Membangun Keharmonisan Hidup dengan Dekat pada Tanaman Herbal

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PROF. Dr. Mangestuti Agil, M.S., Apt., salah seorang Guru Besar Fakultas Farmasi UNAIR saat menerangkan tentang khasiat tanaman herbal. (Foto: Istimewa)
PROF. Dr. Mangestuti Agil, M.S., Apt., salah seorang Guru Besar Fakultas Farmasi UNAIR saat menerangkan tentang khasiat tanaman herbal. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Indonesia terkenal dengan kekayaan tanaman herbalnya. Tercatat, ada sekitar 35.000 jenis tanaman yang tumbuh di Indonesia. Sebanyak 7.000 di antaranya merupakan tanaman obat. Namun, hanya sekitar 1.000 tanaman dari jumlah tersebut yang dimanfaatkan atau diaplikasikan sebagai jamu sebagai minuman berkhasiat.

Sebagai salah seorang yang telah menenuki obat tradisional Indonesia selama 40 tahun Prof. Dr. Mangestuti Agil, M.S., Apt., memaparkan bahwa manusia sejatinya tidak dapat dipisahkan dan secara insting selalu bergantung pada alam serta beraneka tanaman tersebut. Menurutnya, ramuan dari alam bisa membantu manusia untuk tetap sehat.

“Kita ini punya hubungan dan reaksi dengan zat-zat yang terkandung di dalam tanaman obat. Ini menunjukkan bahwa Tuhan telah menciptakan itu supaya kita bisa hidup bersama-sama untuk mendapatkan manfaat sebagai obat alam,” terangnya dalam acara Bincang Santai Suwe Ora Jamu.

Untuk mendapatkan manfaat dari jamu, sambung Prof. Manges, kita harus memelihara hubungan baik dan harmonis antara bodymind dan spirit.  Keharmonisan hubungan itu dapat diwujudkan melalui penyatuan antara cipta, rahsa, dan karsa.

“Di dalam serat Centhini dituliskan bahwa ramuan obat hanyalah salah satu sarana. Untuk memperoleh kesembuhan dan kesehatan yang barokah kita harus memelihara tiga nilai keharmonisan itu dan dilandasi dengan doa pada Tuhan,” jelasnya.

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR) itu menyebutkan bahwa tanaman yang paling gampang dinikmati dan baik untuk kesehatan adalah aromaterapi. Aromaterapi merupakan tanaman-tanaman berbau aromatic atau harum. Dia menerangkan bahwa setiap orang pasti akan tersenyum jika mencium bau harum, dari reaksi senyum itulah seseorang menjadi rileks. Selanjutnya, kondisi rileks menurutnya dapat meningkatkan imun tubuh yang berfungsi untuk menangkal masuknya penyakit.

“Imun yang baik adalah kunci untuk mengantisipasi pandemi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Manges menjelaskan beberapa tanaman yang baik dikonsumsi untuk kesehatan otak. Di antaranya yaitu tanaman kembang telang, daun mint, dan pegagan. Akar dari kembang telang sendiri menurut Prof. Manges sangat baik untuk menjaga kesehatan otak agar tidak mudah pikun. Sementara daun mint yang di dalamnya mengandung minyak akrisi sangat bermanfaat menghilangkan stress di otak apabila rutin dihirup setiap hari.

“Kalau orang Indonesia mau rutin konsumsi jamu dan tanaman herbal lainnya, saya jamin mereka akan selalu sehat asal tetap menjaga keseimbangan yang saya sebutkan tadi,” tutupnya. (*)

Penulis : Nikmatus Sholikhah

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu