Kombinasi Kalsium Hidroksida dan Asam Ellagic untuk Proliferasi Sel Fibroblast

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: sehatq

Kalsium hidroksida merupakan suatu material yang sering digunakan dalam terapi endodontik karena dapat melindungi pulpa dari rangsangan termal, mampu merangsang pembentukan dentin reparatif, dan memiliki sifat antibakteri. Mekanisme kerja kalsium hidroksida adalah menstimulasi proses remineralisasi jaringan. Namun, kalsium hidroksida memiliki banyak kekurangan, antara lain memiliki ikatan hidrogen yang lemah dengan dentin, mudah larut, dan memiliki derajat keasaman (pH) yang tinggi. Dengan derajat keasaman ini, kalsium hidroksida dapat menyebabkan nekrosis jaringan pulpa, keradangan kronis dan penurunan viabilitas sel fibroblas pada jaringan pulpa gigi.

Untuk menurunkan keradangan dari kalsium hidroksida, dilakukan penggabungan antara kalsium hidroksida dengan suatu bahan alam. Salah satu bahan alam yang telah diteliti untuk mengurangi inflamasi dan kerusakan sel fibroblast akibat penggunaan kalsium hidroksida adalah asam ellagic. Asam ellagic memiliki spektrum aktivitas biologis yang luas, termasuk sifat antibakteri, antioksidan, dan anti-inflamasi. Asam ellagic merupakan antioksidan fenol alami yang ditemukan dalam berbagai buah dan sayuran, seperti ekstrak buah delima, strawberry dan blackberry.

Di antara ramuan alami yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, asam ellagic telah digunakan untuk menyembuhkan rasa sakit akibat karies gigi. Asam ellagic telah terbukti menjadi antioksidan yang kuat dan melindungi dari kematian sel karena memiliki sifat anti-inflamasi, mampu mendorong proliferasi fibroblast dan mempercepat proses penyembuhan. Salah satu syarat bahan yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi adalah biokompatibel, artinya bahan tersebut harus aman, tidak berbahaya dan tidak dapat menimbulkan respon sistemik. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan adalah me ngamati keamanan kombinasi kalsium hidroksida dan asam ellagic dalam 5 perbandingan yang berbeda yatu 99: 1, 98:2, 97:3, 96:4 and 95:5 dengan melihat viabilitas dan proliferasi sel fibroblast secara invitro.

Hasil yang diperoleh 24 jam setelah perlakuan, didapatkan viabilitas sel fibroblast tertinggi diamati pada kombinasi kalsium hidroksida dan asam ellagic dengan perbandingan 95:5. Selain itu, dalam waktu 24 jam setelah perlakuan, ditemukan peningkatan viabilitas sel fibroblast pada kombinasi kalsium hidroksida dan asam ellagic dengan perbandingan 96:4 dan 95:5, sedangkan pada kelompok lain mengalami penurunan. Sedangkan, 72 jam setelah perlakuan, viabilitas sel fibroblast tertinggi diamati pada kombinasi kalsium hidroksida dan asam ellagic dengan perbandingan 99:1 dan dalam waktu ini, hanya kombinasi kalsium hidroksida dan asam ellagic dengan perbandingan 99:1 yang menunjukkan peningkatan viabilitas sel fibroblast, sedangkan perbandingan yang lain mengalami penurunan.

Perbedaan viabilitas sel fibroblast yang diamati pada penelitian ini tidak lepas dari perbedaan komposisi antara kalsium hydroxide dan asam ellagic. Semakin tinggi jumlah asam ellagic semakin tinggi viabilitas sel fibroblast yang diamati. Kalsium hidroksida memiliki pH yang tinggi, yang dapat menyebabkan disfungsi mitokondria dan meningkatkan laju respirasi sel. Ini akan meningkatkan superoksida radikal. Dalam kondisi ini, superoksida berdifusi dari sitosol ke membran mitokondria dan menyebabkan de-energisasi mitokondria atau apoptosis sel. Reactive oxygen species (ROS) muncul setelah kerusakan jaringan terjadi. Karena asam ellagic adalah antioksidan, maka dapat mengurangi radikal bebas yang dihasilkan oleh kalsium hidroksida dan mencegah kerusakan pada sel fibroblas. Asam ellagic dapat menurunkan kadar ROS intraseluler pada fibroblast yang mengalami stres oksidatif.

Selain itu, kombinasi kalsium hidroksida dan asam ellagic dapat meningkatkan viabilitas sel dan proliferasi sel fibroblas karena asam ellagic merupakan agen anti inflamasi. Kalsium hidroksida mengaktifkan nuclear factor kappa beta (NF-κB), yang menstimulasi proses keradangan. Asam ellagic menghambat COX-2, TNF-a dan interleukin-6 (IL-6). Selain itu, asam ellagic juga dapat menurunkan ekspresi NF-kB dan produksi sitokin proinflamasi, seperti TNF-α dan IL-1β. Oleh karena itu, asam ellagic dapat mengurangi inflamasi yang disebabkan oleh kalsium hidroksida, yang dapat meningkatkan viabilitas sel fibroblas. Ketika viabilitas sel meningkat, itu berarti kombinasi kalsium hidroksida dan asam ellagic tidak bersifat toksik dan merangsang proliferasi sel fibroblast.

Kesimpulan yang diperoleh pada penelitian ini adalah kombinasi kalsium hidroksida dan asam ellagic tidak toksik dan mampu merangsang proliferasi sel fibroblast pada perbandingan 99 : 1. Kombinasi ini mungkin juga memiliki karakteristik yang ideal sebagai bahan penutup pulpa (pulp capping).

Penulis: Intan Nirwana

Tulisan lengkap kami:

Intan Nirwana,  Elly Munadziroh,  R Mohammad Yogiartono,  Candrika Thiyagu,  Chong Sin Ying,  Aristika Dinaryanti. Cytotoxicity and proliferation evaluation on fibroblast after combining calcium hydroxide and ellagic acid. Journal of Advanced Pharmaceutical Technology and Research. 2021; 12(1): 27-31.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7832190/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu