Peningkatan Kadar Interleukin 10 dalam Air Mata sebagai Potensi Biomarker Penyakit Mata Kering pada Pengguna Komputer

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi mata kering. (Sumber: Alodokter)

Penyakit mata kering merupakan masalah kesehatan global. Penyakit mata kering (PMK), dapat menimbulkan kerusakan permukaan okuli, kornea, gangguan penglihatan dan kebutaan.

Penyebab PMK bersifat multifaktorial dan salah satunya adalah akibat penggunaan video display terminal (VDT) atau yang lebih dikenal sebagai gadget yang meliputi penggunaan komputer dan alat telekomunikasi elektronik. Pemakaian komputer dalam jangka waktu lama akan berefek pada kondisi mata.

Penyakit mata kering akibat penggunaan komputer jangka lama dapat terjadi akibat menurunnya reflek berkedip yang berefek pada gangguan lapisan air mata. Selain itu radiasi elektromagnetik komputer dan lingkungan indoor yang bertemperatur tinggi dan memiliki kelembaban yang rendah akan mempengaruhi penguapan air mata. Sinar biru yang dipancarkan komputer berkontribusi pada timbulnya fotofobia dan nyeri pada bola mata.

Lapisan mucin pada air mata memegang dalam mempertahankan kelembaban permukaan mata. Mucin yang merupakan protein bermolekul besar yang tergolong glikoprotein dihasilkan oleh sel goblet pada konjungtiva dan distimulasi oleh histamin, antigen, kompleks imun atau aksi mekanik seperti berkedip. Penurunan kadar mucin yang disekresikan oleh goblet sel mengakibatkan peningkatan osmolaritas air mata dan penurunan non-invasive break up time (NIBUT).

Hiperosmolaritas air mata akan merangsang kaskade inflamasi, pada tingkat seluler meliputi: TNF𝛼, IL 1, IL 10, IL 17. Pada penelitian ini meneliti kadar IL10 sebagai biomarker penyakit mata kering. Dengan ditemukan biomarker untuk deteksi dini, akan terhindar dari kerusakan permanen dari epitel sel goblet.

Penelitian ini menggunakan rancangan case control. Dilakukan di Denpasar pada periode Juli-Agustus 2018. Etik dilakukan di BAB etik fakultas kedokteran Universitas Udayana.

Total sampel 46 subjek, 25 subjek dengan DED (grup kasus), 21 subjek tanpa DED (grup kontrol). Dengan analisis menggunakan Chi-square secara signifikan IL10 meningkat pada grup kasus. Peningkatan IL 10 pada air mata merupakan resiko terjadi DED.

Parameter IL 10 pada air mata biomarker yang potensial dalam deteksi terjadinya DED pada pengguna komputer yang lama.

Penulis : Nurwasis

Informasi detil dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di

https://biomedpharmajournal.org/vol13no3/utilization-of-high-level-of-interleukin-10-in-tears-a s-a-biomarker-for-dry-eye-disease-detection-in-computer-users/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu