Bakteri penghasil ESBL pada Mahasiswa FK UNAIR: Bisa Menjadi Sumber Potensial di Rumah Sakit dan Komunitas

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Kompas.com

Bakteri penghasil ESBL adalah varian dari bakteri yang memiliki gen resisten, dan biasanya pada bakteri batang gram negatif, khususnya kelompok Enterobacteriaceae (ESBL-E), seperti Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae. ESBL-E adalah resistensi yang dikode gen ESBL, yang hasil penelitian di Indonesia, kebanyakan adalah gen CTX-M, TEM dan SHV. Gen CTX-M adalah terbanyak. Mengapa ESBL-E ini penting, adalah karena sudah tidak banyak lagi pilihan antibiotika untuk terapi, jika bakteri tersebut menyerang manusia. Hasil penelitian Kuntaman dkk. mendapatkan bahwa hanya ada sekitar 4 antibiotika yang bisa dipergunakan pada pengobatan klinis, yakni karbapenem, amikasin, fosfomisin dan kombinasi tertentu sefalosporing generasi 3 dan beta-laktamase inhibitor. Karena itu adanya kolonisasi bakteri tersebut pada orang sehat, sangat berpotensi menjadi sumber infeksi jika keadaan memungkinkan baik diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

Pada tahun 2017/2018, kami coba melakukan penelitian kolonisasi ESBL-E pada mahasiswa Fakultas Kedokteran semester empat atau tahun ke dua, untuk mengetahui seberapa besar kolonisasi ESBL-E pada kelompok mahasiswa tersebut. Kelompok mahasiswa ini kami ambil untuk melihat mahasiswa yang belum banyak kontak dengan klinik/RSUD Dr. Soetomo Surabaya, untuk menggambarkan potensi komunitas pada mahasiswa tersebut. Juga mahasiswa kelompok FK UNIAR ini adalah kelompok close community yang secara teori berpeluang terjadi banyak penyebaran ESBL-E pada mahasiswa tersebut. Kolonisasi ESBL-E secara umum pada populasi masyarakat adalah sekitar 30-40%.

Dari 141 sampel yang berhasil dikumpulkan, sebanyak 79 mahasiswa atau 56% mengandung ESBL-E di dalam ususnya, dan hasil ini sangat di luar dugaan. Artinya kolonisasi ESBL-E pada mahasiswa FK UNAIR tahun dua ini termasuk tinggi. Pada analisis genetik gen ESBL, diketemukan sebanyak 75 (93,75%) adalah gen CTX-M, 25 (40%) gen TEM dan 2 (3,7%) gen SHV. Telah diketahui bahwa gen CTX-M ini sangat berpotensi menyebar, baik antar orang maupun antar bakteri, dan terbukti terjadi di komunitas mahasiswa tersebut.

Untuk melihat apakah terjadi perpindahan atau penyebaran ESBL-E antar mahasiswa, berkaitan dengan teknologi khusus yang dibutuhkan dan belum ada di Surabaya, maka kami mengirim mahasiswa PPDS-SpMK (Program Pendidikan Spesialis Mikrobiologi Klinik FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo)  sdri. Dr. Rosantia Sarassari (Santi) untuk mengambil fellow ke Jepang. Karya ini akhirnya dijadikan salah satu publikasi program PhD di Ryukyus University, Faculty of Health Science. Hasil analisis yang dilakukan oleh Santi tersebut menunjukkan bahwa banyak terjadi ESBL-E yang berpindah atau menyebar antar mahasiswa, yang ditunjukkan dengan diketemukan sidik jari DNA yang sama.

Mengapa penyebaran ESBL-E antar mahasiswa begitu tinggi?. Hal ini melalui dua faktor: 1). Kontak erat antar mahasiswa, yang mungkin berkelompok sesuai proses belajar mengajar di FK UNAIR; 2). Kurangnya kewaspadaan standar yang kegiatan hand hygiene. Namun patut disadari bahwa hal tersebut terjadi pada mahasiswa, karena mereka semua adalah orang sehat yang tidak ditakutkan terjadinya penyebaran penyakit antar person. Namun di praktik klinik, khususnya rumah sakit, kewaspadaan standar (Standard precaution) merupakan kebutuan mutlak yang harus dilakukan bagi semua tenaga kesehatan. Mungkin kita mendapat hikmah terjadinya pandemi Covid-19, jika sebelum masa pandemi, kepatuhan terhadap cuci tangan di tenaga kesehatan berkisar 50-60%, kini walaupun tanpa instruksi dan ‘pemaksaan’ bisa mencapai (diprediksi) 100%. Hal ini juga kiranya terjadi di komunitas termasuk mahasiswa FK UNAIR. Untuk membuktikan hal ini kiranya layak dilakukan studi ulang bagi mahasiswa FK UNAIR, pada saat pandemi selesai dan pertama kali masuk sistem belajat langsung tatap muka.

Penulis: Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS, SpMK(K)

Informasi detail dari artikel ini dapat diakses pada laman berikut: https://www.researchgate.net/publication/339761749_Characterization_of_CTX-M-type-extended-spectrum_beta-lactamase_ESBL-producing_Enterobacteriaceae_isolated_from_Indonesian_undergraduate_medical_students_of_a_university_in_Surabaya_Indonesia

(Characterization of CTX-M-type-extended-spectrum beta-lactamase (ESBL)-producing Enterobacteriaceae isolated from Indonesian undergraduate medical students of a university in Surabaya, Indonesia)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu