Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Berpotensi sebagai Antibakteri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh health.kompas.com

Ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan hasil maserasi serbuk kayu secang dengan pelarut etanol 96% yang direndam selama beberapa hari kemudian disaring dan diuapkan dengan rotavapour sampai diperoleh ekstrak kental. Kayu secang merupakan tanaman herbal yang banyak ditemui di Indonesia. Secara empiris diketahui memiliki banyak khasiat penyembuhan dan sering dikonsumsi oleh masyarakat sebagai minuman kesehatan.

Kayu secang mengandung lima senyawa aktif yang terkait dengan flavonoid. Lima senyawa tersebut berupa brazilin, brazilein, 3’-O-metilbrazilin, sappanin, chalcone, dan sappancalchone. Produk tumbuhan alami berupa flavonoid ini dapat dimanfaatkan sebagai anti-stres, growth promoters, stimulasi nafsu makan, imunostimulasi, sifat afrodisiak, dan antimikroba.

Pemanfaatan kayu secang sebagai antimikroba terutama pada kasus infeksi oleh bakteri multiple drug resistant (MDR), seperti Escherichia coli ESBL. Extended-spectrum beta lactamase merupakan enzim yang mempunyai kemampuan untuk menghidrolisis antibiotika golongan penisilin, sefalosporin generasi I, II, III serta golongan aztreonam, sehingga bakteri resisten terhadap antibiotik tersebut.

Senyawa flavonoid dalam kayu sacang dapat dikembangkan sebagai obat antibakteri. Upaya pengembangan obat yang telah ada dapat dilakukan dengan rancangan obat. Rancangan obat bertujuan untuk mendapatkan obat baru dengan aktivitas yang lebih baik dan mempunyai toksisitas yang lebih rendah dengan melalui modifikasi struktur.

Modifikasi struktur dilakukan dengan mensitesis sejumlah turunan senyawa induk, melakukan identifikasi struktur dan melakukan uji aktivitas biologisnya. Perubahan struktur dari suatu senyawa akan mengubah sifat fisikokimia senyawa, termasuk sifat lipofilik, elektronik dan sterik, dan perubahan sifat fisikokimia ini akan menyebabkan perubahan aktivitas biologis senyawa.

Sebelum melakukan sintesis pada modifikasi struktur, diperlukan suatu upaya untuk memprediksi sifat fisikokimia, aktivitas biologis dan toksisitas senyawa yang akan disintesis. Metode yang sekarang sedang dikembangkan adalah pemodelan molekul. Pemodelan molekul yang juga disebut uji in silico yang mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang Kimia Medisinal dalam rangka merancang, menemukan dan optimasi senyawa bioaktif pada proses pengembangan obat.

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi secara in silico aktivitas antibakteri kayu secang terhadap Escherichia coli multiresisten isolat klinis, dengan senyawa pembanding meropenem. Materi dan Metode : Uji in silico digunakan untuk memprediksi aktivitas antibakteri dengan melakukan docking menggunakan program komputer Molegro Virtual Docker. Reseptor yang digunakan adalah beta-laktamase AmpC, kode PDB: 1LL5, dengan ligan imipenem (IM2-370). Selain memprediksi aktivitas, pada penelitian ini juga dilakukan prediksi sifat farmakokinetik (ADME), dan toksisitas brazilein dan meropenem menggunakan program pkCSM online tool. Analisis data : dilakukan dengan membandingkan energi ikatan hasil docking antara brazilein, ligan imipenem dan pembanding meropenem pada reseptor target. Semakin rendah energi ikatan ligan dengan reseptor target, semakin stabil ikatan yang terbentuk, dan hal ini dapat digunakan untuk memprediksi aktivitas biologis senyawa. Hasil : hasil uji in silico menunjukkan bahwa energi ikatan brazilein = -77.4202 kkal/mol, meropenem = -98.2425 kkal/mol, dan imipenem = -85.8187 kkal/mol.

Hasil uji di atas menunjukkan bahwa brazilein memiliki potensi sebagai antimikroba meskipun lebih rendah dibanding meropenem dan imipenem. Hasil uji in silico menggunakan program pkCSM online tool menunjukkan bahwa senyawa brazilein mempunyai sifat farmakokinetik yang baik, dan menimbulkan toksisitas yang relatif rendah.

Penulis: Dwi Krihariyani, Eddy Bagus Wasito, Isnaeni, Siswandono Siswodihardjo, Wiwik Misaco Yuniarti, Entuy Kurniawan.

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: http://www.sysrevpharm.org//fulltext/196-1604435838.pdf?1604634401

Dwi Krihariyani, Eddy Bagus Wasito, Isnaeni, Siswandono Siswodihardjo, Wiwik Misaco Yuniarti, Entuy Kurniawan (2020). In Silico Study on Antibacterial Activity and Brazilein ADME of Sappan Wood (Caesalpinia Sappan L.) Against Escherichia coli (Strain K12); Sys Rev Pharm 2020;11(10):290-296

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu