Asosiasi Antara Variasi gen HBx dan Perkembangan Parah Penyakit Hati pada Pasien Hepatitis B

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh SehatQ

Penyakit hati seperti sirosis dan kanker hati di Indonesia mayoritas disebabkan oleh virus hepatitis B. Orang yang terinfeksi dengan virus hepatitis B akan mengalami kondisi klinis dengan spektrum yang bervariasi antara lain kondisi akut, kronis, sirosis, fulminant dan kanker hati. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik virus dan individu yang terinfeksi. Pada beberapa studi meneliti korelasi antara kondisi klinis pasien terinfeksi virus hepatitis B dan karakteristik molekuler dari virus terkait perubahan genetik atau mutasi yang muncul. Frekuensi mutasi yang tinggi pada gen virus hepatitis B sering ditemukan pada pasien terinfeksi virus hepatitis B dengan stadium lanjut misalkan pada kondisi sirosis atau kanker hati.

Penelitian dengan judul Asosiasi Antara Variasi gen HBx dan Perkembangan Parah Penyakit Hati Pada Pasien terinfeksi virus hepatitis B di Indonesia telah melaporkan adanya perubahan genetik pada gen virus hepatitis B penyandi protein X yang memegang peranan penting dalam perkembangan penyakit hati parah. Dalam studi tersebut melibatkan 114 pasien terinfeksi virus hepatitis B dan frekuensi mutasi dalam gen X dibandingkan di antara varian virus yang diperoleh dari pasien dengan kondisi hepatitis kronis, sirosis hati, dan kanker hati. Frekuensi mutasi pada daerah Basal Core Promoter (BCP) di gen X secara signifikan lebih besar pada penyakit hati lanjut dibandingkan dengan hepatitis kronis.

Selain itu, mutasi ganda K130M/V131I dan mutasi rangkap tiga N88V/K130M/V131I dikaitkan dengan 2,5 kali risiko tinggi penyakit hati lanjut. Penemuan korelasi antara multiple mutasi pada gen X dari virus hepatitis B dan keparahan penyakit hepatitis ini disebabkan karena mutasi tersebut menyebabkan virus dapat melarikan diri dari sistem imun individu yang terinfeksi dengan virus hepatitis B. Sehingga penting untuk melihat pola perubahan genetik atau mutasi dari varian virus hepatitis B untuk memaksimalkan upaya pengobatan yang dilakukan. Selain itu juga dengan mengetahui pola mutasi ini dapat juga digunakan untuk membuat strategi pencegahan dari transmisi varian virus tersebut. 

Penulis: Laura Navika Yamani, S.Si., M.Si., Ph.D

Link jurnal dari tulisan di atas: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6668595/pdf/kobej-65-e28.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu