Berikan Motivasi Studi Lanjut ke Luar Negeri untuk Mahasiswa Radiologi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Melalui agenda tahunan Mentoring Radiology Intensive 2 (MRI 2), Hima Prodi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan Fakultas Vokasi (FV) UNAIR ingin memberikan pandangan berbeda tentang studi lanjut ke luar negeri. Acara yang dikemas dalam ‘Chance to Change’ itu diselenggarakan dalam ruang daring pada Sabtu (24/10/2020)

“Ini adalah wadah kita untuk bertukar pikiran, saling berbagi dan bertukar informasi tentang hal yang dilakukan untuk mendapat beasiswa studi lanjutan,” ungkap Manggi Hilmy Mahmudi selaku ketua pelaksana kegiatan.

Seminar tersebut menghadirkan seorang radiographer ahli dari RS Premiere Surabaya dan juga alumni D4 Teknologi Radiologi Pencitraan, Franky Jacobus Dimpudus, A.Md.Rad, B.Med.Imaging.Sc, M.MagResTech serta alumni dari UKM Penalaran Universitas Airlangga, Parlaungan Iffah Nasution atau yang dikenal sebagai Ucok Nasution sebagai pemateri.

Franky J. Dimpudus merupakan lulusan Diploma 3 Radiologi Universitas Airlangga. Ia berkesempatan melanjutkan studi bachelor-nya di Curtin Univercity of Technology, Australia. Franky juga bercerita mendapat beasiswa dari Australian Awards Scholarship dan berkesempatan melanjutkan studi magister di Univercity of Queensland dan mengambil Magister of Magnetic Resonance.

“Itu sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa, dan saya ingin meneruskan semangat tersebut kepada rekan-rekan dan adik-adik mahasiswa ini sebagai calon radiografer di masa mendatang,” ujar Franky.

Sementara itu, Parlaungan Iffah Nasution atau biasa dikenal dengan nama Ucok Nasution, membagikan tips and trik kepada para peserta agar dapat lolos seleksi beasiswa. Ucok membagikan pengalamannya sebagai alumni UKM Penalaran dalam membuat curriculum vitae, essay motivation letter, serta essay personal statement sebagai syarat seleksi penerimaan beasiswa.

Menurutnya, pembuatan CV dan essay tersebut cukup mudah. “Sebenernya sih, cukup mudah kalau membuat CV dan essay. Cuma terkadang ada kebingungan karena memakai Bahasa Inggris jadi terlihat susah,” tuturnya.

Sebagai informasi, lebih dari 100 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Manggi menyampaikan, kegiatan itu diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa Teknologi Radiologi Pencitraan mengenai studi lanjut ke luar negeri serta beasiswa.

“Saya bisa membantu membuka wawasan teman-teman mahasiswa tentang studi lanjut ini dan bagaimana cara mendapat beasiswa serta lolos seleksinya, sehingga di kemudian hari mampu meneruskan semangat para pemateri untu melanjutkan studinya ke luar negeri,” ucapnya menutup wawancara. (*)

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu