Hubungan Gen Hla-Drb1 dan Faktor Lingkungan Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Reumatik Pada Anak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Kompas.com

Penyakit jantung reumatik (PJR) merupakan penyakit jantung didapat dan penyebab kematian pada sebagian besar negara di dunia karena menimbulkan kerusakan menetap pada jaringan katup jantung, dan dapat berkembang menjadi kondisi kronik sehingga menyebabkan gagal jantung kongestif, stroke, endokarditis, dan kematian. Hubungan genetik berbagai alel human leukocyte antigen (HLA) khususnya HLA-DRB1 berhubungan dengan PJR. Genotip HLA-DRB1 alel tertentu memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menderita PJR. Genotip HLA-DRB1 diduga berkaitan dengan molecular mimicry (struktur molekul serupa) yang mendasari kerusakan jaringan pada PJR.

Metode dan Hasil

Demam reumatik dan PJR dapat dicegah dengan pencegahan primer dan pencegahan sekunder. Pencegahan primer adalah dengan identifikasi dan eradikasi Streptokokus beta hemolitikus grup A (SBHGA) pada serangan faringitis. Pencegahan sekunder dimulai setelah diagnosis episode deman rematik (DR) atau penyakit jantung rematik (PJR) telah ditegakkan dengan pemberian antibiotik untuk mencegah rekurensi, namun obat- obatan profilaksis sekunder tidak dapat mengubah perjalanan penyakit maupun derajat kerusakan katup jantung apabila derajat kerusakan katup tergolong berat.

Penelitian ini menunjukkan rentang usia anak dengan PJR adalah 5-18 tahun. Penelitian pada tahun 2012 menunjukkan proporsi usia yang serupa dengan studi kami. Prevalensi tertinggi dari PJR diamati pada populasi anak dengan usia 5-16 tahun, diikuti dengan remaja dengan usia lebih dari 16 tahun.  Pada studi tersebut tidak ditemukan anak dengan PJR di bawah usia 5 tahun. Demam reumatik dan PJR sangat jarang terjadi pada anak sebelum usia 4 tahun dan lebih jarang lagi pada sebelum usia 2 tahun. Penyebab yang mendasari hal ini adalah bahwa insidens puncak dari tonsilofaringitis terjadi antara 5 – 15 tahun.  Tidak   ada predileksi jenis kelamin pada kejadian anak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa alel B1*12 dan B1*15 adalah dua alel yang dominan dibandingkan alel lainnya pada gen HLA-DRB1. Pada HLA DR keberadaaan alel selain B*12 dibandingkan B*12 meningkatkan risiko PJR sebesar 1,415 kali namun tidak didapatkan perbedaan yang signifikan secara statistik (P=0,308). Hasil ini berbeda didapatkan pada alel B1*15, dimana selain B*15 dibandingkan B*15 dapat menurunkan risiko PJR sebesar 0,764 kali tetapi juga tidak signifikan (P=0,463).  Hasil penelitian didapatkan serupa dengan hasil penelitian yang lain.

Penutupan/Simpulan

Hasil penelitian menunjukkan ayah dengan pendidikan SMP dan SD meningkatkan risiko untuk memiliki anak dengan PJR sebesar 15,75 (P=0,017) dan 28,0 kali (P=0,031) berurutan. Peneltian ini menunjukkan bahwa orang tua dengan tingkat pendidikan yang lebh rendah memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memiliki anak dengan PJR. Tingkat kepadtan hunian merupakan faktor penting dari progresivitas DR dan lebih lanjut menjadi PJR. Beberapa penelitian menekankan pentingnya faktor kepadatan hunian pada patogenesis PJR, terutama pada negara-negara berkembang dimana laju urbanisasi terjadi dengan cepat dan kondisi peruahan yang tidak optimal bagi penghuninya menyebabkan kepadatan hunian dan selanjutnya mnjadi faktor risiko kejadian DR dan PJR.

Keluarga penghasilan dibawah upah minimum regional (UMR) meningkatkan risiko kejadian PJR sebesar 3,681 kali (P=0,009). Penelitian ini juga meenunjukkan bahwa keluaarga dengan konsumsi daging lebih dari satu kali per minggu dan mampu membeli pakaian lebih dari satu pasang per tahun, memiiki risiko lebih kecil untuk memiliki anak dengan PJR. Keluarga yang menggunakan air kran sebagai suber air sehari-hari memiliki risiko lebih kecil utuk memiliki anak dengan PJR.

Pada kepatuhan mengkonsumsi obat pada anak PJR tidak diapataka hubungan yag signifikan dengan derajat kerusakan katup dengan pempunyai nilai P=0,715. Kerusakan katup tunggal terbanyak di katup mitral (17,9%), dan kebanyakan subyek penelitian mengalami kerusakan berat paa katup jantungnya (61,5%)

 

Distribusi frekuensi alel gen HLA-DRB1 pada subyek penelitian ini menunjukkan alel B1*12 dan B1*15 yang dominan pada populasi. Kedua alel B1*12 dan B1*15 tidak berhubungan secara signifikan dengan PJR. Faktor-faktor yang berhubungan dengan PJR adalah pendidikan ayah, penghasilan orang tua, sumber air, konsumsi daging, dan kemampuan membeli pakaian baru. Tidak didapatkan hubungan antara kepatuhan berobat dengan tingkat kerusakan katup jantung.

Penulis: Teddy Ontoseno, Tina Christina Lumban Tobing, Sri Endah Rahayuningsih, Ratna Akbari Ganie, Yahwardiah Siregar

Link jurnal: https://ljkzedo.ba/mgpdf/mg32/MG32zaweb.pdf

Judul Jurnal: Hla-Drb1 Allele Distribution Among Children with Rheumatic Heart Disease in Haji Adam Malik Hospital Medan, Indonesia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu