Penentuan Konsentrasi Aman SO2 di Stasiun Ampera Palembang – Indonseia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh bisnis.tempo.co

SO2 adalah zat beracun paling umum di kota-kota besar dan merupakan polutan yang sangat kuat dalam hubungannya untuk penyakit pernapasan (Farisi, 2018) . Efek dari paparan sulfur dioksida pada orang dewasa termasuk masalah dalam bernapas, perubahan kemampuan bernapas,serta sensasi terbakar di hidung dan tenggorokan (ATSDR, 2010).

Salah satu gas buang kendaraan diproduksidari kegiatan adalah gas SO2. Emisi kendaraan di Indonesia stasiun bus saat mesin berjalan tetapi berhenti kendaraan (idling) dua kali lebih tinggi dari emisi gas buang saat kendaraan berjalan secara normal (EPA, 2011). Transportasi dikota besar berbahan bakar batu bara menyumbang 32,5% SO2 dalampolutan nasional (Rao V. et al., 2013).

Menurut (SNI) 19-0232-2005 tersebut TLV sulfur dioksida yang diizinkan adalah 5,2 mg/m3(1,98 ppm). Menurut Permenaker No. 5 dari Nilai Batas Ambang Batas (TLV) 2018 untuk sulfurdioksida adalah 0,25 mg/m3 (0,09542 ppm). ACGIH di2005 menetapkan nilai ambang batas (TLV) sulfurdioksida 2 ppm.

Konsentrasi sulfur dioksida yang aman adalah bukan referensi dalam menentukan nilai ambang batas belerang dioksida yang sering berpengaruh pekerja meskipun konsentrasinya di bawah ambang. Sebuah penelitian menemukan bahwa kejadian kanker paru-paru adalah 1,3% lebih tinggi di daerah konsentrasi tinggi sulfur dioksida (≥0,008 ppm) dibandingkan di daerah dengan rendah konsentrasi sulfur dioksida (<0,005 ppm) (ATSDR, 2010). Perubahan fungsi paru-paru terjadi ditemukan pada pekerja yang terpapar 0,4-3,0 ppm sulfur dioksida dalam 20 tahun atau lebih. Pernapasan sensitif seperti asma dapat terjadi akibat paparan yang rendah konsentrasi (0,25 ppm) sulfur dioksida (ATSDR, 2010). Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi sulfur dioksida di bawah ini TLV yang ditentukan (ATSDR, 2010 dari 3 ppm) memiliki memiliki efek kesehatan pada pekerja. Jadi TLV perlu ditingkatkan berdasarkan hasil penelitian pada batas aman konsentrasi sulfur dioksida di lingkungan kerja. Berat rata-rata, tinggi, kondisi suhu, dan tekanan udara di suatu tempat adalah alasan untuk konsentrasi yang aman dan TLV dari abahan kimia yang berbeda. Berdasarkan perhitungan, konsentrasi aman dipengaruhi oleh berat badan, laju pernapasan, dan lama waktu kerja.

Penelitian ini dilakukan dengan menentukan batas aman konsentrasi sulfur dioksida di lingkungan kerja berdasarkan berat badan pekerja, tingkat pernapasan, dan durasi pekerjaan sehari-hari. Tingkat pernapasan dipengaruhi oleh tubuh pekerja bobot.

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keamanan konsentrasi sulfur dioksida pada pedagang kaki lima di Indonesia stasiun bus Ampera Palembang-Indonesia. Studi ini dimulai dengan tekad NOAEL ditikus putih dan RfC. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai referensi dalam menentukan sulfur dioksida TLV dilingkungan kerja di Indonesia, yaitu AmperaStasiun bus Palembang sebagai penyempurnaan dari TLV yang ada.

Berdasarkan perhitungan, NOAEL sulfur dioksida adalah 0,25 ppm. NOAEL lebih rendah dari bahwa NOAEL ditentukan oleh ATSDR pada tahun 1998 oleh 3 ppm untuk sistem pernapasan dengan tingkat sedang paparan.

Hasil perhitungan referensi paparan dosis (RfC) terhadap sulfur dioksida adalah 0,032 mg/kg RfC dalam penelitian ini lebih kecil dari penentuan RfC pada studi paparan manusia kontrol dalam populasi 0,067 mg/kg. Kesehatan manusia termasuk populasi yang memiliki pernapasan sensitif seperti penderita asma masih dilindungi. Dengan demikian, RfC dari penelitian ini adalah aman untuk manusia.

Berdasarkan hasil penelitian ini, aman konsentrasi sulfur dioksida di PKL dari stasiun bus Ampera, Palembang adalah 0,395 ppm. Nilai ini lebih rendah dari ambang sulfur dioksida nilai menurut (SNI) 19-0232-2005 dari 5.2mg/m3 (1,98 ppm) dan ACGIH pada 2005 sebesar 2 ppm. Dengan demikian, nilai dari hasil penelitian ini dapat menjadi digunakan sebagai referensi dalam menentukan ambang batas nilai sulfur dioksida di stasiun bus Ampera, Palembang dan aman bagi mereka yang terpapar untuk itu.

Penulis: Rizqy Kartika Sari, Abdul Rohim Tualeka

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: http://www.medicopublication.com/index.php/ijphrd/article/view/5376

(Determination of Safe Sulfur Dioxide (SO2) Concentration among Street Vendors of Ampera Bus Station, Palembang, Indonesia)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu