BEM Vokasi Tingkatkan Literasi untuk Indonesia Lebih Baik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Literasi di Indonesia masih tergolong rendah, World’s Most Literate Nations menyatakan bahwa literasi di indonesia menempati urutan ke 60 dari 61 negara. Sedangkan indonesia menempati urutan kelima mengenai kepemilikan gadget (60 juta penduduk indonesia memiliki gadget), dari kedua data tersebut lalu apakah yang membuat literasi di indonesia ini rendah ?

Perlu diketahui, literasi merupakan hal yang penting. Literasi bukan hanya persoalan membaca buku tetapi ada arti lain didalamnya. Menurut Achmad Fikri Fitrananda, Pustakawan muda dan Founder Literate Millenial Movement mengatakan, masyarakat selama ini banyak salah mengartikan literasi. Hal itu disampaikan dalam acara webinar yang bertajuk “Tingkatkan Literasi untuk Indonesia Lebih Baik” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi (FV) UNAIR, Sabtu (24/10/2020).

“Banyaknya orang mengira bahwa literasi hanya sekedar membaca, padahal literasi bukan sama sekali aktivitas membaca, ada banyak yang harus kita tau mengenai literasi. Intertekstual merupakan bagian dari literasi,” katanya.

Menurutnya, literasi bukan hanya tekstual saja melainkan ada intertekstual. Literasi Intertektual penting guna membaca lebih dalam mengenai apa yang tidak terbaca. Selain membaca narasi literasi, kita juga harus mengerti apa maksud didalamnya.

Literasi dapat mudah berkembang jika sudah dimiliki sejak usia dini. Mendongeng merupakah salah satu dari sekian banyak cara yang cukup efisien untuk meningkatkan kemampuan literasi pada anak. Menurut Ariani Safitri, Founder dan Koordinator Komunitas Kumpul Dongeng mengatakan “Kemampuan literasi anak lebih berkembang pada usia dini tepatnya sekitar umur 6 -12 tahun. Maka perlunya menanamkan literasi sejak dini, karena jika kemampuan membaca atau keterampilan membaca rendah, maka dapat memengaruhi kemampuan lainnya,” imbuhnya.

Menanamkan literasi dengan mendongeng merupakan salah satu cara yang efisien yang dilakukan untuk anak usia dini, dikarenakan anak dapat dengan mudah mencerna informasi melalui mendengarkan.

Untuk meningkatkan kemampuan literasi perlu adanya integrasi antara pemerintah dan juga masyarakat, Namun kenyataan yang terjadi masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas untuk menunjang kemampuan literasi. Hal ini di sampaikan oleh Ns Tunggul Harwanto, Founder & CEO Rumah Literasi Indonesia. “Sekolah harus ikut terlibat dalam meningkatkan literasi. Namun kenyataan yang terjadi masih banyak sekali sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Padahal perpustakaan merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang kemampuan literasi,” tuturnya.

Maka untuk meningkatkan kemampuan literasi di Indonesia perlu adanya integrasi antar seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, komunitas. Agar dapat terwujud dan dapat meningkatkan kemampuan literasi.

Penulis: Izza Husniatul

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu