Candiday Kit untuk Uji Biofilm Candida secara Cepat dan Murah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Tim Peneliti

Kelompok studi Biofilm Polimikroba dan Resistensi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Prof. Dr. Afaf Baktir, mendesain dan mengkonstruksi kit berbasis gold immunochromatography assay (GICA) menggunakan biofilm antigen dari Candida albicans sebagai bioreseptor, untuk diagnosis kandidiasis. Kit ini menggunakan membran nitroselulosa sebagai pembawa antigen atau antibodi sebagai pelacak (bioreseptor) yang diberi label koloid emas.  Metode GICA yang dikembangkan dalam penelitian ini didasarkan pada prinsip imunokromatografi aliran terbalik. Berbeda dari metode imunokromatografi digunakan dalam tes kehamilan yang umumnya menggunakan aliran lateral.

Candida merupakan mikroflora normal di selaput mukosa pada saluran pencernaan, pernafasan, vagina, uretra, juga pada kulit dan dibawah jarikuku tangan dan kaki. Jamur ini dapat bersembunyi dari imun inang atau antibiotika melalui pembentukan biofilm apabila kondisi tidak menguntungkan. Dalam kondisi yang baik, berubah wujud menjadi plantonik dan menjadi dominan akibat pertumbuhan berlebihan (kandidiasis) dan menyebabkan keadaan-keadaan patologik ketika daya tahan tubuh menurun, baik secara lokal maupun sistemik, atau ketika ekosistem mikroflora usus terganggu.  Keadaan patologik ini dapat terjadi di mulut, vagina, kulit atau paru-paru, juga dapatmenyebabkan septikemia, endokarditis atau meningitis. Ringkasnya, kandidiasis atau pertumbuhan berlebihan Candida terjadi sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kekebalan tubuh dengan patogenisitas Candida. Beberapa jenis infeksi Candida dapat menyebabkan masalah serius, terutama pada individu dengan sistem imun yang tertekan. Salah satu spesies Candida yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia adalah Candida albicans.

Dalam kondisi yang kurang menguntungkan untuk pertumbuhan Candida, seperti kurangnya nutrisi atau adanya faktor yang membahayakan kelangsungan hidupnya, Candida membentuk asosiasi yang disebut sebagai biofilm. Biofilm ini adalah mekanisme perlindungan bagi mikroba yang diaktifkan untuk mengatasi respons imun inang dan zat anti-mikroba. Patogenisitas dan kemampuan resistensi sebagian besar mikroba, termasuk Candida, ditentukan oleh kemampuannya untuk membentuk biofilm.

Diagnosis kandidiasis yang dini dan akurat adalah penting untuk pemberian terapi antijamur yang tepat waktu kepada pasien. Misal pada penderita autis yang seringkali mengalami overgrowth Candida padasaluran pecernaannya. Sampai sekarang, kultur darah telah dianggap sebagai metode standar emas untuk diagnosis kandidiasis. Namun, metode ini memiliki sensitivitas rendah dan membutuhkan waktu hingga 8 hari. Metode diagnosis non-kultur, seperti PCR, yang digunakan untuk mendeteksi komponen sel Candida, termasuk β-D-glukan (BDG) dan mannan, telah dikembangkan dan sekarang tersedia secara komersial. Namun, deteksi mannan dan BDG sering dikaitkan dengan hasil positif palsu. Oleh karena itu, metode diagnostik serologis dikembangkan melalui deteksi antibodi inang terhadap komponen Candida. Dalam penelitian sebelumnya, ekstrak protein intraseluler biofilm Candida albicans (PIB) digunakan sebagai antigen yang dapat dideteksi menggunakan serum anti-Candida dengan metode dot blot immunoassay.

Diagnosis kandidiasis menggunakan Candiday Kit memiliki beberapa keunggulan, yakni pemakaian mudah dan sederhana, volume sampel rendah, waktu pemeriksaan cepat, murah, tidak ada reaksi silang dan tidak memerlukan peralatan khusus.

Penulis: Prof. Dr. Afaf Baktir

Link jurnal terkait tulisan di atas:

https://www.degruyter.com/view/journals/chem/17/1/article-p1345.xml

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu