Jadikan FF UNAIR Bagian Integral dari Smart University

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dekan Fakultas Farmasi UNAIR Prof Junaidi Khotib (kiri) usay dialantik oleh Rektor UNAIR Prof Moh Nasih. (Foto: M. Alif Fauzan)

UNAIR NEWS – Restukturisasi dan pelantikan dekan baru Universitas Airlangga (UNAIR) periode 2020-2025 telah usai digelar pada Rabu (30/9/2020) lalu. Nakhoda kepemimpinan Fakultas Farmasi (FF) pun akhirnya kembali jatuh kepada Prof. Junaidi Khotib S.Si., Apt., M.Kes., Ph.D.

Mengabdikan diri sebagai dosen sejak tahun 1995, mantan Wakil Rektor IV UNAIR periode 2015-2020 tersebut merupakan salah satu putra terbaik UNAIR yang memiliki berbagai prestasi dan sumbangsih besar terhadap almamater.

Dalam wawancara bersama tim UNAIR News, lelaki kelahiran Jombang 22 Oktober 1970 tersebut mengungkapkan bahwa dirinya memiliki visi ke depan untuk membawa Farmasi UNAIR menjadi bagian integral dari agenda besar universitas, yakni Smart University.

Akan tetapi tujuan itu tidak dapat diraih dengan mudah. Lulusan S3 Hoshi University Japan tersebut meyakini bahwa situasi pandemi membawa dua tantangan besar, yakni keterbatasan dan ketidakpastian yang besar.

“Tapi kita di FF telah siap menerapkan beberapa kebijakan terkait pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, serta jejaring kerja sama. Ada beberapa modifikasi dan inovasi untuk penyesuaian situasi agar target tetap tercapai,” papar dosen Departemen Farmasi Klinik itu.

Dalam aspek pembelajaran, Prof Junaidi menjamin bahwa transfer pengetahuan dan interaksi dosen-mahasiswa akan tetap berjalan lancar meski diselenggarakan melalui platform daring seperti Zoom, AULA, maupun Google Classrom. Selain itu, FF UNAIR sendiri juga telah menerapkan blended learning, khususnya untuk mengakomodasi kegiatan praktik maupun laboratorium. “Tentunya semua rancangan maupun implementasinya telah sesuai protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu dalam aspek penelitian dan pengabdian masyarakat, Guru Besar Bidang Ilmu Biofarmasetika tersebut ingin mengarahkan pada kebermanfaatan di antara masyarakat. Community services mulai diinisiasi dan diarahkan pada pelatihan dan penyuluhan tanggap darurat Covid-19 baik untuk masyarakat maupun organisasi profesi.

“Kalau untuk penelitian, kita jalan terus dan iku serta berperan dalam riset obat maupun vaksin Covid-19. Tentunya di samping penelitian-penelitian lain dari dosen maupun mahasiswa,” kata dosen berprestasi FF UNAIR tahun 2009 itu.

Pada sisi lain, strategi kerja sama nasional dan internasional akan terus dilanjutkan dengan menekankan pada kolaborasi mutual. Kerja sama sendiri juga digunakan Prof. Junaidi untuk meningkatkan branding FF UNAIR di tataran global.

“Fokus kami di Indonesia dan global agar nantinya pengembangan kefarmasian dan industri farmasi dapat berporos pada FF UNAIR,” ungkap penerima penghargaan Satya Lencana XX Tahun tersebut.

Prof. Junaidi sendiri menegaskan bahwa keseluruhan strategi tersebut berorientasi pada agenda smart university yang dicanangkan oleh Rektor UNAIR. “Rancangan besar itu akan kami implementasikan dalam setiap lini aktivitas fakultas. FF adalah bagian tak terpisahkan dari UNAIR. Smart education, akselerasi penelitian dan inovasi, serta farmapreneur menjadi kunci utama strategi kami lima tahun ke depan,” jelasnya. Bersamaan dengan momen Dies Natalis UNAIR ke-66, Prof. Junaidi pun turut meyakinkan bahwa FF UNAIR akan siap menghilirkan kebermanfaatan akademis sebagaimana yang selama ini menjadi tujuan pendidikan dari UNAIR. “Kami tidak hanya akan terhenti pada pembelajaran akademik. Kami akan turut berdampak dan menjaga kontribusi pada masyarakat nasional maupun global,” tutupnya. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu