ICHPHS 2020 Ulas Potensi Tanaman Herbal di Bidang Farmasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SITUASI ICHPS 2020 melalui Zoom Meeting. (Foto: Dimar Herfano)
SITUASI ICHPS 2020 melalui Zoom Meeting. (Foto: Dimar Herfano)

UNAIR NEWS – Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan School of Pharmaceutical Sciences, Universiti Sains Malaysia (USM) menggelar The 3rd International Conference of Pharmacy and Health Sciences (ICHPHS) 2020. Konferensi itu diadakan bersamaan dengan konferensi kolaborasi ke-3 antara Fakultas Farmasi UNAIR dan USM.

Konferensi tersebut menyediakan forum pertukaran informasi tentang produk alam. Tujuannya adalah membangun dan memperkuat kerja sama ilmiah antar lembaga penelitian.

Pelaksanaan konferensi digelar dua hari pada Selasa hingga Rabu (27–28/10/2020) melalui Video Conference Zoom Meeting. Dalam dua hari, konferensi International terbagi dua acara. Acara pra-konferensi berupa workshop dengan mengusung dua topik. Yakni, Computer-Assisted Drug Design (CADD) dan HPTLC Fingerprinting as a Quality Control of Herbal Product.

Betikutnya, konferensi utama terbagi dua sesi diskusi. Yang dibahas, antara lain, Pengobatan Pelengkap dan Alternatif, Analisis Farmasi, Teknologi Farmasi, Ilmu Farmakologi dan Biomedis, Penemuan Obat Produk Alami, serta Farmasi Klinik. ICHPHS 2020 diikuti total 429 praktisi dari berbagai negara. Di antaranya, Indonesia, Malaysia, Filipina, India, Nigeria, Canda, Australia, dan Swiss.

Diskusi panel terbagi dua sesi. Sesi I diisi pemaparan Dra. Rr. Mayagustina Andarini, MSc., Apt dari BPOM Indonesia yang membahas Traditional Medicine Regulation: Strategic Role of Indonesia-FDA in Supporting Traditional Medicine Development. Lalu, dari USM adalah Prof. Dr. Habibah A. Wahab, FRSC  yang memaparkan Natural Products for Drug Discovery in the 21st Century dan Assoc. Prof. Kornkanok Ingkaninan dari Thailand Hemp, membawakan judul a Promising Herb for Food, Drug and cosmetic. Sesi II pemaparan dari tiga Negara, Yiwei Wang, PhD dari Australia; Dr. Fatimatuzzahra’ Binti Abd, Aziz, PhD dari Malaysia; dan Prof. Dr. Bambang Prajogo EW, MS., Apt, dosen Fakultas Farmasi UNAIR.

Sementara itu, Dekan FF UNAIR Prof. apt. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D melalui video sambutannya, mengatakan konferensi internasional Farmasi bertujuan menjaga reputasi akademik maupun penelitian di tingkat nasional dan internasional. Ia berharap, baik UNAIR maupun USM, bisa mengekspansi kolaborasi internasional.

 “Kita (Farmasi, Red) berharap bisa mengekspansi kinerja penelitian dengan kolaborasi skala internasional, terutama dalam membangun kapasitas penelitian, peneliti andal, banyaknya sumber daya fasilitas penelitian dan managemen penelitian,” ujar Prof. Junaidi

“Ini jalan yang terbaik untuk bekerja sama menuntas masalah kesehatan, terutama di bidang farmasi. Hal tersebut untuk meraih kesehatan dan kualitas hidup yang baik,” Imbuhnya.

Tak lupa, Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA yang turut hadir mengingatkan perkembangan farmasi seiring waktu semakin meningkat. Pentingnya memegang ilmu dan kemampuan, lanjutnya, untuk mengembangkan studi lebih lanjut.

“Temuan produk alami sangatlah menjanjikan karena memiliki potensi dalam praktis produk herbal,” Tutur Prof. Nasih. (*)

Penulis: Dimar Herfano

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu