Biokonsentrasi Logam Berat Cu dan Pb pada Mangrove di Pulau Sarinah, Muara Sungai Porong, Sidoarjo, Jawa Timur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: Tribunnews Bogor

Kecamatan Porong Sidoarjo merupakan salah satu kawasan pesisir di Jawa Timur  yang terkena dampak dari pencemaran lingkungan berbahaya yang dikenal sebagai banjir lumpur panas sidoarjo. Pencemaran tersebut terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 yang berasal dari salah satu perusahan minyak dan gas bernama PT. Lapindo Brantas yang. Berdasarkan hasil pengukuran konsentrasi logam berat yang dilakukan oleh UNDAC (2006) lumpur lapindo diketahui mengandung logam berat Cu sebesar 24,5 ppm, sedangkan untuk kandungan logam berat Pb sebesar 17,8 ppm. Sampai saat ini pembuangan lumpur lapindo masih dialirkan ke Pulau Sarinah Muara Sungai Porong.

Masuknya bahan pencemar ke dalam sungai atau perairan dapat menyebabkan penurunan kualitas perairan bahkan pencemaran polutan terhadap laut. Apabila polutan logam berat masuk ke dalam perairan maka akan menjadi ancaman yang serius bagi manusia dan mahluk hidup yang hidup disekitar wilayah Pulau Sarinah Muara Sungai Porong. Pencemaran logam berat di perairan saat ini merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi di wilayah pesisir. Secara tidak langsung pembuangan  lumpur berbahaya yang berasal dari salah satu perusahaan gas dan minyak yang mengandung logam berat ke sungai akan berdampak terhadap kualitas air, kehidupan biota dan kenyamanan ekosistem perairan serta kesehatan manusia di sepanjang aliran sungai porong.

Perairan muara sungai porong sejak lama sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber kehidupan sehari-hari mulai dari budidaya ikan, tambak dan aktifitas sehari-hari. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi pencemaran logam berat di lingkungan muara sungai porong adalah dengan menfaatkan potensi mangrove yang dimiliki muara sungai porong. Mangrove telah diketahui dari berbagai penelitian mampu mengakumulasi logam berat dari lingkunganya.

Kerapatan mangrove di Muara Sungai Porong, Sidoarjo diketahui bahwa ekosistem mangrove yang berada di Muara Sungai Porong memiliki potensi mangrove yang tinggi dibuktikan dengan ditemukannya beberapa spesies mangrove seperti Sonneratia casiolaris, Avicennia marina, Avicennia alba, Sonneratia alba dan Rhizopora mucronata dan memiliki kategori kerapatan antara sedang sampai lebat. Berdasarkan penemuan beberapa spesies mangrove di Pulau Sarinah Muara Sungai Porong tersebut, maka penelitian ini menitikberatkan pada spesies mangrove yang memiliki kemampuan akumulasi polutan logam berat paling tinggi dari lingkungannya. Hal ini dipicu karena belum diketahui secara pasti jumlah rata-rata konsentrasi dan jenis logam berat yang paling banyak terakumulasi pada tumbuhan mangrove di Pulau Sarinah Muara Sungai Porong Sidoarjo.

Penelitian ini dilakukan di Pulau Sarinah yang terletak di Kabupaten Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia (112º42’19.87 “E, 7º31’30.33” S). Pulau ini terbentuk dari pengendapan semburan lumpur Lapindo di PT muara Sungai Porong merupakan tempat wisata bahari objek yang terletak di desa Tlocor

Prosedur pengambilan sampel

Sampel jaringan akar dan daun bakau tiga spesies mangrove yang terdiri dari Sonneratia alba, Avicennia marina, dan Avicennia alba. Konsentrasi Cu dan Pb diukur dengan menggunakan Spektroskopi Serapan Atom Shimadzu AA6800. Analisis kualitas air diukur dengan pemeriksa kualitas air WQC-22A

Penulis : Wahyu Isroni

Informasi lebih detail dari penelitian ini dapat ditemukan pada jurnal ilmiah pada link berikut ini:

http://www.envirobiotechjournals.com/article_abstract.php?aid=10997&iid=322&jid=3

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu