Kualitas Kehidupan Kerja dan Komitmen Organisasional Karyawan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Jojonomic.com

Kewajiban bagi perusahaan untuk memperhatikan kehidupan pada kondisi pekerjaan karyawannya. Penciptaan kualitas kehidupan kerja (Quality of Work Life) diketahui sangat diperlukan dalam membentuk komitmen organisasional pada perusahaan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya. Komitmen organisasional sangat diperlukan di era globalisasi perusahaan karena mampu mempertahankan karyawan terbaik mereka untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Selain itu, diketahui perusahaan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya dapat berjalan dengan baik jika karyawan tersebut memiliki motivasi dan komitmen dalam bekerja yang dapat mempengaruhi peningkatan atau penurunan pada kualitas kehidupan kerja karyawan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya. Program kualitas kehidupan kerja yang baik bagi karyawan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya dapat ditunjukkan melalui pengembangan karyawan, partisipasi, kompensasi, supervisi, dan lingkungan kerja.

Pada penelitian ini diketahui karyawan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya memiliki tingkat kualitas kehidupan kerja dalam kategori yang tinggi, yang dapat dilihat dari hasil rata-rata pengembangan karyawan, partisipasi, kompensasi, supervisi, dan lingkungan kerja. Selain itu, diketahui komitmen organisasional pada karyawan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya juga termasuk pada kategori tinggi. Sehingga kualitas kehidupan kerja karyawan kualitas kehidupan kerja tetap dapat mencapai komitmen organisasionalnya. Komitmen organisasional merupakan bentuk loyalitas karyawan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya pada organisasinya dan proses yang berlanjut dimana karyawan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya menunjukkan perhatian mereka terhadap keberhasilan organisasi.

Berdasarkan definisi kualitas kehidupan kerja, karyawan akan menganggap organisasinya menyenangkan dan memuaskan bagi mereka serta akan menjadi loyal dan mereka akan mau menghabiskan waktu dan upaya terhadap pekerjaannya. Karenanya, mereka menjadi lebih berkomitmen pada organisasi mereka (El Badawy et al., 2018). Kualitas kehidupan kerja juga dinyatkan oleh Diana et al., (2020) sebagai bentuk dari penghargaan dan pengalaman kerja yang lebih baik yang dapat meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasi mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas  kehidupan  kerja  pada  penelitian  ini  mengacu  pada  penelitian  Zin (2004) namun dengan mempertimbangkan kondisi yang ada secara nyata maka tidak  semua  faktor  kualitas  kehidupan  kerja  pada  penelitian  Zin  dijadikan variabel pada penelitian ini, melainkan dibatasi menjadi lima faktor, yakni: pengembangan, partisipasi, kompensasi, supervisi, dan lingkungan kerja.

Pengembangan pada karyawan mengenai pembelajaran dan kemampuan yang ditanamkan di otak individu, akan menyiratkan bahwa jiwa mereka adalah efek samping dari informasi dan bakat yang telah dimiliki (Ghorbanhosseini, 2013). Sehingga dapat menunjukkan kemajuan bersama dengan pengembangan bakat, keyakinan, tatanan organisasi dan prosedur yang menambah tingkat komitmen pekerja terhadap perusahaan. Selain itu, partisipasi diketahui dapat meningkatkan tekad individu dalam mencapai tujuan organisasi. (Mia et al., 2015) menunjukkan bahwa partisipasi disuatu perusahaan juga dapat menciptakan kepercayaan dan rasa komunitas dan mendorong pengambilan keputusan. Efikasi diri, kepercayaan dan rasa memiliki di antara karyawan yang akan mengarah pada komitmen organisasi. Lalu menurut Kee et al., (2016) kompensasi strategis merupakan komponen yang penting mengenai perilaku dan sikap karyawan terhadap peningkatan pada sebuah prestasi organisasi dengan meningkatkan komitmen dan motivasi organisasi di kalangan pekerja. Ketika supervisi memperlakukan karyawan masing-masing dan secara adil, karyawan merasakan keterampilan dan bakat mereka dianggap sebagai suatu hal yang berharga bagi organisasi atau tim kerja (Liu et al., 2020). Sehingga persepsi seperti itu dapat meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri pada keterampilan mereka. Hubungan tersebut mungkin juga bermakna bagi karyawan jika tindakan supervisi melindungi kepentingan mereka. Misalnya, hubungan positif yang saling menguntungkan dapat mengakibatkan tingkat komitmen organisasi dan kinerja kerja karyawan yang tinggi. Terakhir, diketahui ingkungan kerja merupakan faktor kunci yang mempengaruhi kepuasan dan komitmen karyawan terhadap suatu organisasi dan lingkungan kerja mengacu pada suasana organisasi mengenai tempat karyawan dalam melakukan pekerjaannya (Hanaysha, 2016). Harahap et al., (2020) menyatakan bahwa kinerja individu dipengaruhi oleh usaha (usaha), kemampuan (ability) dan keadaan lingkungan. Sehingga diperlukan hal yang dapat mempengaruhi kinerja yang dimiliki oleh seorang karyawan, lingkungan kerja fisik salah satunya.

Kesimpulan dalam penelitian yang telah dilakukan Kualitas Kehidupan Kerja (Pengembangan, Partisipasi, Kompensasi, Supervisi, dan Lingkungan Kerja) berpengaruh signifikan terhadap Komitmen Organisasi karyawan bagian seksi keuangan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya. Sehingga diketahui bahwa karyawan bagian seksi keuangan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya melalui faktor-faktor kualitas kehidupan kerja dapat mempengaruhi mereka dalam berkomitmen pada organisasinya. Selanjutnya, diketahui pada hasil analisis penelitian ini bahwa variabel lingkungan kerja merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi komitmen organisasi. Hal tersebut diketahui melalui nilai original sample yang tertinggi yang berpengaruh secara langsung terhadap komitmen organisasi diperoleh 0,397 oleh variabel lingkungan kerja. Pada penelitian Hanaysha (2016) menyatakan bahwa lingkungan kerja merupakan faktor kunci yang mempengaruhi komitmen karyawan terhadap suatu organisasi dan lingkungan kerja mengacu pada suasana organisasi mengenai tempat karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Oleh karena itu, ketika lingkungan kerja di tempat karyawan bagian seksi keuangan PT. Kereta Api (Persero) Daop 8 Surabaya bekerja baik, akan menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja pada mereka juga dapat nilai baik dan selanjutnya akan mempengaruhi komitmen organisasi. Karena diketahui bahwa lingkungan kerja merupakan bentuk dari kesejahteraan fisik dan psikologis kualitas kehidupan kerja karyawan.

Hasil dari penelitian tersebut bisa dijadikan rekomendasi oleh jajaran manajemen perusahaan dalam meningkatkan komitmen organisasional melalui kualitas kehidupan kerja (pengembangan, partisipasi, kompensasi, supervisi, dan lingkungan kerja). Hal tersebut dapat mempengaruhi karyawan dalam penyelesaian pekerjaan sehari-hari sehingga karyawan akan lebih memiliki rasa memiliki dan keterlibatan, serta tanggung jawab terhadap pekerjaannya dan perusahaan. Selain itu, dapat menciptakan hubungan yang tercipta antara karyawan dan pekerjaan menjadi lebih baik dan menjadikan karyawan bekerja lebih optimal.

Penulis: Prof. Dr. Anis Eliyana, S.E., M.Si.

Artikel selengkapnya dapat diunduh pada: http://www.sysrevpharm.org/index.php?fulltxt=129010&fulltxtj=196&fulltxtp=196-1598442001.pdf

(Quality of Work Life’s Factors and Their Impacts on Organizational Commitments)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu