Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan Unggulkan Standar Ilmu Berbasis Teknologi Informasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(Foto: Dokumen Pribadi)

UNAIR NEWS – Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) adalah salah satu departemen yang berada di bawah payung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR). Membawahi prodi S1 IIP, departemen yang diketuai oleh Hendro Margono, S.Sos., M.Sc., Ph.D tersebut menawarkan standar ilmu yang berbeda dari Departemen IIP lain melalui pembekalan penguasaan teknologi informasi.

Dalam wawancaranya bersama UNAIR News, Hendro mengungkapkan bahwa di samping pengajaran ilmu informasi dan perpustakaan berdasar aspek sosial dan teori, Departemen IIP turut menyisipkan metode-metode analisis berbasis teknologi informasi seperti data science, data mining, big data, pemrograman serta penguasaan teori-teori ilmu sosial.

“Aspek tersebut berperan sangat penting sebagai pengembangan soft-skill mahasiswa dalam keilmuan dan inovasi serta kemampuan analisis isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat,” terang lulusan Master and Doctoral Degree in Computer Science, Victoria University, Melbourne tersebut.

Maka apabila program studi IIP di universitas lain lebih berfokus pada bidang-bidang komunikasi, manajemen dan budaya, Departemen IIP UNAIR lebih menitikberatkan pada pengembangan keilmuan informasi dan inovasi sebagai output utama pembelajaran.

Selain itu, melihat agenda merdeka belajar serta smart university yang dicanangkan pemerintah dan Rektorat, Departemen IIP turut berkomitmen untuk meningkatkan dan mengarahkan kegiatan magang serta kebebasan belajar bagi mahasiswanya.

“Sejauh ini kegiatan magang mahasiswa IIP sudah sangat baik. Tidak hanya di bidang perpustakaan, tapi juga kearsipan pada instansi pemerintah maupun swasta. Kami juga membekali mahasiswa dengan soft-skill seperti teori-teori library science maupun penguasaan teknologi informasi agar mampu menjalankan pekerjaan yang dibebankan dalam program magang,” jelas Ketua Departemen yang baru dilantik pada awal Desember 2020 lalu.

Maka berdasarkan program merdeka belajar yang dicanangkan oleh UNAIR, program magang yang didesain Departemen IIP dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester di beberapa mata kuliah yang ada.

Tidak mengherankan jika kemudian Departemen IIP meraih akreditasi A dari BAN-PT, dan ke depannya akan mengejar akreditasi Unggul. Bahkan mengikuti progres terbaru, Departemen IIP sedang dalam proses dan persiapan untuk membuka program S2 di akhir tahun 2021.

Sementara itu dalam aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi, Hendro menjelaskan bahwa Departemen IIP selama ini membangun banyak relasi dengan berbagai universitas di dalam dan luar negeri untuk mendorong penelitian dan proses akademik.

“Kita merintis kerja sama dengan beberapa universitas di Taiwan, Malaysia, maupun Australia.  Kolaborasi ini mampu mendukung pengembangan akademik seperti melakukan research collaboration, penerbitan karya-karya ilmiah, pengembangan kurikulum departemen, adjunct professor maupun guest lecture,” katanya.

Kemudian dalam aspek pengabdian masyarakat, Departemen IIP selama ini banyak bergerak di berbagai daerah melalui program penyuluhan, pengembangan, dan pendirian perpustakaan desa yang berkualitas, baik dari pengelolaan maupun pengembangan teknologi informasinya.  Tercatat Departemen IIP telah melakukan pengabdian masyarakatnya di Lamongan, Tuban, Tulungagung, Ponorogo, serta memiliki sebuah perpustakaan desa binaan di Kediri.

Tidak mengherankan jika lulusan Departemen IIP UNAIR kini telah mengisi posisi-posisi penting dalam berbagai bidang pekerjaan. Banyak di antaranya menjadi kepala perpustakaan universitas, kepala perpustakaan daerah, direktur standarisasi dan akreditasi, manajer SDM, kepala arsip di perusahaan, anggota DPRD, dan lain sebagainya.

Ke depannya, Departemen IIP akan merumuskan strategi dan kurikulum merdeka belajar dengan menyelaraskan  pembelajaran secara daring. Departemen IIP sendiri telah memiliki kanal Youtube yang digunakan sebagai pusat pengembangan pembelajaran dan konten keilmuan para dosen maupun mahasiswa.

“Proyeksi output Departemen IIP adalah soft-skill dan kreativitas inovasi mahasiswa yang maju. Agar nantinya saat lulus, mereka tidak hanya mencari kerja, tapi juga mampu menciptakan inovasi, lapangan pekerjaan baru, serta berdaya saing andal di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.(*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu