanjutkan,” imbuh Melly.

Secara keseluruhan, program kerja ini akan sangat memberi dampak positif apabila dilanjutkan secara daring. Namun keterbatasan gadget dari pihak adik-adik panti asuhan membuat Melly dan tim memutuskan untuk menyudahi program kerja ini.

Di akhir kegiatan, Melly menyampaikan agar adik-adik tetap semangat dalam menuntut ilmu dan senantiasa taat terhadap guru karena patuh terhadap guru adalah kunci dari ilmu yang bermanfaat. (*)

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR NEWS

UNAIR NEWS

Leave Reply

Close Menu