Pilihan Obat yang Efektif untuk Terapi Neuralgia Trigeminal

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Hello Sehat

Neuralgia Trigeminal (NT) adalah kondisi rasa nyeri berulang yang berhubungan dengan saraf trigeminal. Saraf  ini terletak pada setiap sisi wajah dan memungkinkan seseorang bisa merasakan beragam sensasi pada wajah. Nyeri biasanya terjadi disebabkan rangsangan sepele seperti mencuci, mencukur, merokok, berbicara dan menyikat gigi tetapi juga dapat terjadi secara spontan.Rasa nyeri tersebut sangat membebani pasien NT. Selama serangan terparah, pasien mungkin tidak dapat makan atau berbicara. Beberapa pasien takut akan terserang rasa nyeri yang tiba-tiba kembali kapan saja. Bahkan di antara serangan. Hal ini mengakibatkan gangguan serius pada fungsi sehari-hari sertakualitas hidup pasien, kesejahteraan, suasana hati, tidur, dan status kesehatan keseluruhan berkorelasi dengan keparahan nyeri.

Prevalensi NT pada populasi umum adalah 0,015% dan insiden keseluruhan berkisar antara 12,6 hingga 27 per 100.000/tahun. Usia onset untuk sebagian besar kasus idiopatik biasanya antara 40 sampai dengan 60 tahun, meskipun onset dapat juga terjadi pada dekade ke dua dan ke tiga di mana akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Orang paruh baya dan lanjut usia yang paling banyak terkena, insiden pada wanita terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan pria dengan 5,9 kasus per 100.000 pada wanita dan 3,5 kasus per 100.000 pada pria.

Berbagai perawatan medis dan bedah bisa dipilih sebagai terapi NT. Beberapa obat lain juga digunakan sebagai alternatif untuk NT dan terlihat menjanjikan. Obat Anti-Epilepsi (OAE) dianggap sebagai pilihan pertama dan merupakan terapi yang efektif untuk NT dengan khasiat yang berbeda. Ada bukti kemanjuran OAE dalam mengobati NT, namun data yang ada masih terbatas. Di antara semua obat yang digunakan untuk mengobati NT, “Carbamazepine (CBZ)” merupakan obat yang memiliki efektifitas paling tinggi. Satu studi telah menunjukkan bahwa pasien yang menerima tablet CBZ menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan sepanjang waktu. CBZ menyebabkan efek samping yang berpotensi serius tapi tidak umum terjadi, yaitu leukopenia akibat induksi CBZ, myelosupresi, anemia aplastik, ruam alergi, systemic lupuserythematosus, hepatotoksisitas, limfadenopati, dan Stevens Johnson syndrome (SJS). Oleh karena itu, pada terapi CBZ dianjurkan untuk melakukan hitung darah lengkap, natrium serum, dan tes fungsi hati dalam beberapa minggu atau setelah 2-4 minggu setelah memulai terapi untuk mendeteksi komplikasi dengan cepat.

Penulis: Hanik Badriyah Hidayati

Detail tulisan lengkap dapat dilihat: Hanik Badriyah Hidayati. 2020. Carbamazepine As A Pain Treatment Of Trigeminal Neuralgia. Journal of Pain Headache and Vertigo, volume 1, nomor 2.

Link : https://jphv.ub.ac.id/index.php/jphv/article/view/7

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu