Tim Pengmas UNAIR Beri Pendampingan Gizi Terpadu Agar Lansia Sehat dan Produktif

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Menjadi tua bukanlah sebuah pilihan, akan tetapi tetap sehat saat usia senja merupakan hal yang bisa diupayakan. Proses pencapaian derajat kesehatan yang optimal bagi lansia memanglah berbeda dengan usia muda. Berbagai ancaman perubahan sosial, ekonomi, dan fisik membutuhkan proses adaptasi tersendiri baik bagi lansia maupun bagi seseorang yang merawatnya.

Pemenuhan kebutuhan gizi secara tepat merupakan salah satu aspek penting dalam proses adaptasi perubahan fisik dan psikologis pada lansia. Pada saat tubuh telah mencapai tahap kematangan secara fisiologik, maka akan terjadi perubahan keseimbangan antara kecepatan proses degenerasi dengan regenerasi tubuh. Kecepatan proses degradasi melebihi proses regenerasi inilah yang nantinya akan dapat mengganggu efektifitas peran sel tubuh yang berdampak dalam bentuk penurunan fungsi organ.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan proporsi disabilitas pada lansia paling banyak disebabkan karena penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus, dan rematik.

Berdasarkan hasil peninjauan yang telah dilakukan sebelumnya, pengelolaan asupan makanan dan peningkatan pengetahuan gizi lansia di UPTD Griya Wreda Surabaya nampaknya masih perlu dilakukakan penguatan. Dalam upaya tersebut, tim yang terdiri atas dosen, alumni, dan mahasiswa Gizi FKM UNAIR bersama–sama melakukan kolaborasi dalam upaya peningkatan kualitas hidup lansia melalui pendampingan gizi terpadu yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat.

Kegiatan perdana pengabdian masyarakat di UPTD Griya Wreda Surabaya ini dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2020. Kondisi pandemi tidak menghalangi untuk terlaksananya kegiatan ini. Pemberian edukasi secara online oleh Dr. Sri Adiningsih, dr.,MS.,MCN dihadiri oleh 45 lansia dengan tetap menerapkan protocol kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Dr. Sri Adiningsih menjelaskan pengaturan gizi seimbang sesuai dengan kondisi fisiologis pada lansia adalah hal yang harus diperhatikan. Selain itu, ia juga menyebutkan kita-kiat dalam upaya memperkuat daya tahan tubuh di tengah pandemi COVID-19. Pada sesi ini, tim juga memberikan kesempatan bagi lansia untuk berkonsultasi secara langsung mengenai permasalahan gizi yang dialaminya.

Rangkaian kegiatan lain yang dilakukan tim pengabdian masyarakat adalah pengukuran komposisi tubuh untuk meninjau status gizi pada lansia, Pemeriksaan uji sensitivitas rasa sebagai sarana evaluasi sensori pada lansia. Hasil-hasil dari pengukuran tersebut, selanjutnya akan diberikan kepada pihak pengelola panti sebagai acuan pengaturan asupan gizi pada lansia di UPTD Griya Wreda Surabaya.

Di samping edukasi secara langsung kepada sasaran, tim juga melaksanakan penggalian masalah dan edukasi mengenai pengelolaan makanan pada tenaga penyediaan makan lansia. Edukasi disampaikan oleh Farapti, dr., M.Gizi selaku ketua pengabdian masyarakat dengan topik aplikasi diet rendah gula garam lemak pada menu sehari-hari lansia.

Menindaklanjuti permasalahan pengelolaan makanan di UPTD Griya Wreda Surabaya, tim memberikan luaran berupa menu baru dengan siklus 7 hari yang akan diberikan kepada kepala sekaligus tenaga penyediaan makan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan lansia sekaligus pengelola UPTD Griya Wreda Surabaya untuk mewujudkan lansia yang sehat dan produktif. (*) Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).