Ketua PPMB UNAIR: Indeks Siswa dan Indeks Sekolah Jadi Patokan dalam SNMPTN

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Bastian Ragas

UNAIR NEWS – Awal tahun 2021 menjadi babak baru bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mempersiapkan diri mengejar perguruan tinggi impian. Proses seleksi SNMPTN pun telah berjalan di mana pada tanggal 15 Februari 2021, seleksi yang menggunakan indeks akademik siswa tersebut akan mulai dibuka.

Maka untuk menjawab animo serta kebutuhan informasi pelajar SMA, Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar bincang santai seputar SNMPTN dan SBMPTN pada Jumat (5/2/2021). Dalam kesempatan tersebut Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR Dr. Achmad Solihin, S.E., M.Si. membagikan beberapa catatan penting yang harus diperhatikan oleh pelajar SMA yang ingin berjuang dalam seleksi perguruan tinggi.

Pertama dalam SNMPTN, Dr. Achmad menguraikan bahwa indeks siswa dan indeks sekolah menjadi indikator utama penentu seleksi. UNAIR sendiri menentukan indeks siswa tidak berdasarkan nilai rapor, melainkan melalui nilai ranking siswa di sekolah.

“Yang rankingnya tinggi di sekolah, otomatis kualitas dan nilainya pasti tinggi. Kenapa kita pakai ranking dan bukan semata-mata nilai? Karena setiap sekolah pasti punya standar nilai yang berbeda-beda. Makanya kita tidak bisa membandingkan nilai siswa antar sekolah,” jelas dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.

Selain itu, indeks akademik siswa juga ditentukan oleh prestasi. Prestasi akademik yang linier dengan jurusan yang dipilih akan memiliki bobot yang lebih tinggi. Begitu pula dengan level prestasi yang akan semakin berbobot tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu indeks sekolah ditentukan oleh akreditasi serta performa dan prestasi alumni sekolah di perguruan tinggi. “Sekolah dengan performa alumni yang baik akan meningkatkan nilai mutu adik-adik kelasnya yang mendaftar. Dan sebaliknya. Kalau sekolah yang belum memiliki alumni di perguruan tinggi terkait, jangan khawatir. Kalian tetap memiliki peluang yang sama,” imbuhnya.

Untuk mekanisme SNMPTN, Dr. Achmad mengungkapkan bahwa tahun ini peserta hanya dapat memilih maksimal dua program studi (prodi). Dua prodi tersebut salah satunya harus berada di provinsi asal sekolah. Sementara bagi yang memilih satu prodi dibebaskan untuk memilih perguruan tinggi manapun.

Pada sisi lain, SBMPTN tahun ini akan diadakan dalam dua gelombang di mana peserta hanya dapat mengikuti tes satu kali. Materi yang diujikan sendiri akan terdiri dari dua jenis, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Untuk proses seleksinya sendiri, Dr. Achmad menerangkan bahwa sistem penentuan kelolosan secara umum dilakukan melalui perankingan nilai seluruh pendaftar. “Kalau kuota SBMPTN suatu prodi 75 anak, maka yang lolos SBMPTN adalah ranking 1 sampai 75 nilai tertinggi di antara pendaftar. Makanya jika ditanya berapa nilai SBMPTN untuk bisa lolos ke UNAIR, ya kita tidak bisa memprediksi. Semua tergantung distribusi nilai dari para pendaftar,” kata Dr. Achmad.

Oleh karena itu, Dr. Achmad menyarankan agar pendaftar aktif mencari berbagai informasi yang dapat menunjang peluang kelolosan mereka, seperti informasi prodi, keketatan prodi, maupun kuota penerimaan. UNAIR sendiri juga telah menyediakan berbagai informasi tersebut melalui laman website universitas unair.ac.id serta website PPMB ppmb.unair.ac.id

Selain itu, Dr. Achmad turut mengingatkan agenda Airlangga Education Expo (AEE) 2021 yang akan segera digelar mulai 13 Februari 2021. Expo pendidikan terbesar UNAIR tersebut akan menghadirkan berbagai informasi terkait perkuliahan yang kali ini akan digelar secara virtual.

Maka dalam bincang santai melalui live Instagram tersebut, Dr. Achmad mengingatkan pada lebih dari 600 penonton acara untuk belajar dan bergerak secara aktif mencari informasi terkait prodi maupun kampus impian mereka.

“Alokasikan waktu kalian untuk fokus mengejar cita-cita. Persiapan yang lebih awal dan lebih matang pasti akan membawa pada hasil terbaik. Ada jalur SNMPTN, SBMPTN, maupun Mandiri yang menunggu. Kesempatan masih terbuk lebar, maka dari itu semangat!” tandasnya.(*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu