Home Based Exercise Training: Latihan Jalan Kaki yang Aman dan Efektif pada Penderita Kanker Payudara

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Hingga saat ini, kanker payudara merupakan keganasan yang paling sering terjadi pada wanita. Menurut Organisasi Penanggulangan Kanker Dunia dan Badan Kesehatan Dunia, diperkirakan terjadi peningkatan kejadian kanker di dunia 300 persen pada tahun 2030, dan mayoritas terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Di Jawa Timur, prevalensi kejadian kanker payudara merupakan terbesar kedua nasional dengan estimasi mencapai sebanyak 9.688 penderita. Wanita yang mengidap kanker payudara mengalami komplikasi baik secara fisik dan psikologis selama menjalani terapi kanker payudara. Gejala fisik yang dirasakan wanita dengan kanker payudara antara lain penurunan aktivitas fisik, kelelahan dan penurunan kualitas hidup.

Home Based Exercise Training (HBET) merupakan salah satu bentuk dari latihan fisik yang dapat dilakukan oleh pasien kanker dimana latihan fisik ini dapat menjadi terapi penunjang yang baik dalam meminimalkan atau bahkan memulihkan kondisi secara fisiologis dan psikologis dari efek samping kanker dan terapi kanker. Penderita kanker payudara yang melakukan latihan dapat mengaktifkan semua organ tubuh secara optimal. Latihan juga dapat memberikan rasa nyaman sekaligus meningkatkan performa dan kekuatan fisik. Hal inilah yang mendorong kami untuk melakukan penelitian terkait efektifitas HBET dengan berjalan kaki terhadap performa fisik, kelelahan dan kualitas hidup pada pasien kanker payudara.

Kegiatan latihan yang aman, murah, dan efektif untuk meningkatkan  kesehatan. Latihan ini dilakukan secara mandiri selama pasien berada di rumah dengan cara berjalan kakiselama 30 menit, 3 kali dalam seminggu selama 3 minggu secara teratur. di pagi hari. Hal yang perlu diperhatikan selama melakukan latihan yaitu berjalanlah dengan kecepatan biasa, pakailah alas kaki yang nyaman, beristirahatlah atau STOP sementara latihan jalan kaki jika muncul keluhan: Sesak napas, denyut nadi yang terlalu cepat (lebih dari 120 x/menit), dan pusing yang hebat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan performa fisik dan kualitas hidup, juga terdapat penurunan tingkat kelelahan pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi setelah melakukan Home Based Exercise Training dengan berjalan kaki. Home Based Exercise Training yang diberikan dapat menjadi salah satu rekomendasi intervensi yang dapat digunakan untuk mencegah adanya perburukan kondisi kesehatan pada pasien kanker payudara dengan stadium awal selama mendapatkan terapi. Hal ini diharapkan akan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien selama terapi bahkan hingga terapi selesai dilakukan. Adanya peningkatan kualitas hidup ini juga tampak pada kemampuan pasien kanker payudara dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Penulis: Lingga Curnia Dewi, S.Kep., Ns., M.Kep

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://www.researchgate.net/publication/342473466_The_Effects_of_Home-Based_Exercise_Training_on_Physical_Performance_Fatigue_and_Quality_of_Life_in_Breast_Cancer_Patient_Receiving_Chemotherapy_A_Pilot_Study

Dewi LC, Sukartini T, Kurniawati ND, Lim KA (2020). The Effects of Home-Based Exercise Training on Physical Performance, Fatigue and Quality of Life in Breast Cancer Patient Receiving Chemotherapy: A Pilot Study International Journal of Psychosocial Rehabilitation 24(7):2020 DOI: 10.37200/IJPR/V24I7/PR270913

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu