Sexual Dimorphism pada Sudut Gonial Anak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Hello Sehat

Tulang mandibula merupakan bagian dari tulang tengkorak yang paling dimorfik, besar dan kuat. Selain itu, terdapat beberapa bagian dari tulang mandibula yang dapat digunakan untuk determinasi jenis kelamin, salah satunya adalah sudut gonial. Pertumbuhan dan perkembangan sudut gonial dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal (seperti pola makan dan aktivitas fisik). Pola makan dan aktivitas fisik dapat memengaruhi kecepatan pertumbuhan anak, terutama di usia 6-12 tahun. Dari penelitian sebelumnya, diketahui bahwa proses tumbuh kembang anak dapat terhambat akibat adanya sistem belajar di sekolah dari pagi hingga sore hari. Hal tersebut menyebabkan anak tidak memiliki waktu untuk menghabiskan waktu diluar sekolah (yang mengakibatkan paparan sinar matahari berkurang). Padahal, paparan sinar matahari penting untuk merangsang pembentukan vitamin D di tubuh, dimana vitamin D berperan dalam pembentukan struktur tulang. 

Penelitian ini dilakukan pada anak sekolah dasar yang berusia 7-12 tahun untuk melihat dimorfisme seksual pada sudut gonial. Subjek dibagi menjadi dua kelompok yang berbeda (memiliki perbedaan diet dan lingkungan), yaitu kelompok A dan B dibagi berdasarkan interview dan observasi diet dan kebiasaan diluar ruangan. Orang tua atau wali diberikan kuisioner untuk mengklarifikasi informasi yang diperoleh dari subjek penelitian. Subjek dengan paparan sinar matahari sekurang-kurangnya 30 menit perhari dalam 12 bulan dan memiliki diet keras, dikategorikan dalam kelompok A. Sedangkan kelompok B merupakan subjek dengan paparan sinar matahari yang rendah dan memiliki diet lunak. Sudut gonial kanan dan kiri diukur secara langsung dengan menggunakan Goniometer. 

Hasilnya adalah rata-rata sudut gonial perempuan lebih besar daripada laki-laki dan hasil tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan. Akan tetapi, tidak ada perbedaan yang signifikan antara sudut gonial kelompok A dan B.  Perkembangan sudut gonial telah dikaitkan dengan dimorfisme seksual dan dapat diukur secara langsung. Akan tetapi, faktor internal dan eksternal perlu dipertimbangkan. Sudut gonial selalu berubah selama hidup, terutama pada fase percepatan pertumbuhan (growth spurt phase). Fase percepatan pertumbuhan terjadi selama fase geligi campuran (mixed dentition), sekitar usia 7 sampai 9 tahun pada perempuan dan 8 sampai 11 tahun pada laki-laki. Walaupun terdapat perbedaan yang signifikan pada laki-laki dan perempuan, faktor eksternal seperti paparan sinar matahari tidak berpengaruh pada besar sudut gonial. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan rata-rata sudut gonial sebagai parameter estimasi jenis kelamin tidak disarankan pada anak-anak usia 7-12 tahun.

Penulis: Mieke Sylvia Margaretha

Link jurnal: https://doi.org/10.31838/ijpr/2021.13.01.645

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu