Pengaruh Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional terhadap Kinerja Dosen dengan Mediasi Kepuasan Kerja

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Dalam dunia yang sangat kompetitif saat ini, organisasi tumbuh secara global dan menghadapi banyak tantangan dalam mencapai tujuan mereka. Dengan begitu, seorang pemimpin diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mencapai tujuan tersebut dan mendorong kinerja karyawan dengan memuaskan pekerjaannya (Torlak & Kuzey, 2019). Kualitas seorang pendidik dikenal sebagai faktor utama dalam mencapai keberhasilan suatu proses pendidikan. Hal ini dikarenakan segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang pendidik akan mempengaruhi prestasi belajar siswa secara akademis dan non akademis (Gerade et al., 2019; Mahler et al., 2018). Selain itu, cara pendidik berkomunikasi juga akan mempengaruhi karakter peserta didik, atau dengan kata lain kualitas pendidik dapat mempengaruhi kualitas dan hasil belajar. Sehingga mendapatkan kinerja dosen secara tepat sangat penting dalam menentukan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Karena dapat dikatakan bahwa semakin baik kualitas kinerja dosen maka semakin baik pula kualitas pembelajaran dan prestasi mahasiswa (Sihombing, 2020).

Dalam sepuluh tahun terakhir, universitas telah melakukan perubahan mendasar dalam pengembangan kurikulum, peran dosen, dan strategi pembelajaran (Noor Azizah et al., 2020). Perubahan tersebut membawa perubahan filosofi yang mendominasi bidang kepemimpinan pendidikan. Kepemimpinan menurut Rusydi, (2017) dapat berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen di perguruan tinggi. Menurut Masa’deh et al., (2016), juga diketahui bahwa gaya kepemimpinan merupakan faktor strategis yang dapat mempengaruhi inovasi dan berbagi pengetahuan karena pemimpin dapat memungkinkan organisasi untuk mengintegrasikan, berbagi dan menggunakan pengetahuan dengan cara yang inovatif. Selain itu, kinerja dianggap sebagai variabel penting dalam literatur manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, yang selanjutnya terkait dengan operasi organisasi.

Karena orang akan berinvestasi dalam organisasi untuk mencapai tujuan, setiap upaya dilakukan untuk memastikan bahwa mereka melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Faktanya adalah karyawan membutuhkan dorongan ekstra agar mereka tetap tertarik, antusias, dan bangga. Menurut Masa’deh et al., (2016) kepemimpinan dapat diintegrasikan secara proporsional yaitu antara kepemimpinan transaksional dan transformasional yang akan memotivasi dosen untuk secara sadar dan profesional melaksanakan tugas-tugas yang melebihi standar kinerja yang diharapkan. Pemimpin transaksional memiliki informasi yang jelas tentang apa yang dibutuhkan dan diinginkan bawahannya. Karena dalam hubungan kepemimpinan transaksional ini, pemimpin akan memberikan return on performance yang layak kepada bawahannya. Oleh karena itu, kepemimpinan transaksional merupakan salah satu jenis kepemimpinan yang dapat mendorong bawahan untuk memberikan segala keterampilan untuk mencapai hasil yang terbaik bagi organisasi. Selain kepemimpinan transaksional, beberapa pemimpin transformasional dapat memengaruhi satu atau lebih orang dalam organisasi. Kepemimpinan transformasional didasarkan pada prinsip-prinsip yang terkait dengan proses pengembangan bawahan. Pemimpin transformasional mengevaluasi semua kemampuan dan potensi setiap bawahan untuk menjalankan pekerjaannya, dengan melihat kemungkinan perluasan dan pemberdayaan bawahan di masa depan (Bastari et al., 2020). Dalam organisasi jenis ini, dua pemimpin memiliki pandangan yang sama dalam memberikan kepemimpinan kepada bawahannya. Pemimpin transaksional akan memperjelas peran dan persyaratan tugas pengikut terhadap tujuan yang ditetapkan, sedangkan pemimpin transformasional akan menginspirasi pengikut untuk melampaui kepentingan pribadi mereka demi kebaikan organisasi (Olabanji & Abayomi, 2016).

Selain gaya kepemimpinan dan kinerja dosen, faktor lain yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi adalah kepuasan kerja. Grenberg seperti dikutip (Anwar et al., 2017) bahwa kepuasan kerja adalah sekumpulan perasaan yang disukai atau tidak disukai karyawan terkait dengan pekerjaannya. Atau kepuasan kerja dinyatakan sebagai sejauh mana orang merasa positif atau negatif tentang pekerjaan mereka. Ini adalah respons emosional terhadap tugas seseorang, serta kondisi fisik dan sosial di tempat kerja. Karyawan dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaannya, begitu pula sebaliknya karyawan yang tidak puas dengan pekerjaannya akan menunjukkan sikap negatif terhadap pekerjaannya (Syabarrudin et al., 2020). Peran pemimpin tidak terlepas dari kepuasan kerja dan kinerja. Penelitian ilmiah tentang masalah kepemimpinan biasanya menunjukkan bahwa kepuasan dan kinerja adalah hal-hal yang dapat diinspirasi oleh kepemimpinan.

UNITOMO adalah salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Surabaya. Sejak berdirinya Yayasan Pendidikan Satya Tatpara Adhika pada tahun 1981 dapat berkembang dari 5 jurusan menjadi 8 jurusan dengan 15 jurusan hanya dalam 14 tahun. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras pihak terkait, kepala sekolah, yayasan, dekan, dosen, dan perguruan tinggi atau karyawan yayasan lainnya. UNITOMO adalah promotor dan aktor generasi pendidikan bangsa. Tentunya sebagai sebuah tim dibutuhkan kerjasama yang kuat dari pihak-pihak terkait untuk menyatukan dan mencapai tujuan. Seiring berjalannya waktu, konflik internal antara yayasan dan kepala sekolah memberi kabar buruk tentang fasilitator di UNITOMO Surabaya. Kabar tidak menyenangkan menyebar ke seluruh masyarakat, menyebabkan penurunan opini publik tentang Universitas dan akhirnya menyebabkan penurunan tajam jumlah pendaftar baru.

Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dan dianalisis, diperoleh kesimpulan bahwa kepemimpinan transaksional berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen UNITOMO, kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen, Kepuasan kerja tidak memediasi pengaruh kepemimpinan transaksional terhadap kinerja dosen, dan kepuasan kerja memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja dosen. Mendukung pernyataan Torlak & Kuzey, (2019) bahwa seorang pemimpin diharapkan memainkan peran penting dalam mencapai tujuan tersebut dan mendorong kinerja karyawan dengan memuaskan pekerjaannya. Dalam penelitian ini diketahui bahwa kualitas dosen merupakan hal utama dalam mencapai keberhasilan suatu proses pendidikan. Selain itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa Ketua Program Studi Universitas mampu memberikan pengaruh terhadap peningkatan kinerja dan kepuasan kerja yang positif bagi dosen melalui gaya kepemimpinan transaksional dan transformasional.

Melalui hasil penelitian ini diketahui bahwa manajemen perusahaan dapat memberikan rekomendasi dalam mengukur pengaruh kepemimpinan transaksional dan transformasional terhadap kinerja dosen dengan mediasi kepuasan kerja. Hal ini dapat mempengaruhi organisasi dalam membimbing bawahannya menuju tujuan yang telah ditentukan dengan mendefinisikan peran dan tugasnya, mengevaluasi semua kemampuan dan potensi setiap bawahan untuk melaksanakan pekerjaannya dengan melihat kemungkinan perluasan dan kewenangan bawahan di masa depan, memungkinkan seorang pegawai untuk dapat mengeluarkan kemampuan yang maksimal dalam pekerjaannya, dan dapat mempengaruhi organisasi dalam meningkatkan produktivitas seorang dosen.

Selain itu, berdasarkan hasil rata-rata variabel kinerja dosen yang paling kecil yaitu 3,48 tentang pendapat terkait penghargaan selama menjabat sebagai dosen di UNITOMO, disarankan agar UNITOMO lebih mengapresiasi mereka. Karena mereka akan merasa bahwa pekerjaannya lebih berharga dan akan mempengaruhi perilaku mereka dalam bekerja menjadi lebih baik lagi. Meski masih dalam kategori tinggi, namun hasil tersebut menunjukkan rata-rata terkecil.

Penulis : Prof. Dr. Anis Eliyana, S.E., M.Si.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

http://www.sysrevpharm.org/fulltext/196-1607804805.pdf?1610659473

(The effect of transactional and transformational leadership on lecturer performance with job satisfaction as the mediation)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu