Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan yang Dimediasi Oleh Leader-Member Exchange (LMX)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Pemerintah membuat manajemen kepegawaian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999, untuk memudahkan pemerintah dalam mengelola kinerja PNS. Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa Pegawai Negeri Sipil adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan ditugaskan pada suatu jabatan pemerintah, atau ditugaskan kepada orang lain. tugas negara, dan dibayar menurut peraturan. regulasi saat ini. Berdasarkan isi pasal tersebut dijelaskan bahwa PNS berwenang dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas negara yang diberikan oleh pemerintah. Sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan suatu instansi dalam mencapai visi, misi, dan tujuan yang diharapkan.

Terkait pencapaian visi, misi, dan tujuan yang diharapkan, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah meningkatkan kualitas karyawan dengan memperbaiki cara kerja agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan optimal. Kinerja merupakan tahapan pencapaian dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau prestasi kerja yang dilakukan oleh individu dari organisasi (Eliyana et al., 2019). Dalam review penelitian penilaian kinerja, Selvarajan et al., (2018) juga mengemukakan bahwa tujuan akhir penilaian kinerja adalah memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Kinerja karyawan merupakan kemampuan individu untuk mencapai tujuan mandiri secara efisien (Kalsoom et al., 2018) atau tingkat produktivitas seorang karyawan dibandingkan dengan rekan kerja terkait (Buil et al., 2019). Kinerja yang dicapai karyawan akan mengacu pada kualitas pekerjaan yang benar dan dapat menjadi indikator perkembangan ekonomi.

Agar sumber daya manusia dalam suatu organisasi dapat bekerja secara efisien dan efektif, diperlukan pemimpin yang tepat untuk mempengaruhi, mengelola, dan menggerakkan karyawan, serta beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dalam dan di luar perusahaan. Kepemimpinan transformasional dinilai memiliki peran penting dalam membentuk manajemen yang efektif karena kepemimpinan transformasional dapat mendorong perilaku karyawan yang positif (Buil et al., 2019). Kepemimpinan transformasional juga dapat menciptakan perubahan yang signifikan bagi pengikut dan organisasi karena dapat mengubah strategi, misi, struktur, dan budaya organisasi untuk mempromosikan suatu produk dan inovasi kerja (Mustika et al., 2020). Sejauh mana pemimpin memajukan perkembangan perusahaan dan memahami peran karyawan atau bawahan dapat dilihat dari bagaimana perusahaan atau organisasi berjalan.

Kepemimpinan transformasional dalam organisasi dikenal memiliki dua perspektif, yang pertama adalah perspektif pemimpin yang menjelaskan individu dan kelompok dengan mengidentifikasi dan menguji langsung perilaku pemimpin (Bass dalam Wang & Law, 2005). Perspektif kedua adalah perspektif berbasis hubungan yang berfokus pada hubungan timbal balik antara pemimpin dan karyawan, dan pendekatan yang sesuai dengan perspektif ini disebut LMX (LMX). Teori kepemimpinan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada kepemimpinan yang memiliki tiga domain yaitu Leader (L), followers atau Member (M), dan relationship atau Exchange (X) yang kemudian disebut LMX (Eliyana, 2015). LMX (LMX) merupakan suatu konsep yang memperhatikan kualitas hubungan antara bawahan dan supervisor di lingkungan kerja dimana pemimpin dapat membangun hubungan dengan intensitas yang berbeda-beda dengan anggota dalam kelompok kerja mereka (Lee, 2020).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya merupakan salah satu instansi Pemerintah Kota Surabaya yang mengadopsi gaya kepemimpinan tersebut. Dinas Pariwisata berfungsi sebagai sumber pendapatan dan indikator pembangunan ekonomi di sektor riil, yang dapat meningkatkan pendapatan daerah dan menjadikan kota Surabaya sebagai kota tujuan wisata yang bermartabat dan memiliki pesona seni serta dilandasi nilai-nilai religi dan kesejahteraan. serta keunikan budaya. Untuk menjalankan fungsi tersebut, Dinas Pariwisata Budaya Kota Surabaya membutuhkan dukungan kinerja terbaik dari para karyawannya.

Di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terdapat sekretariat dan empat bidang yang mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional bagi stafnya, yaitu Dinas Destinasi Pariwisata, Kebudayaan, Promosi Pariwisata, dan Industri Pariwisata. Gaya kepemimpinan ini terlihat dari sekretariat dan seluruh pemimpin lapangan yang memiliki karakteristik pemimpin transformasional yang karismatik, inspiratif, fokus pada stimulasi intelektual dan peduli dengan karyawan.

Gaya kepemimpinan transformasional akan berdampak positif pada hubungan antara pemimpin dan stafnya. Hal tersebut juga akan berdampak pada kinerja pegawai dalam menyelesaikan tujuan kerja tahunan yang selalu dilaksanakan sesuai jadwal yang telah direncanakan, seperti pelaksanaan HUT tahunan kota Surabaya.

Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dan dianalisis, diperoleh kesimpulan bahwa kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja tetapi berpengaruh signifikan terhadap LMX pada pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. sedangkan LMX berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, serta memediasi sepenuhnya pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai. Sehingga dalam penelitian ini secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi LMX maka semakin tinggi pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Hal ini juga didukung oleh pernyataan Kalsoom et al., (2018) bahwa kepemimpinan adalah proses dan kemampuan individu untuk menginspirasi sekelompok orang melalui visinya untuk mencapai tujuannya. Dalam penelitian ini diketahui bahwa teori kepemimpinan diterapkan dengan baik dan dapat menghasilkan interaksi pemimpin-pengikut yang sesuai. Penelitian ini juga dapat meningkatkan kinerja karyawan yang menghasilkan kualitas kerja yang baik dan mengarah pada indikator perkembangan ekonomi yang dibutuhkan suatu perusahaan.

Hasil penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi oleh manajemen perusahaan dalam mengukur pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh LMX (LMX). Diketahui bahwa hal itu dapat mempengaruhi perubahan yang diperlukan untuk manajemen yang efektif, lebih memperhatikan kualitas hubungan antara bawahan dan atasan, dan mencapai tujuan independen secara efisien melalui kapasitas individu. Selain itu dapat dilihat melalui rata-rata kinerja pegawai terendah yaitu 3,71 yang menyatakan bahwa pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya menetapkan tujuan kerja lebih tinggi dari standar yang ditetapkan. Meskipun rata-rata termasuk dalam kategori tinggi, namun nilai rata-rata tersebut masih merupakan skor terendah pada indikator variabel kinerja pegawai. Diharapkan pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya dapat lebih baik dalam melaksanakan pekerjaan yang dilakukan dengan melakukan pekerjaan yang lebih tinggi dari standar yang ditetapkan.

Penulis : Prof. Dr. Anis Eliyana, S.E., M.Si.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

http://www.sysrevpharm.org/fulltext/196-1607691287.pdf?1610659552

(The effect of transformational leadership on employee performance mediated by leader-member exchange (LMX))

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu