Dampak Kesehatan Mental terhadap Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis di Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi pasien Tuberculosis. (Sumber: Klik Dokter)

Tuberkulosis masih menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Salah satu masalah yang muncul dalam proses pengobatan TB adalah pasien harus secara rutin dan teratur mengkonsumsi obat dalam waktu yang lama. Lama pengobatan dan efek samping yang muncul berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien TB.

WHO mendefinisikan kualitas hidup sebagai persepsi individu tentang bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Kualitas hidup juga terkait dengan tujuan hidup, harapan, standar, dan kekhawatiran pada diri masing-masing. Kualitas hidup memiliki 7 (tujuh) domain yaitu kondisi kesehatan secara umum, rasa sakit, fungsi sosial, fungsi fisik, keterbatasan akibat kesehatan fisik, keterbatasan akibat masalah emosi, energi, dan kesehatan emosional.

Kondisi kesehatan secara umum merupakan evaluasi terhadap status kesehatan seseorang secara umum. Rasa sakit menggambarkan tentang ada tidaknya rasa sakit yang dirasakan seseorang dan keterbatasan yang diakibatkan oleh rasa sakit tersebut. Fungsi sosial menjelaskan tentang ada tidaknya keterbatasan dalam aktifitas sosial. Fungsi fisik menjelaskan tentang ada tidaknya keterbatasan atau hambatan dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

Keterbatasan atau hambatan akibat kondisi kesehatan fisik menjelaskan tentang ada tidaknya kesulitan yang dialami dalam menjalani aktifitas sehari-hari akibat kondisi kesehatan fisik. Keterbatasan atau hambatan akibat masalah emosional menjelaskan tentang ada tidaknya kesulitan yang dialami dalam menjalani aktifitas sehari-hari akibat masalah emosional. Energi merupakan ada tidaknya rasa lelah atau perasaan kehilangan kekuatan atau energi. Kesehatan emosional menjelaskan tentang ada tidaknya rasa sedih dan kecemasan.

Terdapat sejumlah faktor yang berpengaruh dengan setiap domain kualitas hidup seperti faktor demografi (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status bekerja, dan pendapatan), ada tidaknya penyakit penyerta, indeks masa tubuh (IMT), dan kesehatan mental. Namun penelitian ini menghasilkan bahwa jenis kelamin, status bekerja, pendapatan, dan IMT tidak berpengaruh pada semua domain kualitas hidup. Faktor usia hanya berpengaruh pada kondisi kesehatan secara umum karena semakin bertambahnya usia, kondisi kesehatan seseorang cenderung menurun. Orang yang lebih tua juga cenderung kurang menjaga pola makan dan kondisi kesehatan. Usia tidak berpengaruh pada domain kualitas hidup yang lain karena orang tua dapat mengatasi dan menyesuaikan diri pada kondisi tersebut. Hal ini menjadikan seseorang tidak merasa mengalami hambatan dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

Tingkat pendidikan memberikan pengaruh yang signifikan pada domain fungsi fisik dan keterbatasan atau hambatan akibat masalah emosional. Seseorang dengan tingkat pendidikan yang tinggi lebih mudah memperoleh informasi baru. Kemampuan dalam menerima informasi berdampak pada cara berpikir seseorang termasuk dalam mengatassi masalah seperti masalah emosional.

Ada tidaknya penyakit penyerta berpengaruh pada domain kondisi kesehatan secara umum, rasa sakit, fungsi fisik, keterbatasan akibat kesehatan fisik, dan keterbatasan akibat masalah emosional. Ada penyakit penyerta menjadikan pasien TB merasakan lebih banyak gejala dan rasa tidak nyaman selain gejala TB itu sendiri. Hal inilah yang memberikan pengaruh yang signifikan kualitas hidup pasien TB.

Kesehatan mental berpengaruh pada semua domain kualitas hidup. Jumlah orang yang mengalami depresi lebih tinggi pada penderita pasien TB dibandingkan pada populasi umum. Tekanan mental pada pasien TB berpengaruh pada kondisi kesehatan dan kualitas hidupnya. Dengan demikian sangat penting bagi pasien TB untuk menjaga kesehatan mentalnya agar dapat menyelesaikan pengobatan sehingga dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Penulis: Ni Njoman Juliasih

Artikel lengkapnya dapat dilihat pada link jurnal berikut ini:

https://www.dovepress.com/factors-affecting-tuberculosis-patientsrsquo-quality-of-life-in-suraba-peer-reviewed-article-JMDH

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu