Alumni FH Sabet Juara I Pemuda Pelopor Nasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ABDUL Rozak saat menerima penghargaan Juara I pemuda pelopor tingkat Nasional. (Foto: Dok pribadi)
ABDUL Rozak saat menerima penghargaan Juara I pemuda pelopor tingkat Nasional. (Foto: Dok pribadi)

UNAIR NEWS – Pengujung Oktober 2020 ini kabar bahagia datang dari alumnus Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga. Adalah Abdul Rozak yang berhasil menyabet juara I Pemuda Pelopor Tingkat Nasional dalam bidang agama, sosial, dan budaya.

Zaki –sapaan akrabnya– melalui gerakan Senyum Desa berhasil menyulap tempat tinggalnya menjadi kawasan yang kental budaya adat Madura, dan ia juluki Kampung Thengger. Hebatnya, Zaki berhasil mengubah mindset warga agar mengutamakan pendidikan untuk anak-anak di sekitar.

Di dalam Kampung Thengger inilah, Zaki membangun infrastuktur program fisik seperti pembuatan pagar warna-warni, gapura, gardu, dan sebagainya. Selain itu, ia menciptakan program pemberdayaan masyarakat melalui sentuhan literasi dengan didirikannya taman baca dan sanggar seni.

“Saya mengikuti event pemuda pelopor supaya dapat memberikan dampak pada pemuda lain untuk turut serta dalam membangun kemajuan desanya,” ujar Zaki pada Minggu (25/10/2020).

Sebelumnya, Zaki berhasil menjuarai ajang Pemuda Pelopor tingkat Provinsi pada bidang Agama, Sosial, dan Budaya. Hal itu otomatis membuatnya maju untuk mewakili Jawa Timur dalam ajang Pemuda Pelopor tingkat Nasional.

Zaki dinyatakan keluar sebagai Juara I setelah melalui proses seleksi ketat oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora yang berlangsung di Hotel Ambara Jakarta pada 21-23 Oktober 2020.

“Sebagai bagian dari pemuda Jawa Timur, kita harus berpikiran visioner guna membawa modernitas yang tidak melupakan tradisionalitas. Keduanya bisa berjalan beriringan dengan baik,” ucap Zaki yang pernah menjabat sebagai ketua umum HMI Komisariat Fakultas Hukum UNAIR itu.

Latar belakang Zaki sebagai seorang santri membuatnya aktif dan peka dalam bidang sosial. Terlebih, sebagai pemuda suku Madura, mempertahankan kultur dan adat adalah sebuah kewajiban yang ditanggung sejak lahir.

“Saya ingin mengenalkan kearifan lokal Madura, khususnya Sampang. Selain itu memberikan pemahaman bahwa agama dan budaya dapat berjalan beriringan untuk dikembangkan,” tuturnya.

Bagi Zaki, sebagai generasi muda, jiwa sosial merupakan keniscayaan yang harus tumbuh. Baginya, pemuda desa juga harus memberikan dampak bagi masyarakat dan turut serta memajukan negara.

Sebagai pemuda desa, ia melihat langsung kurangnya pemerataan dan membuatnya tergerak untuk memberikan dampak nyata. “Cahaya bisa datang darimana saja, dan bukan hanya kota besar. Sebagai pemuda harus turut serta membangun bangsa,” celetuknya.

“Setiap generasi muda adalah pelopor, lentera asa harus terus menyala dari desa untuk Indonesia. Mari bersama-sama meniupkan cahaya kemajuan dari desa untuk bangsa dan dunia,” imbuhnya.

Pada akhir, ia mengatakan bahwa pemuda tidak hanya pintar beretorika, tetapi pemuda akan memberikan bukti nyata dengan gagasan pemikiran dan kolaborasi kemaslahatan. Pemuda harus merapatkan barisan untuk siap menyambut Indonesia emas 2045. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti
Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu