FKG UNAIR Adakan Workshop Telemedicine Mandiri untuk Dokter Gigi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Tidak diragukan lagi, dokter gigi adalah salah satu kelompok profesi yang paling rentan terhadap penularan Covid-19. Pandemi yang terjadi sejak Maret 2020 membuat kelompok profesi ini berada pada posisi yang serba salah. Bila terus praktek maka keselamatan kesehatannya akan terancam. Bila tidak praktek maka mereka akan terikat dengan kode etik profesi yang seharusnya menolong pasien dalam kondisi apapun.

Sebagai institusi pendidikan yang terdepan dalam mengembangkan telemedicine di Indonesia, Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR melalui tim pengabdian masyarakat yang dipimpin oleh Aqsa Sjuhada Oki, drg, MKes, menggagas sebuah kegiatan workshop telemedicine mandiri untuk para dokter gigi. Dengan menggandeng Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Surabaya, Sidoarjo, dan Madiun, kegiatan ini dilakukan dengan format webinar workshop dengan live demo dan pelatihan.

drg Aqsa mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah meningkatkan kemampuan para dokter gigi di Surabaya, Sidoarjo, dan Madiun untuk menerapkan telemedicine mandiri dan tepat guna di tempat praktek masing-masing. Dengan penerapan aplikasi tersebut, maka penjadwalan pasien, seleksi kasus, diagnosis awal, dan pembayaran, dapat dilakukan secara online.

“Pertemuan fisik antara dokter gigi dan pasiennya terjadi sesingkat mungkin dengan penentuan diagnosis dan rencana perawatan yang telah dilakukan sebelumnya melalui aplikasi yang bisa dibuat sendiri oleh dokter,” ucap Aqsa.

Saat pasien bertemu dokter pada jadwal yang telah ditentukan, lanjutnya, dokter telah mampu menentukan keluhan, diagnosis awal, rencana perawatan, bahkan kesepakatan biaya perawatan. Dengan metode tersebut keamanan dokter dan pasien akan kemungkinan tertularnya Covid-19 dapat ditekan, karena 60 persen waktu tatap muka fisik dengan pasien dapat dikurangi.

Untuk bisa mengembangkan metode tersebut, para peserta diberi pelatihan pembuatan form telemedicine mandiri berbasis Google. Selain itu juga dilakukan pelatihan fotografi dental berbasis ponsel untuk menunjang telemedicine mandiri tersebut.

Dengan telemedicine mandiri maka dokter gigi mempunyai pilihan yang lebih luas di samping aplikasi telemedicine yang sudah tersedia di aplikasi online. Agar efektivitas kegiatan ini terukur, maka dilakukan pre dan post-test untuk melihat aspek kognitif, afektif, dan psikomotor para peserta terkait dengan pelaksaan telemedicine di era pandemic tersebut.

Nara sumber utama dalam kegiatan tersebut antara lain Gilang Rasuna Sabdho Wening, drg, MKes yang menyampaikan materi saat Workshop Telemedicine Mandiri Berbasis Google dan Setyabudi, drg, MKes, SpKG(K) saat Workshop Fotografi Telemedicine Berbasis Smartphone.

Hasil positif dari workshop tersebut adalah dterbitkannya Satuan Kredit Profesi (SKP) oleh Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia untuk para peserta workshop dan kemampuan Sebagian besar peserta untuk menerapkan telemedicine mandiri pada tempat praktek masing-masing.

Video dapat disaksikan melalui link berikut ini: https://s.id/telemedicine_rec

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu