Golongan Darah ABO dan Risiko Obesitas di Kalangan Usia Dewasa Muda

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Dictio.id

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, saat ini Indonesia mengalami fase di mana penyakit-penyakit non-infeksi mengalami peningkatan prevalensi yang cukup bermakna dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Penyakit-penyakit tersebut diantaranya hipertensi dan penyakit jantung koroner, diabetes mellitus tipe 2 serta dislipidemia atau gangguan terkait abnormalitas kadar lemak tubuh. Obesitas dan kegemukan dialami oleh hampir semua kalangan usian termasuk pada usia dewasa muda. Kedu hal tersebut telah dilaporkan merupakan faktor risiko terjadinya sindroma metabolik termasuk hipertensi dan penyakit jantung koroner, serta diabetes mellitus tipe 2 di atas.

Golongan darah ABO dilaporkan memiliki kaitan erat dengan kecenderungan untuk mengidap penyakit tertentu termasuk hipertensi dan obesitas. Namun belum dilaporkan studi terkait hubungan antar variabel tersebut di kalangan usia dewasa muda di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Pada penelitian kami, 150 mahasiswa laki-laki dan perempuan di Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia berpartisipasi dalam analisis korelasi antara indeks massa tubuh, tekanan darah dan golongan darah ABO. Indeks massa tubuh didapat dari hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan. Sedangkan tekanan darah diukur menggunakan alat sphygmomanometer digital yang telah dikalibrasi dan distandarisasi sebelumnya. Golongan darah ABO dianalisis menggunakan teknik tetes darah perifer pada alat stik golongan darah. Semua pengukuran dan analisis dikerjakan oleh tenaga medis yang telah dilatih sesuai prosedur penelitian yang dimaksud untuk mendapatkan tingkat kevalidan data yang baik dan akurat.

Dari penelitian ini dilaporkan bahwa 18,7% mahasiswa dengan golongan darah A, 31,3% golongan darah B, 44% tipe O dan sisanya memiliki golongan darah AB. Dari semua partisipan tersebut; 30,7% mengalami obesitas; 18% mengalami kegemukan dan selebihnya memiliki indeks massa tubuh normal. Sebanyak 4,7% terdeteksi hipertensi; 28,7% pre-hipertensi; 66,7% memiliki tekanan darah normal. Terdapat korelasi yang signifikan antara indeks massa tubuh dan tekanan darah, dan pemilik golongan darah AB cenderung memiliki tekanan darah yang normal dibandingkan dengan golongan darah yang lain.  

Hasil penelitian lain oleh Alwasaidi et al., (2017) juga melaporkan bahwa tidak didapatkan korelasi antara indeks massa tubuh dengan golongan darah. Di lain pihak penelitian oleh Abdollahi et al., (2009) melaporkan tidak ditemukannya hubungan antara golongan darah dengan tekanan darah. Namun, Chandar dan Gupta (2012) melaporkan bahwa golongan darah B lebih rentan menderita obesitas dan hipertensi dibandingkan golongan darah yang lain; sedangkan golongan darah A atau AB cenderung lebih resisten. Hal tersebut dikaitkan dengan kadar ACE (angiotensin converting enzyme) yang mengkonversi angiotensin-I menjadi angiotensin-II sehingga menurunkan risiko hipertensi. Hal tersebut berhubungan dengan gene rs49828 dan alel minor T yang berkaitan dengan ekspresi glikosiltransferase pada isoform A, yanga mana tidak didapatkan pada fenotip golongan darah O.

Penulis: Viskasari P. Kalanjati, dr., M.Kes., PA(K)., Ph.D.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://e-journal.unair.ac.id/FMI/article/view/22186

Bambang Edi Suwito, Viskasari P. Kalanjati, Abdurachman (2020). Oral Health Status and The Body Mass Index in Young Adults. Folia Medica Indonesiana 56, 3, 203-207. doi: http://dx.doi.org/  10.20473/fmi.v56i3.22186

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu