Hubungan Antara Audiometri Nada Murni dengan Distortion Product Otoacoustic Emission pada Siswa Pasca Latihan Menembak di Sekolah Polisi Negara Jawa Timur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrsi siswa latihan menembak. (Sumber: https://tribratanews.jateng.polri.go.id/)

Latihan menembak merupakan salah satu kegiatan yang berisiko mengakibatkan trauma akustik pada telinga. Siswa sekolah polisi negara Jawa Timur, Mojokerto, Indonesia merupakan salah satu kelompok berisiko terjadinya gangguan pendengaran akibat trauma akustik. Seringkali didapatkan pemeriksaan audiometri nada murni (ANM) yang masih dalam batas normal tetapi didapatkan hasil pemeriksaan distortion product otoacoustic emission (DPOAE) abnormal. Dengan pemeriksaan DPOAE tersebut sudah menunjukkan adanya kerusakan di sel rambut luar koklea. Pemeriksaan ANM pada penembak tidak dapat memprediksi resiko terjadinya gangguan pendengaran. Hal ini menyebabkan seringkali penembak telah mengalami gangguan pendengaran dan datang terlambat untuk memperoleh pengobatan.

Gangguan pendengaran yang diakibatkan trauma akustik ini banyak menimbulkan kecacatan permanen pada personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Polisi Republik Indonesia (POLRI). Berapa penelitian dampak trauma akustik terhadap para penembak menunjukkan terjadinya penurunan pendengaran oleh karena trauma akustik selama latihan menembak.

Untuk memeriksa gangguan pendengaran akibat trauma akustik dapat dilakukan dengan pemeriksaan ANM, dimana sering menunjukkan hasil yang normal. Tes DPOAE merupakan tes yang penting dan efisien dibanding ANM saja dalam mendeteksi dini kerusakan koklea akibat trauma akustik. Sebagai pemeriksaan screening pendengaran,  tes DPOAE ini sifatnya sensitif , mudah dilakukan, dapat mendukung hasil pemeriksaan ANM dalam mendiagnosis dan monitoring fungsi koklea yang terpapar bising.

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah  untuk menjelaskan hubungan antara hasil pemeriksaan ANM dengan DPOAE pada  siswa pasca latihan menembak di Sekolah Polisi Negara Jawa Timur. Pada penelitian ini terbukti adanya  hubungan yang positif kuat antara pemeriksaan audiometri nada murni dengan DPOAE pada siswa pasca menembak di Sekolah Polisi Negara Jawa Timur. Artinya bila hasil pemeriksaan ANM yang semakin  meningkat maka kemungkinan terjadinya kerusakan pada sel rambut koklea akan semakin besar. Terbuktinya penelitian ini dapat mendukung upaya deteksi dini terhadap risiko terjadinya gangguan pendengaran tipe sensorineural akibat trauma akustik disebabkan bising impulsif dengan cara menilai hasil pemeriksaan ANM dan DPOAE dengan derajat gangguan pendengaran.

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan oleh karen adanya keterbatasan waktu pemeriksaan sehingga data yang diambil adalah data sekunder dan pemeriksaan hanya dilakukan satu kali yaitu pasca pajanan tanpa pemeriksaan sebelum pajanan letusan senjata api sehingga hanya menganalisa pasca pajanan saja.

Penulis :  Artono

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat dari tulisan kami di : http://www.ijfmt.com/issues.html

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu