Alumni UNAIR Terbitkan Buku Perjalanan Klub Legenda Arseto Solo 1977-1998

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SEJUMLAH pemain Arseto Solo. (Foto: Istimewa)
SEJUMLAH pemain Arseto Solo. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – “Membaca adalah kegiatan untuk menambah wawasan, sedangkan menulis merupakan bekerja untuk keabadian,” ungkap Tony Prasetyo pada Selasa (19/1/2020).

Tony –sapaan akrabnya– merupakan salah seorang alumnus Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UNAIR yang baru-baru ini berhasil kembali menerbitkan karyanya. Diketahui, buku tersebut berjudul “Antara Bisnis dan Sepak Bola di Solo: Kiprah Klub Arseto 1977-1998” yang mengulas perjalanan klub Arseto Solo dari tahun 1977-1998 serta berbagai perusahaan yang berada dibalik klub Arseto Solo supaya menjadi klub yang besar dan penuh pemain bintang.

Menyapa lewat panggilan telepon, Tony menceritakan bahwa bukunya tersebut merupakan hasil dari skripsi yang dikerjakannya sejak 2018 hingga 2020. Penerbitan buku perihal sejarah klub sepak bola tersebut sekaligus menjadi upaya Tony dalam mendokumentasikan perjalanan dan kejayaan klub sepak bola di Indonesia pada masa lalu.

POTRET Tony Prasetyo bersama Buku Karyanya. (Foto: dok. Pribadi)

Mengingat, belum banyak buku yang menuliskan sejarah klub sepak bola Indonesia pada masa lalu. Tony juga mengakui sebenarnya masyarakat masih menginginkan Arseto Solo dapat kembali berlaga di pentas sepak bola nasional. Karena itu, dia berharap bukunya bisa mengobati kerinduan masyarakat terhadap Arseto Solo yang dulu pernah berjaya di kancah nasional.

“Buku ini bertujuan untuk menyatukan potongan-potongan kisah masa lalu Arseto Solo. Pembaca nantinya diharapkan dapat memahami kenangan yang membanggakan sekaligus sebagai sebuah bentuk penghargaan terhadap klub, pemain, dan pengurus yang telah membesarkan Arseto Solo,” ungkapnya.

Buku tersebut disusun Tony menggunakan metode penelitian sejarah. Seumbernya adalah sumber koran dan majalah di berbagai perpustakaan serta pengelola arsip. Seperti halnya, Perpustakaan Medayu Agung, Perpustakaan AWS Stikosa, Monumen Pers Surakarta, serta kolektor koran dan majalah lama.

Sebagai data penguat, Tony juga langsung mewawancarai salah seorang pengurus dan pemain Arseto Solo pada masa lalu. Tentu juga didukung referensi buku-buku yang ada di Perpustakaan Sejarah UNAIR dan Perpustakaan UNS. Termasuk, tidak lupa bantuan dari rekannya, yakni Rizal Andi Pratama yang menulis buku “Pardedetex Medan: Klub Legendaris di Medan 1968-1984”.

Selama mengumpulkan data, Tony menemui banyak orang yang menginginkan Arseto Solo kembali berkompetisi di sepak bola nasional. Mereka menganggap Arseto Solo adalah bagian dari masyarakat Solo.

Diketahui, Arseto merupakan klub sepak bola yang turut membentuk kompetisi Galatama sebagai kompetisi profesional. Hal itu bisa dilakukan berkat dukungan perusahaan jaringan Cendana yang turut mendorong Arseto Solo menjadi klub yang disegani dan berprestasi pada masanya. (*)

Penulis: Muhammad Wildan S

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

Feri Fenoria Rifai

Feri Fenoria Rifai

Leave Reply

Close Menu